Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
150


__ADS_3

"sudah lah,bodoh amat..aku kan isteri nya,ga papa lah merayu nya..yang penting bisa ketemu Lee dan keluar dari hotel ini..!" Gumam Dinda yang telah bertekad akan menggunakan rayuan nya untuk membujuk Arjuna .


Masih memakai handuk sebatas dada,Dinda keluar dengan rambut setengah basah yang pasti akan membuat Arjuna tergoda.


"Wow...kau menggoda ku..?" Ucap Arjuna yang bersandar pada sisi ranjang nya saat melihat Dinda yang baru keluar dari kamar mandi.


Jangan tanya kan betapa gugup nya Dinda ,apa ia bisa menggunakan rayuan nya kali ini,atau ia akan malu sendiri dengan ulah nya yang konyol.


Dinda berjalan dengan santai menutupi kegugupannya sendiri


"Apa ini yang di makan masuk kandang singa,hhhmm biar lah..sudah tanggung ..!" Gumam Dinda melihat senyum Arjuna yang licik.


Arjuna membuka lebar ke dua tangan nya memberi syarat agar Dinda masuk ke pelukan nya.


Greeppp


"Kau lebih pintar sekarang..!" Bisik Arjuna mengecup pundak Dinda yang polos.


"Boleh kah kita makan siang di luar..?!" Tanya Dinda gugup.


Arjuna memicingkan mata nya ,menatap Dinda yang juga menatap nya.


"Yakin hanya makan siang..?" Tanya Arjuna dengan curiga.


"Hhhmmm...sekalian menjemput anak-anak..!" Jujur Dinda dengan senyum semanis mungkin.


"Aku sudah mengerti..tapi tetap No..kita di kamar saja selama 3 hari ini..!" Tolak Arjuna dengan wajah datar yang masih menatap Dinda.


"Ayo lah sayang,aku akan bosan jika tidak melakukan apa pun,dan Lee..aku tak bisa untuk tak melihat nya ..ku mohon..!" Bujuk Dinda dengan mata sayu yang tak mungkin dapat Arjuna tolak.


"Huh..kau membuat ku gila ...!" Gumam Arjuna kecil sambil menunduk menyembunyikan wajah nya di pundak Dinda.


"Boleh ya..habis itu kita balik ke hotel lagi..aku janji akan menuruti keinginan mu juga sayang..!" Rayu Dinda dengan sangat meyakinkan.


Arjuna mengangkat wajah nya dan tersenyum di sana.


"Baik lah, sekarang beri kan aku ciuman..!" Ucap Arjuna yang membuat Dinda berkedip kaget.


Arjuna sudah menutup mata ,menunggu Dinda ..namun sungguh Dinda di buat malu, bagaimana mencium lelaki di depan nya ini.

__ADS_1


"Cium di pipi saja lah..lebih aman..!" Gumam Dinda kecil sambil menatap Arjuna yang sudah memejamkan mata nya.


Cup


"Makasih sayang..!" Ucap Dinda saat sudah mengecup pipi Arjuna di kiri.


"Aku tidak menyuruh mu mencium ku di sini ,tapi di sini..!" Tunjuk Arjuna pada bibir nya.


Glleekk


Dinda menelan ludah nya kasar, bagaimana bisa di sebut ciuman saja,itu tak akan berakhir dengan mudah, bisa-bisa menjalar ke lain tempat,dan jangan lupa kan tangan Arjuna yang akan bermain aktif nanti nya,membayang kan itu membuat Dinda merinding.


"sayang,.. sudah...!". Rengek Dinda yang sedikit lelah dengan ulah nakal suami nya itu,sungguh dari tadi Arjuna terus menggagahi nya dengan aktif,meski hanya bermain saja,namun telah membuat Dinda lelah, karena Arjuna memang tak melepaskan nya sedikit pun,apa lagi kini bibir Dinda yang sedikit membengkak dan jangan lupa kan warna merah pekat yang terukir indah di leher Dinda dan sekitar dada nya,ah ini membuat Dinda sungguh malu.


"Sebentar lagi,diam lah..kau sudah menyanggupi bukan akan menuruti keinginan ku..!" Ucap Arjuna dengan suara serak nya,sungguh ia begitu menahan,namun ia masih senang jika bisa melakukan hal seperti ini,setidak nya ia tak menahan lebih banyak.


"Kemana..?" Tanya Dinda yang kaget saat tangan nya di tarik Arjuna menuju kamar mandi.


"Bantu aku menuntas kan ini..!" Ucap Arjuna .


Dinda masih bingung menurut saja,sambil memegang ujung anduk yang hampir melorot.


"Gunakan tangan mu untuk memijat nya ,aku mohon...!" Lirih Arjuna dengan wajah yang memerah menahan nya.


Dinda masih mencerna dengan lamban,hingga Arjuna kembali menarik tangan nya dan mengarah kan pada tombak sakti Arjuna yang dari tadi telah on dan tak tertuntaskan.


Wajah Dinda bertambah merah dan sungguh ia begitu malu dengan keadaan ini, bagaimana tidak,tangan nya menyentuh langsung benda pusaka sang suami yang sudah lama tidak ia lihat.


"Sayang lebih cepat..,lebih erat lagi menggenggam nya..!" Parau Arjuna yang merasakan jemari lentik itu berada di benda pusaka nya.


Dinda masih berkedip beberapa kali saat Arjuna membantu menggerakkan tangan nya .


Arjuna sudah hanyut akan keadaan ,sedikit lagi ..saat ia menatap wajah Dinda yang menunduk malu,dengan satu tangan ,ia mengangkat dagu Dinda dan..


Cup


Arjuna ******* bibir Dinda dengan lembut sambil melanjutkan permainan di bawah sana dengan tangan Dinda.


"Aarrggghhh....!" Erang Dinda kecil saat Arjuna menyusuri kembali leher jenjang nya yang begitu menggoda Arjuna.

__ADS_1


"Sayang,sudah....di sini dingin..!" Lirih Dinda.


"Sebentar lagi sayang...!" Balas Arjuna yang mempercepat tangan Dinda bergerak.


Dan....


"Aaargghhh....!" Erangan panjang Arjuna mengakhiri permainan pagi itu di kamar mandi.


Semburan itu meluber mengenai tangan dan kaki Dinda ,begitu banyak dan hangat yang dirasakan Dinda ,hingga membuat nya malu.


Arjuna bersandar pada bathub dan tersenyum melihat Dinda yang malu.


"Maaf ,kau harus melakukan ini,aku tak tahan sayang...terima kasih ya..!" Ucap Arjuna di tengah nafas yang masih memburu.


Mereka mandi bersama setelah itu,karena memang mereka akan bersiap menjemput Lee,namun Arjuna menyuruh nya untuk istirahat sebentar.


"tidur lah dulu,aku akan membangun kan mu nanti..!" pinta Arjuna saat mengangkat tubuh Dinda menuju ranjang besar.


Dinda yang memang sedikit lelah dengan kenakalan suami nya pagi ini,membuat nya mengangguk patuh dan langsung memejamkan mata nya.


"terimakasih sayang,aku mencintaimu..!" ucap Arjuna mencium kening Dinda.


dddddrrrtttt


handphone Arjuna bergetar sesaat ia telah menidurkan Dinda ,ia beralih menuju balkon agar Dinda tak terganggu.


".......!" kening Arjuna mengerut kemudian


"jangan beritahu keberadaan kami,kau bisa melakukan nya..!" jawab Arjuna kemudian mematikan telepon nya .


"maaf,aku masih tak ingin di ganggu dulu..!" ujar nya tersenyum miring menatap pemandangan kota pagi ini.


🌹🌹🌹🌹


Morning semua...


like,vote dan coment


bantu cerita nya agar lebih fav lagi🌹🌹

__ADS_1


Mampir juga ke "Cinta Nayna"


__ADS_2