
"sayang,bukan begitu..!" Bujuk Arjuna .
"Kau cantik..sangat cantik meski memakai apa pun..tapi ....!" Ucapan Arjuna terhenti saat mendapat tatapan tajam dari wanita di depan nya.
"Tidak,aku tidak mau..ya sudah kalau ga mau..aku sendiri saja..kakak kembali lah ke kantor..!" Kesal Dinda .
Greeppp
Arjuna menggendong Dinda tanpa permisi,ia membawa wanita itu ke atas.
"Kenapa terus marah-marah ..!" Tambah Arjuna .
"Kakak menyebalkan..sangat..dari mengganggu tidur ku,sampai sekarang pun masih menyebalkan..!" Adu Dinda dengan judes nya.
"sabar...!" Batin Arjuna merintih.
"Ok..maaf kan aku,jangan marah terus.. sekarang kau cuci muka,setelah itu ganti baju mu..!" Perintah Arjuna saat sudah sampai di kamar nya.
Dinda mengikuti perintah itu,ia mencuci wajah nya,mengganti baju dan percaya lah,kali ini membuat Arjuna kembali menghela nafas.
"Aku sudah siap.. sekarang ayo..!" Ajak Dinda.
Ingin komentar lagi,namun Arjuna menahan nya,ia takut Dinda kembali mengomel.
"Sayang,rambut mu...maksud ku..!" Arjuna bingung sendiri cara menyampaikan nya.
Tatapan mata Dinda kembali membuat Arjuna bungkam,percaya lah dandanan nya kali ini membuat Arjuna kembali mengelus dada.
Bagaimana tidak,Dinda memang mencuci muka dan mengganti baju nya,namun ia mengganti baju dengan kaos kebesaran milik Arjuna,dan ya jangan Lupakan celana hotpants nya,yang sering ia pakai untuk tidur siang,di tambah rambut yang di gulung nya asal.
"Ini lebih nyaman,aku tak akan mengganti nya,dan rambut ini..biar kan dia seperti ini,,aku kepanasan..!" Imbuh Dinda sambil mengoleskan lipbam di bibir nya.
__ADS_1
"untung sayang..!" Gumam Arjuna pelan,ia melajukan mobil, sebenarnya ia takut membawa Dinda keluar rumah,mengingat keadaan Dinda yang masih takut bertemu orang,namun setelah beberapa waktu lalu,ia pun penasaran bagaimana reaksi Dinda,ia tidak mengerti mengapa Dinda memaksa untuk ikut.
Di perjalanan Dinda melihat ke luar jendela,kadang ada raut ketakutan di wajah nya,Arjuna sudah menyarankan untuk pulang,namun Dinda terus memaksa nya untuk ikut ke kantor.
"sayang,apa kau yakin..?" tanya Arjuna sedikit ragu,ia takut Dinda histeris.
"hhmmm,bukan kah kakak akan melindungi ku..!" ucap Dinda sambil memegang erat tangan Arjuna .
"pasti sayang..kau tenang lah..dan terus di samping ku..!" jawab Arjuna meyakinkan Dinda.
mobil Arjuna memasuki gedung tinggi yang banyak di suguh kan pemandangan kesibukan kota,banyak orang berkeliaran di sana.
Mata Dinda terus menatap ke depan, sementara tangan nya meremas kuat jemari Arjuna.
"sayang..!" panggil Arjuna rendah.
Dinda mencoba mengontrol diri nya,menekan ketakutan itu,ia tersenyum pada Arjuna.
Arjuna lebih dulu turun,dan membukakan pintu mobil dengan cepat.
Semua orang menatap Arjuna kemudian menunduk,di tambah para karyawan lelaki di sana,semua hanya mengangguk kan kepala dan kemudian menunduk atas perintah Baim .
"sayang, kenapa terus menunduk..!" tanya Arjuna pelan.
Arjuna kembali diam karena tak mendapat jawaban dari Dinda,ia hanya ingin cepat membawa Dinda masuk ke ruangan nya.
Percaya lah,jantung Dinda berpacu dengan kecepatan tinggi,ia begitu gugup dan takut saat ini,namun genggaman tangan Arjuna yang begitu erat lah,yang membuat Dinda yakin,ia harus keluar dari trauma nya dan rasa sakit .
Ceklek
Arjuna membuka pintu ruangan nya,dan belum sempat berjalan menuju sofa,tubuh Dinda lunglai dan beruntung tepat di pelukan Arjuna .
__ADS_1
"kak,kaki ku lemas sekali..!" peluk Dinda dengan erat.
Arjuna mengangkat Dinda dengan sigap menuju sofa dan mendudukkan nya dengan lembut.
"minum lah ..!" Arjuna menyodorkan sebuah botol air mineral yang langsung di minum Dinda.
"selamat sayang,kau bisa..!" puji Arjuna dengan mengusap lembut kepala Dinda.
"hhhmmm,aku ingin sembuh,demi kalian..demi Lee dan Tasya..!" ungkap Dinda dengan embun di mata nya.
"lalu aku..?" tanya Arjuna mengintimidasi sambil tersenyum.
"hhhmmm,kakak juga..!" sahut Dinda yang langsung memeluk Arjuna.
"baiklah, sekarang berikan aku ciuman..aku harus menyelesaikan pekerjaan kali ini dengan cepat,kalau tidak..Baim akan marah pada ku..!" ucap Arjuna dengan bercanda.
Tanpa meminta persetujuan dari Dinda,Arjuna meraih tengkuk Dinda dan sedikit menunduk demi mendapatkan apa yang ia mau.
Cup
cukup lama ia melilit Dinda dengan lembut , hingga sebuah ketukan menghentikan mereka.
"masuk lah ke kamar,aku akan bekerja..!" ucap Arjuna saat melepaskan tautan nya pada Dinda .
🥰🥰🥰
Assalamualaikum pecinta Wasiat terakhir
Sehat selalu
Berjumpa kembali setelah sekian lama,dengan padat nya jadwal q😄😄
__ADS_1
Semoga kalian sll setia menemani Arjuna dan Dinda