
Seorang lelaki tua tengah tersenyum menatap layar kecil di pangkuan nya,sudut bibir nya tertarik,namun ia masih tak yakin dengan apa yang ia lihat karena ia tau jelas sikap Arjuna yang penuh misteri.
"Apa benar ia marah pada Dinda ..?" Gumam Albert seraya meletakkan secangkir kopi hangat,ia dan Yanti tidak pergi ke mana pun,mereka hanya bersembunyi dari amukan Arjuna sekaligus memantau langsung semua nya melalui CCTV yang terpasang di setiap sudut mansion yang di tempati Dinda .
Bukan apa-apa,ia hanya ingin melihat dengan jelas hubungan Dinda dan Arjuna sebenarnya,sejauh mana kekuatan ikatan antara ke dua suami isteri itu, karena yang ia tau Arjuna begitu mencintai sosok Cantika dulu.
"Apa papah yakin jika mereka saling mencintai..?" Tanya Yanti yang baru bergabung di samping Albert.
"Entah lah,aku tak bisa mengatakan nya,karena kau tau sikap Juna yang susah di tebak,kita lihat saja..!" Jawab Albert .
"Tapi mamah belum bisa menerima Dinda pah..!" Jelas Yanti yang melipat tangan nya di depan dada.
"Kau tau,aku juga seperti mu,namun jika aku melihat kekuatan hubungan mereka,aku atau siapa pun tak akan bisa memisah kan mereka,sejauh kita berusaha,mereka tetap satu ,kita akan mencari jalan lain,aku sendiri yang akan membuat Dinda pantas bersanding bersama putra kita..kau percaya pada ku..!" Ucap Albert menatap Yanti yang duduk di samping nya
Yanti hanya memandang sekilas,kemudian berlalu dari sana tanpa mengatakan apapun.
Mansion Albert
"Kak..!" Panggil Dinda yang mengikuti langkah lebar Arjuna .
Dinda berlari kecil berusaha meraih tangan Arjuna ,
"Nona jangan berlari..!" Ucap asih yang mengikuti Dinda dari belakang.
Grep
Dinda merengkuh tubuh tegap itu dengan erat,jantung nya berdetak dengan cepat,sungguh ia begitu takut Arjuna meninggal kan nya,ia sangat cereboh dengan langsung mengiyakan ucapan Albert semalam,tanpa memikirkan kekecewaan Arjuna .
"Bukan kah ini pilihan mu..!" Ucap Arjuna yang menatap lurus ke depan.
Dinda hanya menggeleng tanpa bisa berkata lagi,netra cantik nya sudah basah .
"Maaf kan aku..!" Lirih Dinda .
"Tetap lah di sini,kau begitu ingin pergi dari ku bukan..!" Tambah Arjuna
"Aku...aku hanya ...!" Dinda tak bisa berkata apa-apa
"Tidak perlu di jelaskan..!" Ucap Arjuna yang melepas belitan tangan Dinda dan memasuki mobil kemudian berlalu dari sana meninggal kan Dinda .
__ADS_1
Dinda ingin mengejar Arjuna,namun ia ingat pesan Albert ,ia tak mungkin mengingkari janji nya sendiri.
"Maaf kan aku...!" Lirih Dinda yang terduduk di halaman mansion dengan tangisan nya.
"Kau wanita kuat,ku yakin kau bisa melewati ini,aku tak akan meninggalkan mu sendiri,ini hanya beberapa waktu..!" Gumam Arjuna,ia bisa membawa Dinda langsung,namun ia merubah rencana awal nya saat ia melihat beberapa CCTV yang terpasang di mansion itu,ia yakin jika Albert tengah mengawasi semua nya.
"Aku melihat banyak CCTV yang terpasang di tempat Dinda,apa kau bisa meretas nya untuk ku..!" Tanya Arjuna pada Baim melalui telepon nya.
Tangan asih bergetar saat memberikan Dinda minum,ia tak takut terjadi sesuatu pada Dinda .
"Nona,jangan menangis lagi..!" Pinta asih yang menepuk kecil pundak Dinda untuk menenangkan nya.
"Kakak membenci ku...!" Ucap Dinda sesegukan .
"Tuan muda hanya kesal sebentar,dia pasti akan datang lagi..!" Tambah asih yang menemani nya .
Asih begitu gugup melihat Dinda ,ia takut terjadi sesuatu pada kehamilan wanita ini.
"Apa aku telepon tuan Albert..!" Gumam asih sambil memandang Dinda yang masih menangis.
"Nona berhenti lah menangis,nona istirahat dulu,saya akan membuat kan makan siang sebentar..!" Ucap asih berlalu dari kamar Dinda .
"tuan nona...!" Ucapan asih terpotong saat Albert di seberang sana berbicara dengan santai jika ia melihat semua nya.
"Biar kan saja ,aku ingin melihat ,seberapa besar keberanian wanita itu memperjuangkan milik nya..!" Jelas Albert kemudian mematikan telepon nya
"ya tuhan,semoga nona baik-baik saja..!" Gumam asih pelan sambil mengelus dada nya
Seperti Albert,Arjuna pun berpikir begitu,ia ingin Dinda sendiri yang kembali pada nya dengan cara Dinda ,ia ingin melihat bagaimana Dinda mempertahankan rumah tangga mereka.
"Aku ingin melihat Dinda setiap waktu,hubungkan CCTV di sana ke ponsel ku..!" Pinta Arjuna pada Baim ,ia mengikuti setiap pergerakan Dinda ,tidak di pungkiri jika ia pun ingin membawa Dinda pulang ke mansion nya.
"Aku akan lihat,seberapa lama kau bisa jauh dari ku,kau keras kepala,kau hanya memikirkan tentang pandangan orang lain,kau tidak pernah memikirkan kebahagiaan mu sendiri..!" Gumam Arjuna sambil tersenyum melihat Dinda yang meringkuk dibawah selimut melalui handphone nya.
Asih membuka pelan kamar Dinda, berjalan mendekati Dinda yang tertidur
"Nona,makan siang anda sudah saya bawakan,makan lah..!" Pinta asih pada Dinda yang menutup mata.
"Kakak...!" Lirih Dinda dengan buliran kristal yang terus menetes dari pipi nya.
__ADS_1
"Nona,tuan muda tidak akan meninggalkan anda,makan lah dulu, setelah itu anda bisa menemui nya..!" Ucap asih
"Aku bisa menemui nya,tapi apa kakak mau bertemu dengan ku lagi ..!" Gumam Dinda
"Nona tidak boleh sakit,kalau tidak anda akan kehilangan semua nya, termasuk tuan muda..!" Bujuk asih dengan banyak kata.
Dinda bangun,bersandar pada ujung ranjang sana.
"Apa om Albert tidak datang hari ini..?" Tanya Dinda
"Seperti nya tidak,apa ada sesuatu...?" Tanya asih bingung menatap Dinda yang tersenyum.
Dinda bangun dari tidur nya,membuka lemari dan mengambil pakaian kemudian berlalu ke kamar mandi.
Ceklek
"Bagaimana..apa cantik...?" Tanya Dinda
"Cantik..tapi nona tidak akan kabur bukan,jika ia maka tuan besar akan marah besar...!" Jawab asih mengingatkan.
"Kakak lebih marah pada ku,jadi aku akan membujuk nya,masalah om akan aku urus nanti,yang penting sekarang aku harus bertemu kakak...!" Ucap Dinda kemudian berlalu meninggalkan asih yang mematung di tempatnya .
Dinda berjalan jauh dari mansion nya,ia nekat ingin menemui Arjuna sekarang.
"sebentar lagi,aku akan bertemu dan minta maaf pada kakak..!" gumam Dinda
ia meremas ujung dress nya,ini sangat panas,di tambah rasa lelah nya berjalan membuat ia merasa tak sanggup,namun saat mengingat wajah Arjuna ,ia kembali menguatkan tekad nya.
"di depan ada mobil..aku akan menumpang untuk sampai ke kantor kakak...!" gumam Dinda pelan.
Masih banyak orang baik yang mau membantu sesama,dan Dinda menemukan pemilik mobil yang bersedia membantu nya.
"terimakasih pak sudah mau mengantarkan saya ..!" ucap Dinda
🌹🌹🌹🌹
Up lagi
jangan lupa tinggalkan komen dan like serta vote nya
__ADS_1