
Hari terus berganti, semakin dekat dengan hari pernikahan. Seperti pernikahan pada umumnya , Arjuna dan keluarga menyiapkan semua nya, sebenarnya semua berat dengan keputusan ini,namun itu semua permintaan terakhir Cantika yang ingin mereka wujud kan.
Tiba saat mereka semua berkumpul di tempat sakral , Arjuna memutuskan untuk melakukan ijab kabul di sebuah mesjid dekat dengan rumah nya.
Dinda sudah duduk di samping Arjuna,dia terus menunduk kan kepala,dia takut orang berfikiran macam-macam tentang diri nya.
Sah...Sah...Sah...
semua merasa haru setelah mendengar kata itu,yaa sekarang Dinda sudah resmi menjadi isteri dari Arjuna. Dinda mencium tangan Arjuna yang di balas Arjuna dengan kecupan di kening Dinda.
Tidak ada pesta mewah,Dinda dan Arjuna sudah memutuskan bersama untuk mengadakan proses ijab kabul sederhana saja.
Saat siang semua sudah pulang dan Arjuna juga membawa Dinda ke rumah nya. Arjuna bersikap biasa ,tidak ada yang berubah.
Sampai di depan pekarangan rumah nya, Arjuna turun bersama Dinda,mereka masuk beriringan. Dinda masuk ke kamar yang biasa dia tempati saat dulu Cantika mengajak nya menginap,sama dengan Dinda, Arjuna pun berlalu ke kamar atas nya.
__ADS_1
Dinda berganti pakaian yang sudah ada di lemari itu,karena Dinda sudah meninggal kan beberapa pakaian nya di rumah itu sejak Cantika membawa nya ke sana.
Tok..tok..tok...
Terdengar ketukan pintu kamar Dinda,dia membuka nya,disana tampak Arjuna yang berdiri.
"Bisa kita bicara sebentar Din ..?" Tanya Arjuna.
Dinda mengangguk dan mengikuti langkah Arjuna ke dalam ruang kerja nya. Arjuna menyuruh nya duduk di kursi depan meja kerja nya.
"kau juga tau,aku sangat mencintai almarhum isteri ku,tapi aku tidak akan mengecewakan mu,aku tidak akan bermain wanita di luar sana,hanya kau yang berstatus isteri sah ku sekarang..!" tambah Arjuna berusaha memberikan pengertian pada Dinda.
"aku tau kakak dan paham situasi nya,kakak tidak perlu khawatir...!" ucap Dinda.
Setelah pembicaraan itu, Arjuna mendapatkan telepon dari Baim untuk segera menyusul nya ke cafe karena ada klien yang ingin bertemu.
__ADS_1
Arjuna terlihat tergesa menuruni tangga dan melewati Dinda yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.
Awal nya Arjuna berlalu begitu saja,tapi kemudian dia berbalik dan menatap Dinda yang sedang duduk."Din,kakak keluar sebentar ada meeting mendadak,kau baik-baik di rumah " ucap nya sambil mengacak rambut Dinda.
Arjuna sudah terbiasa dengan sikap yang terbuka pada Dinda karena dia sudah menganggap Dinda adik nya sendiri seperti yang pernah dikatakan almarhum isteri nya.
Dinda merasa kesepian di rumah sebesar itu,dia ke dapur untuk memasak sesuatu,disana sudah ada pelayan.
"Bibi masak apa,biar saya bantu.." ucap Dinda dari belakang.
"nyonya mengagetkan saja,,bibi kira siapa..?" kata pelayan itu
"ini Dinda bibi,jangan panggil Dinda begitu..panggil Dinda saja seperti dulu.." balas Dinda dengan senyum.
"mana bisa begitu nyonya,nanti tuan marah sama saya..!" bela pelayan itu. Memang semua pelayan di rumah itu tau kalau Arjuna sudah menikahi Dinda,dan Arjuna ingin semua pelayan disana menghormati Dinda seperti menghormati Cantika dulu,karena sekarang Dinda adalah isteri nya dan Nyonya di rumah itu.
__ADS_1