Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Salah Paham


__ADS_3

Arjuna masih bertukar cerita tentang Dinda pada sahabat nya itu.


"Seperti nya Dinda wanita yang baik,dia mampu membawa mu keluar dari kesedihan itu..!" Ucap Maria .


"Kau benar,kini dia sedang hamil,kebahagian ku bertambah dan makin sempurna..!" Kata Arjuna dengan bangga.


"Nanti aku akan mampir ke tempat mu setelah urusan ku selesai,aku pergi dulu..!" Pamit Maria pada Arjuna.


Kini Arjuna sudah menenteng coklat panas pesanan Dinda,dia berjalan menuju mobil,membuka pintu itu dengan pelan,namun ia tak mendapati Dinda di dalam.


"Kemana dia pergi..!" Gumam Arjuna pelan.


"Tuan,nyonya tadi pergi sekitar 10 menit yang lalu menggunakan taxi..!" Ucap satpam kantor yang melihat Dinda pergi.


"Apa dia mengatakan sesuatu sebelum pergi..?" Tanya Arjuna kembali,namun satpam itu menggeleng pelan.


Arjuna berusaha menelpon Dinda namun tak diangkat,hingga panggilan ke enam.


"Kenapa menelpon aku sekarang,apa sudah selesai pacaran nya...?" Tanya Dinda langsung dari balik telepon.


Arjuna mengerut kan kening mendengar pertanyaan konyol Dinda.


"Apa maksud mu....?" Ucap Arjuna ,namun bukan menjawab tapi Dinda malah mematikan telepon nya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi..!" Gumam Arjuna pelan


Setelah berpikir sejenak,Arjuna ingat kejadian beberapa menit lalu saat dia bertemu Maria di cafe seberang,mungkin Dinda salah paham tentang kedekatan mereka.


Huufffftt


Arjuna menghela nafas pelan memikirkan itu.


"Pasti salah lagi..!" Ucap Arjuna sambil menggelengkan kepala nya tersenyum.


Arjuna melupakan tugas kantor nya,ia lebih memilih pulang untuk menemui Dinda dan menjelas kan semua nya,ia tak ingin Dinda berpikiran macam-macam dan mempengaruhi anak di kandungan nya.


Saat tiba di pekarangan rumah,Arjuna membuka pintu mobil nya,membawa buket mawar dan coklat panas yang hampir dingin itu.


Sebelum masuk ia mencoba menarik nafas dalam-dalam bersiap menerima ocehan dari ibu hamil itu.


"Din,kau salah paham..!" Ucap Arjuna membuka suara.


Dinda bangun ingin menghindari Arjuna,namun saat akan melangkah kaki nya tersandung hingga mengakibatkan dia hampir terjatuh kalau saja Arjuna telat menahan nya.


"Hati-hati,kau bisa membahayakan diri mu dan anak kita..!" Tambah Arjuna.


Dinda masih terduduk di pangkuan Arjuna,dengan wajah jutek nya,dia masih kesal pada Arjuna .

__ADS_1


"Dia sahabat ku saat kuliah dulu,maaf kan aku sudah membuat mu curiga..!" Kata Arjuna membujuk Dinda yang masih cemberut.


Arjuna mendekat kan diri pada Dinda,memeluk Dinda dengan hangat.


"Jangan marah lama-lama sama kakak,nanti Dede nya kangen sama papah nya..!" Ucap Arjuna mencoba membuat Dinda luluh.


"Kakak menyebalkan sekali,main peluk perempuan seperti itu di depan umum,aku tidak suka,awas saja...!"


Cuuupppsss


Belum sempat ia melanjutkan Omelan nya,Arjuna langsung membungkam mulut Dinda dengan bibir nya.


"Jangan mengomel lagi,tidak baik untuk baby boy kita..!" Ucap Arjuna.


Sudut bibir Dinda tertarik mendengar ucapan Arjuna.


Arjuna menuntun Dinda duduk di sofa kemudian membuka coklat dan menyuapi Dinda dengan perlahan.


"kau ingin makan ini kan,sekarang habis kan, setelah ini aku akan ke kantor,karena ada rapat penting,aku sampai memundurkan jadwal meeting ku untuk mu,jadi malam ini kau harus memberi ku hadiah..!" ucap Arjuna yang membuat Dinda menelan ludah kasar nya.


🌹🌹🌹🌹


haayyy kakak semua

__ADS_1


stay terus yaaa


jangan lupa kasih like dan komentar nya


__ADS_2