Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Kekhawatiran


__ADS_3

Tatapan kosong itu seolah mengungkap kan kehancuran,sedari tadi tangan nya bergetar,bukan tanpa alasan, sejak polisi menjemput nya tadi,Arjuna langsung menelpon Baim dan meminta nya untuk segera datang ke mansion agar mengantar nya ke rumah sakit.


"tuan...!" tegur Baim yang sedang mengemudikan mobil nya.


Arjuna hanya diam,tak merespon apa pun,tatapan nya lurus pada handphone yang terdapat gambar Dinda di sana.


"tenang lah,semua akan baik-baik saja,nyonya orang yang kuat..!" ucap Baim menghibur,namun tak mendapat kan respon apa pun.


Sejak tadi Arjuna hanya diam dan tak mengeluarkan suara apa pun,namun jelas ia hancur mendapatkan kabar itu.


Masih di guyur gerimis hingga dini hari,Arjuna bergegas turun tanpa mendengar teriakan dari Baim.


"tuan,tunggu payung nya,anda bisa sakit..!" teriak Baim yang melihat Arjuna menerobos gerimis di pekat nya malam.


Bugghh


Arjuna meluapkan kemarahan nya pada Kelvin yang di temui nya,tak mau kalah,Kelvin pun membalas pukulan Arjuna untuk menyadarkan nya.


"apa yang kau lakukan bodoh..!" ucap Kelvin marah menatap Arjuna yang menyungging senyum dengan sudut bibir yang sedikit berdarah.


"kenapa kau tidak menghubungi ku langsung..!" todong Arjuna dengan pertanyaan .


"aku jelas menyelamatkan pasien ku terlebih dulu,kau yang tidak bisa menjaga Dinda ..kenapa kau tidak mencari nya saat dia tak berada di samping mu..!" balas Kelvin yang ikut marah.


Arjuna terduduk di kursi tunggu dengan rasa yang sulit ia ungkap kan,benar apa yang di katakan Kelvin,kenapa dia tak mencari Dinda atau menjemput nya sendiri sebelum ia pulang bersama Angel.


"bagaimana dia..!" ucap Arjuna lirih memandang Kelvin.


Kelvin mengalihkan pandangan nya,menatap ke langit-langit rumah sakit .


"bagaimana aku mengatakan nya..!" gumam Kelvin pelan.


Arjuna berdiri karena merasa tak sabar lagi,ia berusaha mencari sendiri di mana Dinda.


Kelvin mengejar Arjuna menahan kegilaan nya kali ini.


"berhenti,kau jangan bertindak bodoh dengan membuat kegaduhan,para dokter bisa terganggu ..!" ucap Kelvin marah akan tindakan Arjuna .


"di mana Dinda..katakan cepat..!" kata Arjuna menatap tajam pada Kelvin.


"mereka sedang berusaha menyelamatkan Dinda..!" kata Kelvin lirih .

__ADS_1


"apa yang terjadi pada nya,kata kan pada ku..!" tambah Arjuna tak sabar sambil mencengkram jas putih Kelvin yang ada beberapa bercak darah di sana.


# Flashback #


Kelvin berjalan menuju mobil nya,ia berniat pulang karena ini memang sudah waktu nya ia berganti shif malam.


belum sempat ia meraih pintu mobil nya,terlihat beberapa mobil melaju dengan kencang melewati nya,ia sudah bisa menebak jika ini keadaan darurat,karena kejadian ini sudah sering ia lihat,entah mengapa hati nya tergerak untuk melihat sendiri.


"cepat tolong,dia sedang hamil..!" teriak seorang lelaki yang membuka mobil belakang nya.


seketika mata Kelvin membulat sempurna.


"Dinda..!" ucap Kelvin yang begitu terkejut.


Dinda mengalami pendarahan hebat,wajah nya pucat Pasih,namun ia masih membuka mata nya dengan gumam an pelan.


"sakit..!" ucap Dinda pelan dan sedikit terbata,mata nya tak sengaja menatap Kelvin yang sedikit terbengong kaget melihat Dinda.


dengan cepat ,Kelvin mengangkat tubuh Dinda yang lemah ke atas brangkar .


"bertahan lah,semua akan baik-baik saja..!" ucap Kevin menenangkan Dinda.


Dinda meraih tangan Kelvin yang mendorong brangkar nya.


Kelvin menatap Dinda yang mulai hilang kesadaran nya,ia ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan,melakukan berbagai pemeriksaan keseluruhan.


"bukan kah dia nyonya Wiguna..?" tanya salah satu dokter yang menangani Dinda ,Kelvin mengangguk mengiyakan,karena buka porsi nya untuk mengatasi wanita hamil,ia mencoba mencari informasi mengenai kecelakaan itu.


Kelvin mendapatkan informasi dari beberapa polisi yang sedang mengidentifikasi korban kecelakaan itu,ia menemukan jika Dinda bersama seorang wanita bernama Angel,hingga saat itu ia langsung mencari Angel dan lupa untuk mengabari Arjuna.


"kau baik-baik saja..?" tanya Kelvin yang baru masuk ke ruang UGD ,di sana ada Angel dan beberapa korban yang sedang di tangani ,keadaan mereka di sana tidak begitu parah,entah karena keberuntungan atau apa,yang pasti mereka hanya mengalami cedera kecil saja.


"aku hanya cedera ringan,bagaimana Dinda ,aku tak bisa menjaga nya..!" sesal Angel yang tertunduk.


Kelvin memeluk Angel ,menenangkan wanita cantik itu.


"tenang lah,dia wanita kuat..!" ucap Kelvin sambil mengusap halus punggung Angel.


"aku dengar kau pingsan saat di bawa kemari,apa sekarang kau sudah baikan..?" tambah Kelvin sambil memeriksa perban di kepala Angel.


# Flashback off #

__ADS_1


Saat ini beberapa dokter dan perawat tengah melakukan perawatan yang terbaik untuk Dinda ,mereka harus ekstra hati-hati dalam bertindak ,karena bukan hanya nyawa Dinda ,tapi juga nyawa bayi dalam kandungan Dinda yang harus mereka pertahan kan.


"detak jantung pasien melemah, pendarahan nya pun belum bisa di hentikan sepenuh nya..!" ucap dokter yang menangani Dinda ,mereka saling pandang mencoba mencari cara agar Dinda dan bayi nya bisa selamat.


Arjuna yang menunggu di depan ruang perawatan Dinda begitu cemas dan gelisah,sesekali ia menyandarkan kepalanya pada dinding tembok yang kokoh itu.


"Tuhan ,ku mohon selamat kan isteri dan anak ku..!" gumam Arjuna pelan.


"ini ..!" Baim menyodorkan secangkir kopi hangat untuk Arjuna ,ia tak langsung menerima nya,namun Baim seolah terus memaksa ,hingga ia mengambil dan mulai menyeruput kopi itu dengan pelan.


pandangan mata lurus dan tatapan kosong dari Arjuna seolah mengartikan rasa di hati nya.


"aku hampir tak bisa bernafas..!" lirih Arjuna dengan mata sembab nya.


Ting


lift di samping Arjuna terbuka,menampilkan seorang wanita yang di bawa menggunakan kursi roda bersama Kelvin.


"kau...!" ucap Arjuna yang berdiri.


"dia memaksa untuk ke sini menunggu Dinda ,padahal keadaan nya belum stabil..!" jelas Kelvin.


Arjuna meneliti Angel,dari beberapa lebam kebiruan di tangan dan kaki nya hingga perban yang bertengger di kepala nya.


"maaf kan aku,aku tak bisa menjaga Dinda..!" ucap Angel memandang Arjuna yang juga menatap nya.


"kau pergi lah istirahat agar segera pulih,aku sudah di sini untuk menjaga Dinda..!" balas Arjuna .


"tapi...!" perkataan Angel menggantung saat Arjuna berpaling dari sana.


"biar kan dia sendiri,aku akan mengantar mu ke kamar ..!" ucap Kelvin berlalu mendorong kursi roda Angel.


"aku kembali lalai dalam menjaga Dinda dan anak nya,aku suami tak berguna..!" batin Arjuna menyesali kejadian itu.


klik


pintu ruang perawatan itu terbuka,membuat Arjuna bergegas mendatangi tim dokter yang keluar dari sana.


🌹🌹🌹🌹


Di usahakan up sesering mungkin

__ADS_1


selalu kasih support yang membangun,bukan yang menjatuhkan mental penulis,karena membuat cerita itu ga mudah,hargai sedikit karya kami dengan tidak memberikan komentar buruk


makasih semua,sehat selalu


__ADS_2