
"Mommy kenapa tidak sarapan..?!" tanya Lee saat di meja makan.
"mommy sedang lelah,kalian berangkat saja,biarkan mommy istirahat sayang...!" jawab Arjuna .
Lee hanya mengangguk sambil menghabiskan makanan nya.
"aku ingin makan dengan mamah,aku ingin melihat mamah..!" ucap Tasya.
"princess harus menurut kata Daddy,mommy sedang istirahat,kita akan bertemu mommy saat pulang nanti, sopir sudah menunggu didepan..!" jelas Lee agar Tasya mengerti, sementara Arjuna hanya tersenyum menatap interaksi Lee yang begitu pandai membujuk Tasya,meski mereka bukan saudara kandung,namun Lee dan Tasya saling menyayangi.
"apa kalian sudah menyiapkan bekal untuk anak-anak..?" tanya Arjuna pada pelayan yang berjejer di belakang nya dan mendapat anggukan dari kepala pelayan di sana.
Setelah selesai sarapan,Arjuna mengantar Lee dan Tasya masuk ke mobil untuk berangkat ke sekolah mereka.
"belajar yang rajin sayang,dan jaga adik mu..!" pesan Arjuna pada Lee , sementara Tasya yang masih di gendongan nya tak berhenti merengek agar bertemu Dinda,namun Arjuna melarang nya kali ini.
Baim menghampiri Arjuna setelah mobil yang mengantar Lee dan Tasya ke sekolah berlalu.
"apa kau melihat pergerakan Yunita ..apa yang ia ingin kan..?" tanya Arjuna dengan menatap Baim .
"tidak ada pergerakan apa pun tuan,mereka hanya di dalam mobil dan itu pun hanya sebentar..!" ucap Baim.
__ADS_1
"tetap waspada,aku tak ingin lengah sedikit pun,termasuk jaga anak-anak..kerahkan anak buah mu lebih banyak..!" titah Arjuna kemudian berlalu menuju kamar kembali.
ceklek
"sayang...?" panggil Arjuna saat melihat Dinda yang tengah sarapan dengan lemas.
"hei...kenapa seperti itu..kau baru sedikit makan..kenapa berhenti..!" tanya Arjuna yang melihat Dinda seolah enggan untuk menyuapkan nasi.
"kak,aku kenyang..nanti saja ya di sambung lagi..!" ucap Dinda .
"tidak,kau harus sarapan..itu penting untuk kesehatan mu..!" jelas Arjuna yang mengambil piring dan kembali mengaduk nya.
"kakak, berangkat kerja saja..aku akan nanti..!" tolak Dinda yang juga keras kepala.
Dinda terpaksa mengalah kali ini,karena sorot tajam mata Arjuna yang membuat nyali nya menciut.
"sekali lagi,ini yang terakhir..!" ucap Arjuna dengan sabar,dan Dinda terpaksa memakan nya.
"huuuffttt..!" desis Dinda begitu kesal.
"kenapa,kau marah..?!" tanya Arjuna dengan senyum kemenangan.
__ADS_1
"tidak,hanya saja aku mengantuk kalau terlalu kenyang..!" jawab Dinda
Arjuna acuh mendengar itu,ia malah senang jika Dinda tidur ,itu lebih baik menurut nya.
"kau tidur saja jika mengantuk,tidak boleh keluar kamar..kau mengerti ..!" ucap Arjuna yang telah siap untuk pergi.
Dinda mengangguk dan mengantarkan Arjuna hingga pintu kamar mereka.
"jangan bertindak bodoh dan apa pun itu yang bisa membuat mu terluka,jika itu terjadi,kau menyakiti ku..!" pesan Arjuna ,kemudian ia mencium kening Dinda dan berlalu dengan lambaian tangan Dinda ,bukan hanya itu,Dinda sampai beralih ke balkon kamar untuk melihat Arjuna pergi.
"aku beruntung memiliki kakak,ia begitu sabar pada ku, sementara aku belum bisa membahagiakan kakak..!" lirih Dinda saat memandang mobil Arjuna yang perlahan meninggalkan pekarangan mansion mereka.
🥰🥰🥰
Good night semua
sehat selalu
jangan lupa bersyukur
ingat like dan komen nya ya kakak
__ADS_1
selamat beristirahat semua
happy weekend