
Arjuna kembali ke kantor setelah Dinda menghabis kan coklat panas nya.
"Apa semua sudah siap..?" Tanya Arjuna pada Baim yang sedang menunggu nya di depan lift.
Baim hanya mengangguk mengiyakan,namun di hati nya terus menggerutu tentang itu.
"Semua sudah siap sejak tadi,anda saja yang hilang entah kemana..!" Gerutu Baim dalam hati nya.
"Kau mengumpat tentang ku..?" Tanya Arjuna menatap Baim dengan tajam.
"Saya tidak berani tuan..!" Jawab Baim berbohong.
Meeting pagi itu berjalan alot ,karena ada beberapa masalah kecil yang membuat Arjuna marah.
Arjuna membanting pintu ruangan nya dengan keras,hingga membuat para karyawan yang berada satu lantai dengan nya kaget dan saling menatap satu sama lain.
"Apa yang terjadi dengan para marketing itu,mengapa semua laporan nya berbeda satu sama lain,apa sebelum nya juga seperti ini hingga terjadi penurunan di pasaran..?" Tanya Arjuna yang marah.
"Saya akan menyelidiki nya tuan,saya rasa ada yang bermain pada strategi pemasaran kita kali ini..!" Jelas Baim yang menunduk
Arjuna diam untuk meredam emosi nya yang memuncak.
Di rumah,Dinda tengah asik menyiram tanaman,dengan perut buncitnya , Dinda dengan lincah berlenggak lenggok ke sana ke mari menghampiri tanaman yang tersusun rapi di halaman belakang.
__ADS_1
"Mang,tolong ambilkan selang yang panjang,aku akan menyiram tanaman ini..!" Pinta Dinda pada tukang kebun rumah nya.
"Jangan Bu,biar saya saja,nanti tuan marah ,Ibu istirahat di kursi itu saja..!" Pinta pelayan itu.
Namun Dinda kekeh dengan keinginan nya, terpaksa pelayan itu mengiyakan dan mengambil kan selang yang dipinta Dinda.
Dinda tengah asik menyiram tanaman sambil bersenandung kecil.
"Sudah hampir siang,aku akan makan siang dulu..!" Ucap Dinda yang menaruh kembali selang itu dan berlalu ke dalam.
Dinda makan seorang diri sambil memanggil Arjuna melalui video call.
"kenapa kakak tidak mengangkat telepon ku..!" Gumam Dinda sambil mengerutkan kening.
Di kantor Arjuna tengah sibuk di depan laptop nya,hingga tak menyadari handphone di samping nya terus berbunyi.
Dreeettt...
Getaran penuh handphone Baim membuat nya mengambil handphone dari dalam saku nya,tertera nama Dinda yang sedang menelpon, Baim mengangkat telepon itu.
"Hallo...?" Ucapan Baim terhenti saat Arjuna menatap tajam ke arah nya.
"Sudah ku katakan berulang kali,jangan menerima telepon saat sedang bekerja,kau ingin aku pecat...?" Teriak Arjuna yang membuat Dinda membeku di ujung telepon karena mendengar teriakan suami nya itu.
__ADS_1
Baim gelagapan mendapatkan ancaman dari Arjuna.
"Ini...nyonya...!" Ucap Baim takut Arjuna memecatnya.
Arjuna membulat kan mata nya,dia berdiri mengambil handphone Baim lalu mengecek ,benar di sana terdapat nama Dinda sedang memanggil.
"Sayang..!" Ucap Arjuna memanggil Dinda,namun tiba-tiba panggilan itu terputus sebelum Arjuna sempat mengatakan apa pun.
Arjuna kembali menatap tajam pada Baim.
"kenapa kau tidak mengatakan jika itu Dinda..?" tanya Arjuna yang kesal karena Dinda pasti mendengar teriakan nya pada Baim.
"aku baru akan mengatakan nya,tapi anda buru-buru berteriak memarahi ku..!" jelas Baim.
Arjuna kembali duduk dan mengambil handphone nya sendiri,terlihat 5x panggilan video tak terjawab dari Dinda.
ssshhiittt umpat Arjuna yang kesal karena tak tau Dinda menelpon nya.
Arjuna kembali pada laptop nya berusaha lebih cepat menyelesaikan pekerjaan nya.
"aku akan pulang lebih awal,kau siap kan semua materi yang aku kirim kan ke email mu..!" ucap Arjuna tanpa melihat ke arah Baim yang terus menunduk.
🌹🌹🌹
__ADS_1
stay terus kakak
mampir juga ya ke "Cinta Nayna" jangan lupa tinggal kan dukungan kakak semua