Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Penolakan


__ADS_3

"kak,boleh kah jika besok aku berbelanja sebentar ,aku ingin membeli beberapa baju, baju-baju ku sudah gak muat lagi..!" Ucap Dinda meminta ijin pada Arjuna yang tengah mengotak-atik laptop nya .


Arjuna menghentikan tarian tangan nya,kemudian ia menutup pelan laptop di pangkuan nya.


"Besok aku banyak kerjaan,jadi tak bisa menemani mu,bagaimana jika Sabtu saja..?" Usul Arjuna.


Dinda diam,namun bukan setuju,mood nya langsung berubah ,ia berdiri mencoba menghindar dari tatapan Arjuna.


Arjuna menggeleng pelan mendapati mood Dinda yang tiba-tiba berubah buruk,ia ikut berjalan di belakang Dinda.


"Din...!" Panggil Arjuna sambil meraih tangan Dinda.


Namun tak mendapat tanggapan,Dinda terus berjalan ke arah taman belakang.


"Kau marah pada ku..?" Tambah Arjuna yang sudah duduk berdampingan dengan Dinda di kursi panjang taman itu.


"Kakak hanya perlu memberi ku ijin..aku bisa sendiri,kakak tak perlu ikut..!" Ucap Dinda yang sedikit kesal.


Arjuna menggeleng dengan cepat.


"Tidak,kau tidak boleh pergi tanpa aku...!" Ucap Arjuna dengan tegas dan tak bisa di bantah.


Dinda menunduk menyembunyikan wajah nya yang kesal karena tak mendapat ijin dari suami nya itu.


Arjuna merengkuh tubuh Dinda ke dalam dekapan nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku,aku hanya ingin kau selalu dalam pengawasan ku,kau sedang hamil,aku tak bisa membiarkan mu sendiri,aku takut akan terjadi sesuatu di luar sana,aku harap kau mengerti..!" Jelas Arjuna memberikan pengertian pada Dinda sambil mengusap pelan pucuk kepala Dinda.


Dinda mulai mengerti dan luluh akan perkataan Arjuna,ia melingkar kan tangan nya pada perut Arjuna.


"Kalau begitu baik lah, sekarang aku ingin kakak memasak kan aku nasi goreng..!" Pinta Dinda yang masih memeluk Arjuna dengan erat.


Arjuna mendorong pelan Dinda,melihat wajah Dinda yang berubah menjadi ceria lagi.


"Apa tidak salah permintaan mu kali ini..?" Tanya Arjuna


Dinda mengangguk pasti dengan permintaan nya,ia menarik tangan Arjuna,membawa nya menuju dapur.


"Aku akan menunggu kakak di meja makan, sekarang memasak lah,aku sudah lapar sekali" pinta Dinda,padahal belum ada satu jam setelah menghabis kan satu box es cream besar,kini ia meminta makan lagi,Arjuna dibuat geleng-geleng dengan permintaan ibu hamil satu ini.


"Waaaaawww,magic...!" Ucap Dinda yang mengendus aroma nasi goreng di depan nya,Arjuna tersenyum melihat Dinda yang begitu excited .


Dinda mulai memakan nasi goreng itu dengan penuh semangat,tak jarang ia memuji kelezatan nasi goreng itu di setiap suapan nya.


"Pelan-pelan..!" Ucap Arjuna sambil menyodorkan air putih di hadapan Dinda,kemudian ia menyeka bibir Dinda dengan tissue.


"Huuhhh...kenyang sekali...!" Gumam Dinda sambil mengelus pelan perut buncit nya.


Arjuna hanya tersenyum dengan tingkah Dinda.


"Terimakasih kakak,nanti bikin lagi ya .!" Pinta Dinda yang mendapat anggukan dari Arjuna.

__ADS_1


Apa pun akan di lakukan Arjuna agar Dinda dan calon anak nya itu senang.


"Sekarang kau harus istirahat ..!" Ajak Arjuna yang mengulur kan tangan nya.


Dinda menggeleng pelan sambil tersenyum.


"Aku masih terlalu kenyang,rasa nya tak sanggup jika harus berjalan..!" Ucap Dinda sambil bergelayut manja di lengan Arjuna yang sudah berdiri di samping nya.


Arjuna menggeleng pelan sambil tersenyum, ia tau maksud Dinda.


Arjuna menyusup kan tangan nya di kaki Dinda kemudian mengangkat tubuh Dinda dengan pelan.


"Kenapa di gendong..?" Tanya Dinda berpura-pura menanyakan.


"Tanpa kau bilang pun,aku sudah tau,diam lah atau kita akan jatuh..,kau berat sekali sekarang..!" Kata Arjuna mencoba bercanda.


🌹🌹🌹


segini dulu yaa


jangan lupa like dan vote nya


mampir juga ke cerita author yang lain


"Cinta Nayna"

__ADS_1


__ADS_2