
Arjuna berjongkok dengan pelan,meletakkan buket cantik itu tepat di depan nisan Cantika .
Ya di sini lah Arjuna sekarang berada,di samping pusara Cantika ,duduk dengan penyesalan karena tak mampu menjalan kan wasiat terakhir dari Cantika .
Bukan kali pertama ia berada di sini,sering kali ia mengungkapkan penyesalan nya,meminta maaf pada Cantika .
"Aku harap kau tidak memaki ku dari sana..!" Gumam Arjuna sambil menyungging kan senyum nya.
"aku lelaki paling bodoh dan sangat egois,aku juga ayah yang begitu berdosa ,bahkan aku tak pantas di sebut sebagai seorang ayah,maaf kan aku...!" Lirih Arjuna sambil menyapu lelehan bening dari sudut mata nya.
"Apa dia akan memaafkan ku..,entah lah,sudah banyak dosa yang ku lakukan pada nya,pada anak itu..yang bahkan aku tak tau bagaimana wajah nya..bukan aku tak mau mencari tau,namun aku begitu takut menyakiti mereka lagi,tapi percaya lah mereka baik-baik saja,aku sudah memastikan itu dari orang yang aku percaya...!" Tambah Arjuna ,ia berkeluh kesah di atas makam Cantika cukup lama,itu lah yang sering ia lakukan,setidak nya ia bisa mengurangi sesak di dada atas penyesalan nya.
Bukan tak ingin menemui Dinda dan anak nya secara langsung,ia begitu takut dan kadang ia tak memiliki banyak waktu ,ia sering bepergian untuk urusan pekerjaan,karena hanya dengan itu ia bisa melupakan runyam nya masalah yang ia hadapi.
Kadang Arjuna juga sering menunggu Dinda di seberang jalan butik,sekedar ingin melihat Dinda dan anak nya,namun ia tak pernah seberuntung itu untuk melihat mereka.
Di depan gerbang sekolah,nampak Lee tersenyum melihat mobil Dinda yang terparkir di bawah pohon seperti tadi pagi.
"Mom...!" Sapa Lee yang mengetuk kaca mobil nya.
Dinda membuka kan pintu yang di susul Lee masuk dengan melepaskan tas nya.
"Bagaimana hari ini..?" Tanya Dinda .
"Seperti biasa, teman-teman sedikit lambat mengerjakan tugas nya,jadi sedikit terlambat...!" Jelas Lee .
"Adik itu..bukan kah kemarin yang terjatuh itu..!" Tunjuk Lee melihat Tasya yang berjongkok seperti menunggu jemputan, sementara teman nya yang lain sudah pergi karena di jemput.
Dinda mengikuti arah tangan Lee yang menunjuk,sungguh betapa terkejutnya ia mengetahui jika Tasya satu sekolah dengan Lee.
"Seperti nya iya...!" Ucap Dinda ,sambil menatap ke luar .
"Sebentar lagi turun hujan..mengapa tak ada yang menjemput nya..!" Gumam Dinda pelan.
"Kita tunggu di sini saja..kalau turun hujan,kita akan mengajak nya masuk mobil..!" Usul Dinda yang mendapat anggukan dari Lee.
__ADS_1
Bukan apa-apa,Dinda tak mau ikut campur terlalu banyak ,ia menjaga jarak agar tak terhubung dengan Tasya secara langsung.
Tak lama mereka meneliti dari dalam mobil,sebuah mobil berwarna putih melewati mobil Dinda dan berhenti tepat di depan Tasya.
"Papa...!" Teriak Tasya yang di dengar Dinda dari jauh,namun hanya pintu mobil yang terbuka,Arjuna tak turun,hanya Tasya yang langsung menghampiri nya ke dalam mobil.
Dinda hanya tersenyum,ia tak berharap untuk melihat Arjuna lagi,bahkan untuk menjelaskan kesalahpahaman itu pun tak ada guna nya lagi,semua akan terasa sia-sia.
Bahkan Dinda berpikir pun jika sekarang Arjuna telah memiliki keluarga baru,ia tak mungkin menampakkan diri di depan Arjuna ,meski sebagai orang lain.
Di malam hari saat makan malam bersama,Baim dan Arjuna hanya berdua saja ,Tasya tidur lebih awal.
"Apa kau sudah menemukan alamat yang aku suruh tadi pagi..?" Tanya Arjuna .
Baim diam sesaat meletakkan sendok nya sebelum menjawab pertanyaan Arjuna .
"Kenapa,apa makanan nya tidak enak..?" Tanya Arjuna yang melihat Baim menyudahi makan nya ,padahal baru beberapa sendok.
"Bukan seperti itu..hanya saja,saya ingin memberi tahu tuan,jika wanita yang menolong nona Tasya kemarin adalah nyonya ...!" Jelas Baim
Sendok yang di pegang Arjuna terlepas hingga jatuh ke lantai,ia mengalihkan pandangannya pada Baim yang juga menatap nya.
"Dinda...?" Tanya Arjuna memastikan.
Baim mengangguk tanpa bicara,begitu juga dengan Arjuna yang hanya diam dan meninggalkan meja makan tanpa berkata apa pun.
"Apa yang akan terjadi selanjut nya..aku masih melihat cinta di mata Dinda dan tuan,aku harap mereka bisa bersama dan bahagia seperti dulu lagi..!" Gumam Baim yang menatap Arjuna menaiki tangga tanpa ekspresi.
Deg
Deg
Deg
Degup jantung Arjuna yang begitu berirama dengan indah setelah mendengar nama Dinda ,ia masih memiliki degup jantung yang sama,seperti dulu saat masih bersama.
__ADS_1
"Aku merindukan mu,merindukan baby boy kita,entah seperti apa mereka sekarang..apa aku terlalu egois saat itu..?" Gumam Arjuna .
"Aku memang salah,aku lelaki bodoh yang tak bisa menyelesaikan masalah sekaligus dalam waktu bersamaan hingga harus mengorbankan anak dan isteri ku..!" Sesal Arjuna .
# Flashback #
Marah,memang benar saat itu Arjuna begitu marah mendengar kalimat terakhir Dinda ,ia begitu benci pada diri nya sendiri,kurang apa ia hingga isteri nya menyukai pria lain.
Satu Minggu Arjuna menginap di hotel tanpa siapa pun tau,ia mengurus perceraian tanpa bantuan Baim ,hingga ia mengirim kan surat perceraian ke mansion .
Di saat bersamaan ,sang mamah pun kritis dan harus di larikan ke rumah sakit di luar negeri untuk mendapatkan perawatan yang terbaik,sebagai seorang anak,ia ikut menemani Yanti dan Albert pergi ke luar negeri.
Hampir satu tahun ia merawat Yanti di sana tanpa bisa meninggalkan Yanti,karena kondisi nya yang terus menurun hingga Yanti di nyatakan meninggal dunia tanpa bisa di selamat kan.
Arjuna begitu terpukul dengan kepergian Yanti,ia pun ingin pulang saat jadwal kelahiran Dinda ,namun ia tak bisa karena memikirkan keadaan Yanti saat itu.
Setelah kepergian Yanti,Arjuna pulang ke negara asal nya, sedang kan Albert menetap di sana seorang diri .
Arjuna kembali dengan kenyataan yang di berikan oleh Baim, tentang kesalahpahaman ia dan Dinda kala itu,Arjuna tak bisa lagi memperbaikinya ,karena sebelum pergi ia telah mengirimkan surat perceraian yang telah Dinda tanda tangani.
Menyesal dan ingin kembali pun tak ada guna,karena tak semudah itu ia kembali atas kesalahan yang ia buat,ia telah menelantarkan Dinda dan bayi nya ,ia sadar betul di mana letak kesalahannya.
sering kali Arjuna mencoba mencari dan mengintai Dinda di seberang butik nya ,namun ia tak bisa menemukan Dinda .
pernah ia pulang ke mansion,namun bukan Dinda yang ia dapati,rumah itu sudah berpindah tangan ,ya benar mansion itu telah Dinda jual.
🌹🌹🌹🌹
Bantu like
komentar
vote
biar tambah semangat update nya
__ADS_1
karena menulis itu perlu enegi besar ,mari saling mendukung