
Dinda telah selesai mandi dan tepat saat itu Arjuna datang membawa beberapa tenteng kantong belanjaan yang berisi pesanan Dinda dan jangan lupa cemilan malam,karena ia tau malam ini bukan malam yang bisa membuat mereka lupa segala nya,pasti malam ini akan mereka lalui dengan banyak perbincangan ,dan pasti nya beberapa cemilan akan sangat menemani malam mereka.
Tok
Tok
Tok
Arjuna mengetuk kamar mandi pelan,ia tau jika Dinda sedang berada di dalam.
"Sayang,ini pesanan mu..!" Ucap nya.
Dinda membuka sedikit pintu dan mengambil nya sambil mengucap kan terimakasih.
"Terimakasih ka...ehhmmm makasih sayang..!". Tulus Dinda mengucapkan kata yang membuat nya canggung dan belum terbiasa itu.
Saat Dinda akan menutup pintu,mendadak Arjuna menghalangi itu.
"Aku tidak terima ucapan terimakasih seperti itu..!" Goda Arjuna .
"Hhmmm...aku tak memiliki apa pun sekarang,tapi nanti kita bicara lagi,aku harus berpakaian dulu..!" Balas Dinda yang masih menahan pintu agar tak terbuka.
"Baik lah,aku menunggu rasa terimakasih mu yang lain..!" Kata Arjuna kemudian berlenggang pergi dari sana .
Menghidupkan lampu yang tadi nya hanya temaram saja,bukan hanya itu,ia kembali melepas celana panjang nya dan duduk di sofa sambil menunggu Dinda keluar.
"Hhmm..sial sekali aku malam ini ..!" Gumam nya sambil menatap ranjang pengantin yang penuh dengan taburan bunga.
Dinda keluar dengan piama tidur yang baru di belikan Arjuna ,semua serba baru ,karena memang ia tak menyiapkan pakaian Dinda seperti rencana nya,licik bukan.
"Bagaimana,apa kau suka pakaian nya..!" Tanya Arjuna yang melihat Dinda keluar dari kamar mandi.
"Hmmm,semua pas..!" Cicit Dinda yang berjalan ke arah Arjuna .
"Jelas pas,aku masih ingat warna kesukaan mu,dan yang lebih penting,aku ingat ukuran nya...!" Goda Arjuna yang membuat Dinda malu.
"M*sum..!" Ucap Dinda dengan pelan.
__ADS_1
"Kau mengatai suami mu seperti itu,ah kau ternyata berani sekarang..?" Balas Arjuna yang masih menatap Dinda di samping nya .
"Tidak,aku hanya....!"
Pandangan mereka bertemu saat Dinda tanpa sengaja berpaling ke arah Arjuna yang memang sejak tadi menatap nya tanpa berkedip.
Cup
Arjuna menarik tengkuk Dinda tanpa permisi ,dengan lembut ia menyesap bibir mungil Dinda.
Cukup lama Arjuna melakukan nya sampai di mana Dinda memukul nya beberapa kali karena hampir tak bisa bernafas di buat nya .
"maaf...!" Ucap Dinda dengan wajah memerah sambil menghirup pasokan udara.
Arjuna mengusap bibir nya dengan jari jempol nya sambil tersenyum menatap ke arah Dinda .
"Kau lucu sekali,kenapa masih gugup dan kenapa wajah mu juga merah..!" Ejek Arjuna yang merasa lucu dengan Dinda ,padahal ini bukan yang pertama bagi mereka,namun Dinda masih seperti dulu saat pertama mereka dekat.
Dinda hanya diam dan tersenyum malu menanggapi ucapan Arjuna .
"sudah lah,aku akan mandi dulu,makin gerah kalau lama-lama melihat wajah mu yang seperti itu..!" goda Arjuna kembali sambil tertawa lepas meninggal kan Dinda yang masih tertunduk.
Ada perasaan canggung yang masih Dinda rasa kan setelah lima tahun lama nya ,ia seperti baru mengenal Arjuna ,ia pun juga merasa jika Arjuna sekarang lebih banyak bicara dan bercanda pada nya,beda dari Arjuna dulu yang terlihat masih sedikit kaku.
Di tengah lamunan nya,Dinda di kaget kan dengan ulah Arjuna kembali.
"ahhhh...!" teriak Dinda yang kaget saat Arjuna tiba-tiba merebahkan kepala nya di pangkuan Dinda yang sudah duduk di atas kasur.
"kenapa berteriak lagi sayang..!" tanya Arjuna tersenyum sambil mendongak.
"kau mengagetkan ku..!" jawab Dinda yang memukul pelan lengan Arjuna .
"kau ,kenapa melamun..apa yang kau pikir kan..?" tanya Arjuna kembali dengan tangan besar nya menggenggam tangan Dinda .
"tidak..aku hanya memikirkan anak-anak,apa ia tidak merepotkan papah..?" tanya Dinda kembali.
"tidak perlu di pikir kan,papah sangat senang bertemu Lee,dan ini moments yang sangat papah rindu kan,sayang terimakasih atas semua nya..!" jawab Arjuna sambil sesekali mencium tangan Dinda yang di genggaman nya.
__ADS_1
"terimakasih untuk apa..?" ucap Dinda .
"terimakasih atas semua nya, terimakasih atas cinta dan kesempatan ini,dan terlebih terimakasih karena kau sudah menjaga Lee selama ini,maaf kan aku..!" lirih Arjuna yang menjadi melow.
"kenapa berkata begitu lagi,aku sudah melupakan semua nya, sekarang jangan berkata maaf lagi,aku hanya ingin merajut masa depan bersama,kita tinggal kan masa lalu itu,kita akan bahagia bersama Lee dan Tasya ..!" ucap Dinda menangkup ke dua pipi Arjuna dengan tangan lentik nya.
"hhhmmm,aku mencintaimu...!" tambah Arjuna yang kembali menarik tengkuk Dinda hingga menunduk dan menyesap kembali bibir yang selama ini ia rindu kan.
"apa kau sudah mengantuk..?" tanya Arjuna saat sudah melepaskan bibir nya.
Dinda menggeleng, "aku hanya merasa sedikit lapar..!" cicit Dinda yang masih merona akibat ciuman tadi.
"hey,kenapa wajah mu masih seperti itu,bukan kah kita sudah pernah melakukan nya,kau masih malu dengan ku..?" goda Arjuna .
"ayo kita makan dulu,aku sudah memesan makanan saat kau mandi tadi..!" ucap Arjuna menarik Dinda ke arah balkon yang begitu indah,di mana dari situ terlihat gedung yang menjulang tinggi,serta lampu yang terlihat cantik sat di tatap di ketinggian nya.
"kau suka..?" tanya Arjuna saat menarik kursi
"kenapa hanya satu kursi..lalu aku duduk di mana...?" tanya Dinda yang melihat Arjuna telah duduk pada kursi .
"kau duduk di sini..!" jawab Arjuna menepuk paha nya sambil menggapai tangan Dinda .
Dinda menurut patuh,ia duduk dan langsung di suguh kan oleh Arjuna piring yang telah terisi.
"ini waktu bersama kita yang pertama kali,jadi kau harus menyuapi ku makan,kita makan bersama ..!" ucap Arjuna.
mereka makan bersama dengan di iringi candaan di bawah langit malam yang begitu indah,tak ada yang menyangka jika sebelum ini,mereka telah melalui banyak kerikil kehidupan,terjatuh dan hampir menyerah,menyerah pada waktu yang telah membuat nya sakit dengan keadaan,tak ada yang salah,hanya waktu nya saja yang tak tepat,jika pun mereka bisa memilih,mungkin mereka tak pernah melewati masa itu dan tak akan pernah mau,tapi hidup terus berjalan sesuai kodrat nya,apa yang terjadi memang harus terjadi,dan yang nama nya jodoh,tak akan bisa di hindari,meski sudah lari ke ujung dunia pun,tetap pada akhir nya semua akan bertemu di jalan yang tepat.
🌹🌹🌹
Semangat puasa
like
komentar
vote
__ADS_1
see u...☺️☺️