Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Meeting


__ADS_3

"kak,kenapa aku merasa jika Feby menyukai kakak..?" Tanya Dinda yang kini tengah berada di pelukan Arjuna,mereka mengobrol sebelum tidur.


"Benar kah kau merasa seperti itu...?" Jawab Arjuna.


"Hhhmmm..!" Angguk Dinda tanpa bersuara.


"Aku melihat bagaimana ia menatap kakak waktu di kantor..!" Jelas Dinda.


Arjuna tidak menjawab,ia hanya diam membenarkan perkataan Dinda,ia tak peduli ,namun isteri nya itu seperti khawatir tentang sesuatu yang tidak di inginkan.


"Biar kan saja,kakak tidak peduli,kakak tidak tertarik dengan wanita lain..!" Ucap Arjuna menenangkan Dinda.


"Sudah,tidur lah,jangan berpikir macam-macam lagi,kakak tidak mau kau terlalu memikirkan banyak hal..!" Tambah Arjuna mengelus punggung Dinda sambil memejamkan mata.


Pagi hari.


"Sayang,sore ini aku ada meeting di luar bersama kolega dari jepang, kemungkinan akan pulang malam..!" Ucap Arjuna memberi tahu Dinda yang sedang memasang kan dasi untuk nya.


"Baik lah,,ingat kakak jangan terlalu lelah di kantor ,aku ga mau kakak sampai sakit..!" Kata Dinda memberikan perhatian pada suami nya itu.


Dinda mengantarkan Arjuna sampai teras , sebelum berangkat Arjuna berpamitan lebih dulu pada Dinda.


"Din,aku berangkat sekarang,ingat vitamin mu dan juga jangan terlalu lelah,di kamar saja..!" Pesan Arjuna pada Dinda di depan nya,kemudian ia berjongkok di depan Dinda untuk mensejajarkan dengan perut buncit Dinda "sayang,papah kerja dulu,jaga mamah di rumah,jangan nakal di dalam sana,nanti malam papah tengok 😅..!" Tambah Arjuna yang mendapat tepukan kecil di pundaknya.


Arjuna mengecup kening Dinda sebelum memasuki mobil.


Dinda berlalu ke kamar setelah mengantarkan Arjuna pergi.


Di kantor


Masih tetap dengan rutinitas yang sama,semua orang tengah sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


Arjuna pun sedang berkutat di muka laptop di ruangan nya dengan tenang,hingga suatu ketukan membuyarkan keheningan ruangan nya.


"Masuk..!" Ucap Arjuna tanpa menoleh.


Pintu terbuka dengan pelan, menampakkan Feby yang menangis .

__ADS_1


"Tuan....!" Ucap Feby yang menahan tangis.


Arjuna mendongak menatap arah suara yang tak biasa.


"Apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna mengerutkan kening melihat Feby di depan nya.


"Anak saya sedang di rumah sakit,bisa kah saya ijin pulang sebentar,tapi saya janji akan ikut meeting di luar nanti sore bersama kolega dari Jepang itu..!" Jelas Feby dengan sesegukan.


"Pulang lah,tidak usah memaksa,untuk meeting itu aku bisa menangani nya...!" Kata Arjuna,tapi Feby masih tetap kekeh untuk tetap hadir di meeting itu.


Siang hari saat jam makan siang berlangsung,Dinda menelpon Arjuna yang berada di kantor,mereka mengobrol sambil makan siang bersama melalui video call,banyak hal yang mereka bicara kan tentang perkembangan kehamilan Dinda dan pekerjaan kantor Arjuna,ke dua nya saling bertukar cerita.


"cepat habis kan makan mu dulu,terus minum vitamin nya dan tidur..!" Ucap Arjuna memberi perhatian pada isteri nya di balik telepon.


"Iya sebentar lagi selesai,kakak lanjut kan saja pekerjaan nya,aku masih ingin makan buah dulu..!" Kata Dinda.


Arjuna tersenyum sambil menggeleng pelan mendengar Dinda yang tak habis nya memakan apa pun yang ia ingin kan,***** makan Dinda bertambah semenjak kehamilan nya dan tidak di pungkiri jika tubuh Dinda bertambah besar,namun Arjuna tak mempermasalahkan nya,asal makanan yang Dinda makan adalah makanan yang sehat dan bergizi untuk Dinda dan bayi yang di kandung nya.


"ok selamat menikmati buah segar nya ibu hamil yang cantik..!" Ucap Arjuna sambil menggoda Dinda di seberang sana.


"Hhhm baik lah,kau harus makan malam,jangan menunggu ku terlalu lama, istirahat di kamar saja,akan ku usaha kan cepat selesai,love you...kakak kerja dulu..!" Balas Arjuna yang dapat anggukan dari Dinda di telepon.


Setelah acara keromantisan melalui telepon,kini saat nya Arjuna kembali menyelesaikan beberapa dokumen yang akan di bawa saat meeting nanti malam.


Sampai sore hampir tiba,Arjuna memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian ,ia memang menyiapkan beberapa baju ganti di ruang pribadi nya yang ada di kantor nya.


"Lelah sekali..aku akan berendam sebentar supaya lebih segar..masih 2 jam lagi sebelum meeting itu..!" Gumam Arjuna sambil merenggangkan otot-otot tangan dan lehernya yang terasa pegal.


Arjuna mengunci ruang kerja nya dan menutup tirai yang menghubungkan ruang kerja nya dan luar tempat para karyawan berlalu lalang.


Arjuna melepaskan baju nya satu persatu,kemudian berendam sambil memejamkan mata nya yang terasa lelah.


Setelah satu jam,Arjuna membilas tubuh nya yang penuh dengan sabun ,ia mengguyur tubuh nya di bawah shower ,kemudian mengambil pakaian yang sudah tersedia di lemari .


Kini Arjuna telah bersiap berangkat ke tempat yang di maksud untuk meeting,ia membuka ruang kerja nya sambil menenteng beberapa dokumen di tangan nya.


"Kau..!" Ucap Arjuna kaget saat melihat Feby sudah berada di luar ruangan nya.

__ADS_1


"Seperti janji saya,saya akan ikut meeting penting ini,mari saya bantu membawa dokumen nya..!" Kata Feby mengambil alih beberapa dokumen di tangan Arjuna.


Wangi maskulin yang menyegarkan dapat Feby cium saat berdekatan dengan Arjuna,sungguh dalam hati nya,ia ingin memeluk lelaki di depan ini .


"Makin dekat,makin aku jatuh cinta pada nya,sabar sebentar lagi aku akan berhasil..!" Batin Feby menatap Arjuna yang berjalan di depan nya.


Tiba di restoran yang di maksud ,Arjuna masuk beriringan ke ruang pribadi yang sudah di pesan untuk meeting sore itu.


Di ruangan itu bukan hanya Arjuna dan Feby,namun sudah ada rekan bisnis dari Jepang yang sampai lebih dulu.


Pembahasan yang cukup alot membuat Arjuna sedikit tak bersemangat lagi karena di nilai nya kurang bersahabat,namun berkat sikap cekatan dan kinerja yang cukup bagus dari Feby,membuat sebuah kesepakatan akhir yang membuat ke dua belah pihak berjabat tangan dan menandatangani kerja sama bersama.


Arjuna dan Feby keluar bersama saat urusan mereka selesai,namun saat di depan parkiran, tiba-tiba tubuh Feby terjatuh di lantai,semua orang melihat itu dan berdatangan.


Arjuna yang masih bersama nya merasa bertanggung jawab atas karyawan ,ia membawa Feby kerumah sakit terdekat seperti saran orang-orang .


Saat di perjalanan Feby tersadar dari pingsan nya.


"Maaf kan saya merepotkan Anda...!" Kata Feby menatap Arjuna yang sedang fokus mengemudi.


"Apa benar kau baik-baik saja..?" Tanya Arjuna.


"Benar,saya hanya kelelahan..saya ingin langsung pulang saja..!" Jawab Feby.


Arjuna menuruti permintaan Feby mengantarkan nya pulang,hingga di depan rumah yang di tunjuk Feby tengah berdiri seorang wanita paruh baya yang menggendong anak kecil berumur sekitar 2 tahun lebih.


Feby turun dari mobil nya dan menawarkan Arjuna untuk mampir,namun di tolak Arjuna.


"Daddy.." Teriak anak kecil yang sedang di gendong Feby.


🌹🌹🌹🌹


Panjang kaya kereta api yaa hari ini


terus dukung karya ini


tolong like nya kakak semua

__ADS_1


__ADS_2