
"Din maaf kan aku..!" lirih Arjuna yang mendekap Dinda dari belakang,ia tau jika saat ini Dinda belum tidur,namun Dinda tak menjawab apa pun,tetap dengan nafas teratur seperti orang tidur.
"aku tak menyangka jika angel berbuat seperti itu,aku menghampiri nya karena peduli sebagai seorang teman,tak lebih,namun jika ia seperti tadi,aku tak kan peduli lagi pada nya,karena kepedulian itu akan membuat jarak pada hubungan kita dan aku tak menginginkan nya..ku mohon jangan bersikap seperti ini .!" jelas Arjuna tepat di belakang daun telinga Dinda .
"aku begitu menyayangi kalian,kau dan bayi di kandungan mu itu,aku tak pernah berpikir akan melakukan hal gila semacam tadi dengan siapa pun,itu hanya kesialan bagi ku dan aku membenci nya karena tak dapat menghindar..!" tambah Arjuna .
"bagaimana jika posisi kita bertukar,apa kakak akan memaafkan ku jika ada seorang pria yang memeluk ,mencium bahkan menyatakan perasaannya pada ku,apa kakak akan baik-baik saja..!" ucap Dinda .
deg
deg
deg
jantung Arjuna berpacu cepat saat mendengar pernyataan Dinda ,seolah menampar nya begitu sakit,ia terdiam sambil menggeleng cepat.
"tidak..tidak boleh,tidak akan ada seperti itu,aku akan membunuh laki-laki itu..!" ucap Arjuna dengan emosi.
"bagaimana jika ia seorang laki-laki yang tak bisa kakak gapai..!" tambah Dinda
"tidak akan pernah seperti itu,kau milik ku,hanya aku yang boleh menyentuh mu,tak akan ada laki-laki yang bisa menggapai mu,akan ku pastikan itu..!" balas Arjuna seolah jantung nya terlepas jika pernyataan itu adalah benar.
"jangan terlalu mencintai ku seperti itu,kakak akan terluka..!" ucap Dinda .
Arjuna tak tahan lagi,ia membalik paksa tubuh Dinda menangkup wajah Dinda agar melihat ke arah nya .
"apa yang kau pikir kan sekarang,kenapa bicara seperti itu,apa kau berpikir untuk bersama laki-laki lain..!" tanya Arjuna dengan sedikit emosi.
Dinda menyunggingkan bibir nya mendengar pertanyaan Arjuna itu.
"aku hanya manusia biasa seperti kakak,saat ini aku masih mencintai kakak,namun jika terus seperti ini,aku takut jika suatu saat aku lelah dengan semua nya dan ...!" ucapan Dinda menggantung saat Arjuna meraup bibir Dinda tanpa permisi.
cup
Dinda membelalakkan mata nya begitu terkejut dengan serangan Arjuna kali ini.
__ADS_1
"jangan bicara seperti itu lagi,aku bersumpah akan membunuh laki-laki itu jika berani menyentuh mu apa lagi membuat mu berpaling dari ku,aku tak peduli siapa pun orang nya,aku pasti akan membunuh nya..!" ancam Arjuna dan bangun dari ranjang itu menuju kamar mandi.
Kini dengan segala umpatan kasar telah keluar dari mulut Arjuna ,ia begitu marah saat Dinda mengatakan semua nya,apa ia terlalu begitu egois saat keadaan terbalik nanti.
"aku tidak menginginkan ini,Feby dan sekarang Angel,kenapa mereka membuat semua nya kacau... memuakkan...!" umpat nya sambil memukul pagar balkon yang sekarang ia genggam.
Hampir satu jam Arjuna di luar , kemudian memutuskan untuk masuk dan menghampiri Dinda yang sudah tertidur,ia membenarkan selimut dan ikut berbaring bersama.
"i love you..." bisik nya kemudian mengecup pelan kening Dinda.
Malam yang penuh kekhawatiran bagi Arjuna berlalu dengan begitu lambat,ia berharap besok semua akan leblih baik.
"kak,ka Baim sudah menelepon puluhan kali ..." ucap Dinda membangun kan Arjuna.
"biar kan saja,,aku tak mau menjawab nya..!" sahut Arjuna
Dinda yang merasa terganggu langsung mengangkat telepon itu.
"......"
"kak,bukan kah pagi ini ada meeting penting,cepat lah bersiap,jalanan dari sini ke kantor cukup jauh..!" jelas Dinda membangun kan Arjuna .
"aku tak mau,biar kan saja..Baim akan mengurus nya..!" balas Arjuna .
"bagaimana bisa begitu,kakak yang bertanggung jawab,cepat lakukan 5ugas kakak sebagai pemimpin..!" tambah Dinda.
"ok..tapi kau ikut bersama ku pulang .!" pinta Arjuna menatap Dinda.
"maaf,tapi aku tak bisa..!" tolak Dinda .
Arjuna meraih tangan Dinda .
"kenapa tak bisa..!" tanya Arjuna yang meminta penjelasan.
"aku ingin di sini dulu,aku ingin sendiri dan yang lebih penting,aku ingin kakak menyelesaikan wanita-wanita kakak ,aku tak ingin ikut campur , mendengar dan melihat seperti kemarin malam lagi..!" jelas Dinda .
__ADS_1
"kenapa begitu,kau isteri ku,kenapa kau seolah mendorong ku pada suatu masalah,aku tak mau kau jauh dari ku..!" ucap Arjuna .
"tapi aku tak mau ikut bersama kakak,dengan berbagai problem dari wanita-wanita yang menyukai kakak,aku lelah..!" balas Dinda yang beranjak dari sana meninggal kan Arjuna yang mematung.
"Din ,ku mohon pulang lah bersama ku,aku tak bisa meninggalkan mu di sini sendiri..!" bujuk Arjuna yang berlutut di hadapan Dinda dengan wajah memelas .
"kenapa aku tak bisa menolak nya,wajah itu dan segala perkataan nya membuat ku selalu luluh, bodoh..!" umpat Dinda dalam hati.
"ok aku pulang,tapi dengan satu syarat...!" pinta Dinda menyetujui nya dan di sambut dengan wajah berbinar dari Arjuna .
"hhmmm,aku akan memenuhi semua keinginan mu,kata kan lah,apa yang kau mau..!" jawab Arjuna .
"ini keinginan ku sejak dulu,aku ingin menjadi wanita yang mandiri,mempunyai banyak teman dan orang-orang mengenal ku bukan karena aku isteri dari seorang pengusaha sukses,tapi aku ingin mereka mengenal ku karena apa yang aku raih,aku ingin bekerja...!" jelas Dinda .
deg
Arjuna melotot tajam mendengar permintaan Dinda yang di anggap nya terlalu berlebihan,ia tak bisa menyetujui semua nya mengingat sekarang Dinda tengah hamil besar,bagaimana mungkin dia bisa bekerja dalam keadaan seperti itu,belum lagi konsekuensinya,apa pun bisa terjadi dan dapat membahayakan dirinya dan bayi yang di kandung nya.
"tidak..!" tolak Arjuna dengan tegas.
"aku hanya mengatakan keinginan ku, pendapat kakak memang penting bagi ku,tapi ini sudah keputusan ku,dari sekarang aku akan bekerja dan menghasilkan uang..!" ucap Dinda .
"Din,kau bisa belanja dan membeli apa pun yang kau mau tanpa harus melakukan pekerjaan ,aku masih bisa memenuhi semuanya untuk mu..!" tolak Arjuna dengan argumen nya.
" bukan masalah itu,aku hanya ingin kepuasan ,aku ingin belajar banyak,dan aku tak ingin hanya memikirkan masalah kakak dengan wanita-wanita kakak..!" ejek Dinda secara halus.
Arjuna begitu gusar mendengar permintaan Dinda ,ia tak mau Dinda berada di luar berinteraksi dengan orang di sekitar,apa lagi dengan pria,rasa posesif nya membuat diri nya tak rela Dinda di kelilingi banyak orang.
🌹🌹🌹
Selamat berlibur
sehat selalu
jangan lupa like dan komentar nya yaa
__ADS_1