Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mendapatkan


__ADS_3

Arjuna dan Dinda tengah bersiap untuk tidur,Dinda sudah berbaring miring,ia mengelus pelan pinggang nya yang terasa pegal.


"Kau kenapa..?" Tanya Arjuna yang baru keluar dari kamar mandi.


"Pinggang ku terasa pegal..!" Jawab Dinda.


Arjuna menghampiri Dinda karena merasa khawatir mendengar Dinda yang merasa pegal.


"Apa perlu aku panggil kan dokter..?" Ucap Arjuna kemudian


"Tak perlu,ini hal yang wajar ,dokter pernah mengatakan nya bahwa hal ini akan terjadi saat usia kehamilan diatas 5 bulan..!" Balas Dinda yang masih memijat pelan punggung nya.


Arjuna mendekat membantu Dinda memijat belakang punggung nya.


"Biar aku yang melakukan nya,kau tidur lah..!" Kata Arjuna yang mulai memijat Dinda.


"Kakak pasti sangat lelah,biar aku yang melakukan nya..!" Tolak Dinda yang merasa tak enak merepotkan Arjuna .

__ADS_1


"Diam lah,atau ku panggil kan dokter..?" Tambah Arjuna yang tau Dinda pasti tak mau merepotkan orang lain di jam istirahat seperti ini,Dinda tau jika Arjuna bisa memerintahkan siapa saja jika dia mau meski dalam keadaan tak mungkin.


Arjuna memijat pelan punggung Dinda hingga ia tertidur,ia menyelimuti Dinda dengan pelan karena tak mau mengganggu tidur Dinda.


"Maaf kan aku,karena mengandung pewaris ku,kau harus kesulitan seperti ini..!" Gumam Arjuna pelan sambil mengelus lembut pipi Dinda,ia menyadari betul jika Dinda sekarang mudah lelah dan sangat susah tidur jika malam hari.


Pagi hari di kantor,Arjuna yang tengah sibuk membaca beberapa file yang di siapkan sekertaris nya di kejutkan dengan kedatangan seorang lelaki yang sudah babak belur di seret oleh Baim ke ruangan nya.


Baim mendorong orang itu dan tepat jatuh di bawah kaki Arjuna yang berdiri sejak kedatangan nya tadi.


Arjuna hanya menatap tajam lelaki itu.


"Aku melakukan semua itu hanya demi uang,aku perlu uang banyak untuk mengobati ibu ku yang sedang sakit,maaf kan aku tuan..!" Tambah lelaki itu bersujud di bawah kaki Arjuna.


"Siapa yang menyuruh mu melakukan itu..?" Tanya Arjuna dengan wajah yang memerah menahan amarah nya.


"Nyonya Yunita..!" Ucap lelaki itu yang masih bersujud di meminta pengampunan pada Arjuna.

__ADS_1


Arjuna mengerti sekarang,ia juga sudah bisa menebak jika dalang dari kabur nya Kristian adalah Yunita,ia yakin semua nya dari rentetan kejadian yang terjadi berulang kali dalam sehari.


"Berani sekali dia menunjukkan taringnya pada ku..!" Gumam Arjuna tersenyum miring.


Arjuna membiarkan orang itu pergi,karena bagi nya orang itu tak berguna untuk nya.


"saya sudah mencari wanita itu,namun saya belum menemukan nya,tapi Anda tenang lah, saya sudah menyebar orang-orang saya di beberapa titik daerah di kota ini." Seru Baim


Arjuna sangat geram pada keberanian Yunita yang akan mencelakai nya itu,ia menelpon penjaga di mansion nya agar tak menerima tamu orang asing untuk saat ini jika ia tak berada di mansion,ia takut jika Dinda akan menjadi sasaran Yunita dan Kristian.


Di mansion Arjuna para penjaga tengah berjaga sangat ketat,mereka tak mengijinkan orang lain yang bukan penghuni mansion untuk masuk,bahkan orang yang sering mengantarkan sayur segar ke mansion itu pun tak di ijin kan masuk,hanya sebatas gerbang,ini di lakukan Arjuna untuk meminimalisir keadaaan agar tetap aman untuk keluarga kecil nya.


🌹🌹🌹


telat up,maaf yaaa☺️


terus beri dukungan agar setiap hari bisa up dengan lancar☺️

__ADS_1


__ADS_2