Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mall


__ADS_3

" awwww.." pekik Dinda saat ia merasa kan keram pada perut nya,ini belum satu jam ia berjalan-jalan di mall bersama Angel.


"kau kenapa..?" tanya Angel yang sedikit panik mendengar pekikan Dinda di samping nya.


"perut ku tiba-tiba keram..!" ucap Dinda dengan sedikit terbata.


Angel membantu Dinda duduk di sudut mall itu,kemudian ia memberikan botol minum.


"minum dulu,kau pasti kelelahan..!" kata Angel membukakan tutup botol air mineral milik nya.


dengan pelan Dinda minum dan bersandar pada tembok besar di sana.


"sebaik nya kita pulang saja,Juna akan marah jika tau kau seperti ini..!" jelas Angel,namun Dinda menggeleng tidak setuju.


"sebentar lagi,aku masih ingin di sini,ku mohon jangan beri tau kakak tentang ini..!" pinta Dinda sedikit memelas.


"tapi perut mu,aku tak ingin mengambil resiko apa pun,pokok nya kita pulang..!" tekan Angel.


"aku baik-baik saja,ku mohon, ini pertama kali nya aku di beri ijin oleh kakak keluar bebas tanpa nya, sebentar lagi,ku mohon..!" ucap Dinda dengan memelas iba.


"baik lah,tapi kita duduk di cafe sana saja,kau bisa berjalan..?" tanya Angel.


Dinda mengangguk dan mereka berjalan ke cafe seberang dengan pelan.


"duduk lah,aku akan memesan kan makanan untuk mu..!" ucap Angel berlalu dari meja .


ddddrrtt


handphone Dinda bergetar dengan nyaring,ini bukan panggilan pertama dari Arjuna,namun ini mungkin sudah hampir 10 kali .


"kau di mana..apa belum pulang..?" tanya Arjuna di seberang telepon sana.


"aku sedang makan bersama dokter Angel, sebentar lagi akan pulang..kakak ingin aku belikan apa..?" tanya Dinda


"tidak ada,kau cepat pulang,jangan terlalu lelah dan banyak berjalan..!" pesan Arjuna kemudian mematikan telepon nya.


"Juna lagi..?" tanya Angel yang baru duduk di kursi nya sambil membawa nampan berisi 2 cup es cream dan kentang goreng.


"hhhmmm..!" gumam Dinda merasa tak enak pada Angel karena sedari tadi seperti di awasi.


"posesif sekali dia,sama seperti..dulu...!" kata Angel memelankan ucapan terakhir nya.


Dinda menatap Angel yang memalingkan wajah dan mengaduk es cream nya tanpa sadar berserakan.


"es nya jatuh..!" ucap Dinda memberitahukan.


"maaf..aku tak melihat...!" kata Angel membersihkan beberapa sendok es yang jatuh.


Dinda menatap dalam ke mata Angel,ada hal lain yang Dinda lihat dari mata itu,sebuah penyesalan,dan rasa sedih di sana,ada apa batin Dinda berucap,namun itu bukan porsi untuk nya menanyakan hal sensitif seperti itu.


"habis kan lah es cream mu,setelah ini kita akan pulang,aku takut suami mu mengomel pada ku..!" canda Angel dengan senyuman manis nya.

__ADS_1


Mereka pulang bersama di tengah gerimis hujan yang memadati kota ,sedikit sepi,mungkin karena hujan yang mengguyur ,membuat sebagian orang enggan untuk keluar rumah.


"kenapa jalanan nya gelap sekali..!" ucap Dinda


"seperti nya di depan sedang ada perbaikan lampu jalan..!" jawab Angel yang masih menatap lurus ke depan.


"kita pelan-pelan saja..!" sahut Dinda .


Jalanan sedikit licin,keadaan pun sedikit lenggang karena tak banyak orang berkendara,lampu mobil menyala,menyorot tajam jalanan di depan,namun itu tak menjamin keamanan mereka,dari arah berlawanan,terlihat sebuah truk melaju kencang dan sedikit oleng ketika di persimpangan jalan.


tiiiitttt


bruukk


prankkk


Tabrakan besar tak dapat di elak,beberapa mobil nyaris rusak parah dan pecahan kaca berserakan di tengah jalan yang basah akibat hujan.


Banyak orang berkerumun di sana,melihat keadaan beberapa korban yang tergeletak di jalan dan beberapa dari mereka masih terjebak di dalam mobil.


Mansion Arjuna.


Jam hampir menunjukkan pukul setengah sembilan malam,namun Dinda tak kunjung sampai di mansion,ini sudah satu jam lebih saat Dinda bilang dalam perjalanan pulang.


"kenapa belum sampai..!" ucap Arjuna yang gelisah di depan balkon kamar nya,sesekali ia berdiri menatap pagar tinggi kokoh di depan sana,berharap Dinda datang.


Tut


Tut


Tut


prraangg


tiba-tiba terdengar suara pecahan dari dalam kamar nya,ia berjalan cepat untuk mencek keadaan di dalam,terlihat foto pernikahan nya bersama Dinda jatuh dan pecah.


deg


jantung Arjuna berpacu cepat,entah ada apa,namun rasa takut tiba-tiba menelisik di hati nya,ia menutup mata mencoba tenang dan membuang pikiran buruk nya.


"bibi,tolong bersih kan kamar ku..!" pinta Arjuna saat keluar dari kamar nya,ia menuju ruang kerja nya dan kembali menghubungi Dinda namun masih sama,handphone nya tetap tak bisa di hubungi.


Di sebuah taman yang begitu penuh dengan bunga dan kupu-kupu cantik,Arjuna berjalan menyusuri satu persatu pohon rindang di sana,mencari arah tawa yang ia dengar,ia kenal suara ini,namun ia tak mendapati di mana orang nya.


Senandung wanita cantik yang tengah menidurkan seorang bayi di pangkuan nya,mengagetkan Arjuna .


"Dinda ..!" gumam Arjuna kecil dan menghampiri nya.


"ini ....!" ucap Arjuna menggantung.


Dinda mengangguk sambil tersenyum dan memberikan bayi mungil itu ke pangkuan Arjuna .

__ADS_1


"dia tampan bukan,sangat mirip seperti kakak..!" ucap Dinda yang duduk di samping Arjuna .


Arjuna tak henti-hentinya tersenyum kagum menatap sosok malaikat mungil di pangkuan nya itu,namun sepersekian detik ia merasa ada yang aneh.


"kau melahirkan..kenapa,bukan kah ini belum waktu nya..!" tanya Arjuna bingung.


Dinda tak menjawab,ia hanya tersenyum sambil mengelus pelan wajah tampan Arjuna .


Telapak tangan Dinda yang pucat Pasih dan terasa dingin menambah kebingungan Arjuna makin bertambah.


"kau baik-baik saja..!" tanya nya kemudian.


Dinda tersenyum lagi seolah enggan menjawab segala nya.


tok


tok


tok


ketukan pintu membangun kan Arjuna yang tengah terlelap di ruang kerja nya,nafas nya terlihat naik turun,dengan keringat dingin di pelipis nya,ia menatap jam dinding .


"aku tertidur..!" gumam nya yang sadar kalau ini hampir pukul 12 malam.


Ia begitu senang membuka pintu ruang kerja,karena merasa itu Dinda.,namun ia salah.


"bibi ..!" ucap Arjuna


"maaf mengganggu tuan,di depan ada polisi mencari anda...!" jelas pelayan itu.


Arjuna mengerutkan kening,untuk apa pikir nya polisi datang ke mansion nya semalam ini.


Arjuna berjalan dengan beribu pertanyaan dalam benak nya.


"selamat malam,tuan Wiguna..!" sapa polisi di depan nya.


"ada yang bisa saya bantu...?" ucap Arjuna merasa bingung.


"saya hanya ingin mengkonfirmasi untuk sebuah mobil yang menjadi salah satu korban kecelakaan di jalan X pukul 7 malam,apa wanita ini benar isteri anda..?" tanya polisi yang menyodorkan KTP Dinda pada Arjuna.


deg


🌹🌹🌹🌹


Maaf lama up nya


Lagi drop lagi neh..


tetap dukung cerita ini


like..koment..dan vote yaa

__ADS_1


__ADS_2