
"Lee tadi itu...!" Ucap Dinda tergantung saat Lee menggeleng kan kepala nya.
"Aku ga marah ,mommy tenang saja,aku tau mommy sedang meeting bukan di tempat itu..!" Jelas Lee dengan tenang,namun ia menangkap sesuatu dari pertemuan tadi.
"Kau tau sesuatu..?" Tanya Dinda .
"Yes mom..!" Jawab Lee dengan pasti.
"Maaf kan mommy...!" Ucap Dinda kemudian.
"No,mommy tidak salah apa pun,jangan menangis,Lee mendukung segala keputusan mommy...!" Balas Lee memeluk Dinda.
"Tasya memanggil nya papa,apa itu berarti dia adik ku..?" Tanya Lee dengan gamblang.
Dinda tersenyum,namun ia tak tau harus menjelas kan apa pada Lee tentang Tasya,karena ia sendiri pun tak tau bagaimana Tasya dan Arjuna sekarang.
"Lee ,boleh kah mommy bertanya..?" Ucap Dinda dengan ragu.
Lee mengangguk sambil tersenyum.
"Kau tau jika dia papa mu, kenapa kau hanya diam dan tak mengatakan apa pun pada nya saat bertemu..?" Tanya Dinda ingin mengetahui isi hati Lee sebenarnya.
"Lee mencintai mommy,dan kehidupan papa sekarang bukan lah milik kita,jadi Lee ingin tetap seperti ini untuk saat ini..!" Jawab Lee.
Dinda paham apa yang Lee maksud,namun hati nya ikut tercubit saat anak sekecil Lee bisa mengatakan hal yang cukup bijaksana.
Pembicaraan mereka berakhir malam itu,setidak nya Dinda tenang jika Lee tidak memberikan respon negatif pada pertemuan nya dengan Arjuna,namun bukan berarti pula Dinda berharap lebih.
POV Arjuna .
__ADS_1
Aku begitu bahagia hari ini,bertemu dengan Dinda dan Lee.
Saat pertama aku membuka pintu restoran itu, sebenarnya kaki ku begitu berat untuk melangkah,namun ku berani kan diri masuk,berjalan pelan menuju meja yang di sana sudah ada wanita yang sejak sekian lama aku rindu kan.
Aku berdosa pada wanita itu,aku meninggalkan nya saat ia hamil besar,hanya karena salah paham .
Kebodohan ku di masa lalu tak akan aku ulangi,namun aku sedikit kecewa saat ia ingin meninggalkan makan siang setelah meeting itu berakhir,untung nya Lee dan Tasya cepat datang ,hingga mau ikut makan bersama ku.
Bukan hanya itu,dia masih enggan untuk menatap ku,netra nya menunduk saat bertabrakan dengan netra ku.
Ku tatap lekat wajah anak lelaki itu dengan lekat,entah mengapa ia pun tak mau menatap ku,marah kah dia pada ku,atau ia tak mengenal ku,mungkin kah Dinda tak memberi tahu kepada Lee siapa aku,entah lah,aku tak berhak menuntut semua itu atas dosa ku di masa lalu.
Dengan bersama mereka barang hanya beberapa menit saja,sudah membuat ku sedikit bahagia, terimakasih untuk hari yang begitu bahagia ini,aku akan menebus semua dosa di masa lalu,akan ku berikan kebahagiaan yang tak terhingga pada Lee dan Dinda .
Aku harus mampu membuat Dinda memaafkan ku,membuat nya kembali pada ku,tak peduli apa pun yang harus aku lalui,aku ingin memiliki nya lagi.
POV Dinda
Lima tahun adalah waktu yang tak sebentar untuk mengikis semua yang pernah ada,sakit ..tidak bahkan aku tak memiliki perasaan apa pun saat bertemu tadi siang,namun rasa canggung hadir di antara kami.
Aku menyadari kehadiran nya saat aroma mint yang tak pernah ku lupa itu,aku mengenal nya,namun hati ku tak yakin,hingga aku menatap nya ,dan benar itu dia ,orang yang telah membuat ku seperti sekarang.
Hancur,jelas tidak,aku memiliki Lee sebagai lentera hidup ku,aku bahagia bersama nya,meski terkadang aku merasa bersalah pada anak sekecil itu karena tak mampu menyuguhkan keluarga yang sempurna untuk nya.
Pertanyaan ku hanya satu,untuk apa dia hadir lagi dalam hidup ku dan Lee setelah sekian lama,apa kah murni untuk kerja sama,namun semua nya tak bisa ku terima seperti itu saja,boleh kah aku berpikir egois saat ini dan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan,tidak ..aku bukan orang seperti itu.
Untuk apa lagi dia datang dengan menyuguhkan pemandangan tentang seorang papa dan anak nya Tasya yang begitu bahagia,aku dan Lee tak perlu melihat itu,kami pun tak ingin tau kebahagiaan mereka.
Aku ingin menghindari semua nya,tapi sekali lagi,aku tak boleh egois,ini menyangkut kesejahteraan karyawan toko ku, setidaknya dengan kerja sama ku dengan perusahaan Kaka,bisa membuat para karyawan di butik lebih semangat bekerja karena pesanan mereka yang tak sedikit,Kaka juga memberikan upah yang sangat besar hingga aku bisa memberikan bonus untuk karyawan ku.
__ADS_1
Aku menyadari dengan kerja sama ini,aku dan Kaka akan lebih sering bertemu,tapi aku takut jika sewaktu-waktu ia menuntut tentang Lee ,bahkan tadi siang ia sempat membahas tentang Lee namun dengan cepat aku memotong pembicaraan nya dan pergi dari sana,aku harap lain waktu pun ia tak membahas itu lagi pada ku.
POV Lee
Ini pertemuan ke dua ku dengan papa,aku bahagia namun aku masih tak berani menatap nya atau menyapa nya langsung.
Seperti nya papa orang yang begitu penyayang,terbukti dari sikap nya pada Tasya,ia begitu perhatian.
Namun kenapa dengan ku tidak seperti itu,papa bahkan tidak menawari ku makanan dengan langsung,ia hanya menatap ku dan tersenyum biasa ,apa dia lupa jika aku juga anak nya.
Sedih,sedikit yang ku rasa,aku sedikit cemburu pada Tasya,namun aku tak boleh egois,Tasya masih kecil dan harus mendapatkan perhatian ekstra dari papa.
Aku sudah memiliki mommy saat ini,dan aku tak berharap lebih pada papa tentang keberadaan ku.
Aku cukup mengerti keadaan yang tak mungkin bersama seperti teman-teman ku yang memiliki mommy dan papa bersama.
Setelah pertemuan tadi siang,aku melihat ada kegelisahan di mata papa,ia diam namun aku paham sedikit ,ia terus menatap mommy dengan kelembutan.
Aku tak menuntut mommy untuk kembali pada papa,aku tak mau mommy menangis,aku ingin mommy bahagia meski tanpa papa.
marah,ada sedikit kemarahan untuk papa,aku marah kenapa papa tak pernah menemui ku meski hanya sebentar,mengapa ia seolah jauh di saat aku perlu diri nya ,namun dengan bertambahnya usia ku saat ini,aku mengerti sedikit jika itu ada alasan lain yang belum aku pahami,yang aku tau jika mommy dan papa tidak bisa bersama saat ini,aku menghormati keputusan mereka berdua.
🌹🌹
like
vote
komentar
__ADS_1
hadiah nya
semangat yang tak ada batas nya untuk tetap berkarya.