
"sayang...!" Panggil Arjuna sambil fokus menyetir.
Dinda menoleh ke samping atas panggilan sang suami.
"Kau ingin makan di mana siang ini,apa kita ke hotel saja..kita bisa makan di kamar..?" Usul Arjuna ,karena ini sudah memasuki jam makan siang,namun ia tau betul jika Dinda tak bisa berbaur dengan orang banyak dulu.
"Terserah,aku menurut saja,tapi sayang..boleh kah kita ke puncak,aku ingin ke sana,rasa nya telah lama kita tidak bepergian,sore kita akan pulang sebelum anak-anak sampai mansion..!" Usul Dinda .
Terlihat Arjuna menimbang permintaan itu, betul apa yang di ingin kan Dinda,sejak penculikan itu,Dinda terus berdiam di mansion,mungkin akan lebih baik jika Dinda ke puncak dan mendapat ketenangan di sana.
"Baik lah,aku akan menghubungi orang di puncak untuk mempersiapkan nya..!" Jelas Arjuna .
Sepanjang perjalanan,terlihat senyum Dinda terus terpancar,ia begitu bahagia,seolah tak ada beban,hingga beberapa menit berlalu,ia mulai mengantuk dan tertidur akibat angin yang begitu sejuk,ya ia sengaja membuka kaca mobil sedikit aalgar merasa langsung angin puncak.
Arjuna yang melihat itu tersenyum,ia menepi sebentar untuk memperbaiki duduk Dinda agar tidur nya lebih nyaman dan menutup kaca mobil,kemudian melajukan perjalanan yang tinggal sedikit lagi.
Saat sampai ,Dinda pun masih tertidur,ia tak terganggu sedikit pun saat Arjuna menggendong nya menuju kamar yang telah di siap kan.
Arjuna kembali ke bawah memeriksa makanan yang sudah ia suruh siapkan ,semua sesuai permintaan nya,ia kembali ke kamar lagi, membangun kan Dinda .
"Sayang,bangun dulu..kau harus makan siang..!" Panggil Arjuna lembut di samping nya.
Dinda yang merasa terusik,membuka mata,ia baru sadar kalau sudah berada di villa.
"Maaf,aku ketiduran..!" Ucap nya.
"Ayo,bangun,kita makan dulu..!" Pinta Arjuna sambil mengusap lembut kepala Dinda
Dinda masih bergelayut di tangan Arjuna ,karena memang ia masih mengantuk.
"Mau di suapi..?" Tanya Arjuna yang melihat Dinda menahan kantuk.
"Ga,,aku bisa sendiri..sini aku ambilkan makanan nya..!" Ucap Dinda .
"Tidak perlu,kau duduk di tempat mu saja,aku bisa melakukan nya..makan lah..!" Balas Arjuna.
Dinda makan dengan tenang,dengan sesekali mengambilkan lauk dan sayur untuk Arjuna.
"Kau ingin kemana lagi ..?" Tanya Arjuna saat mereka selesai makan.
"Tak ada,ini sudah dari cukup..kita pulang saja,aku takut Lee dan Tasya mencari kita saat pulang nanti..!" Jawab Dinda .
"Hhhmmm,baik lah..kita pulang sebentar lagi..!" Ucap Arjuna mengiyakan.
__ADS_1
Saat Arjuna dan Dinda telah memasuki mobil,Arjuna tak sengaja meninggalkan ponsel nya di meja makan.
"Sayang,tunggu bentar yaa,ponsel ku ketinggalan di dalam..!" Ucap Arjuna ,ia masuk meninggalkan Dinda di mobil.
Tok
Tok
Tok
Deg
Dinda terkejut mendapati sosok lelaki yang tak ia kenal mengetuk kaca mobil.
Aaaaa
Teriak Dinda menutup wajah nya,tepat saat itu Arjuna keluar
Berlari menuju mobil nya saat mendengar teriakan Dinda .
"Tuan,maaf ..ini ponsel anda..!" Ucap tukang kebun yang baru datang dengan rasa takut.
Arjuna tak mengindahkan nya,yang ia tuju hanya Dinda nya saat ini.
"Pergi...pergi...jangan mendekat..pergi..!" Teriak Dinda yang begitu takut.
Arjuna memeluk Dinda yang masih menutup wajah nya.
"Sayang..ini aku..tidak apa-apa,itu tadi hanya penjaga villa..!" Jelas Arjuna .
Tubuh Dinda yang telah bergetar itu berangsur membaik di pelukan Arjuna ,namun ia tetap menutup mata nya dengan ke dua tangan.
Arjuna yang masih memeluk nya berharap Dinda tak histeris seperti saat di hotel waktu itu,ia mengambil tangan Dinda dan menggenggam nya di sana.
"Buka mata nya sayang,ini aku..ga ada apa pun,ga ada yang bisa nyakitin kamu ,aku bersama mu..!" Bujuk Arjuna .
Perlahan Dinda mengundurkan telapak tangan nya dari wajah nya dan membuka mata.
"Saa..yyaanngg...!" Ucap Dinda terbata karena masih takut,ia masih melihat keluar mobil dan sekitar nya.
"Hei...jangan lihat apa pun,cukup lihat aku saja..kau,tenang lah..!" Tambah Arjuna sambil menangkup ke dua pipi Dinda agar menghadap pada nya.
"Maafff...aaakkuuu taaddiii...oorraanngg iiitttuu....!" Jelas Dinda terbata.
__ADS_1
"Tidak perlu di ingat lagi,kau aman bersama ku,tenang lah..!" Ucap Arjuna kembali menenangkan.
Dinda kembali memeluk Arjuna dengan rasa takut yang tersisa.
Cukup lama mereka di mobil sebelum meninggalkan villa,Arjuna harus memastikan Dinda tenang sebelum kembali ke mansion lagi.
"Sayang,maaf kan aku yang belum bisa mengendalikan diri ku,aku takut bertemu orang lain...!" Ucap Dinda yang masih betah di pelukan Arjuna.
"Tenang lah,kau akan baik-baik saja,aku akan membantu mu keluar dari rasa takut itu, sekarang lihat aku..!" Balas Arjuna yang melepas pelukan nya.
"Kau tak perlu takut pada apa pun,kau isteri ku,aku akan ada bersama mu,melawan segala nya,rasa takut dan apa pun itu,asal kau dan Lee bahagia..kau percaya pada ku bukan..?" Tanya Arjuna .
"Terimakasih..sudah sabar dengan ku,aku takut kau akan malu dengan keadaan ku yang sekarang,aku takut kau bosan..!" Jelas Dinda sedih.
Cupp
Di tarik Arjuna tengkuk Dinda dengan pelan,ia tak mau Dinda mengatakan hal bodoh seperti itu,ia marah mendengar nya.
Dengan lembut dan sedikit lumayan kecil,Arjuna menghukum Dinda yang telah berkata bodoh.
"Ini hukuman untuk mu,kau tidak boleh berkata seperti itu lagi,jika kau masih melakukan nya,aku akan pastikan kau tak bisa keluar kamar mu selama seminggu..!" Ancam Arjuna .
Dinda hanya diam,ia sekarang tengah sibuk mengambil nafas karena ulah Arjuna yang menyerang nya.
Arjuna yang melihat nya hanya tersenyum karena menurut nya Dinda begitu lucu, padahal ini bukan pertama kali mereka melakukan ,namun Dinda belum bisa mengimbangi nya.
"sudah,kita pulang..kau tidur lah jika lelah..!" Ucap Arjuna sambil mengusap kepala Dinda dengan sayang.
Sudah hampir satu bulan kejadian di villa itu,Arjuna lebih ekstra dalam menangani Dinda ,selama itu juga Baim di teror habis-habisan oleh Edwin yang memaksa untuk bertemu,hingga saat ini terjadi lah pertemuan Edwin dan Arjuna .
"Kau mengurung nya..?" Tanya Edwin saat Arjuna baru saja duduk di depan nya.
"Jangan menarik kesimpulan sendiri,dia isteri ku,aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan menyakiti nya..!" Balas Arjuna .
Edwin mengangguk ,lantas membenarkan posisi duduk nya.
"Lalu apa yang terjadi, mengapa aku tak bisa menemui nya..?" Tanya Edwin emosi.
"Dinda takut bertemu orang-orang ,ia begitu syok saat penculikan itu,ia terus ketakutan..!" Arjuna menjelas kan segala nya dengan terperinci,ia sadar jika orang di depan nya peduli dengan Dinda ,ia juga yang setia menemani Dinda saat dulu Arjuna meninggal kan nya.
"Dengan ku..apa dia juga takut,aku ingin bertemu dengan nya..!" Ucap Edwin .
"Tidak untuk sekarang,saat waktu nya tiba,aku sendiri yang akan membawa nya ..untuk sekarang,biar kan Dinda tenang dulu..!" Jelas Arjuna .
__ADS_1