Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Mansion Dinda


__ADS_3

Dinda menatap kosong rumah yang dulu telah membesarkan nya dengan penuh cinta,kini ia duduk di ruang tengah sembari mengingat kilas balik kehidupan nya.


Memang rumah ini kosong semenjak ayah Dinda meninggal,ibu dan saudara tiri Dinda tidak di sana lagi,mereka sudah tersingkir oleh Arjuna


Rumah sepi,namun tetap bersih karena Arjuna masih mempekerjakan beberapa ART di mansion ayah Dinda untuk merawat rumah itu,awal nya Dinda ingin menjual rumah itu ,namun Arjuna tak ingin Dinda melepas satu-satunya rumah yang menjadi peninggalan orang tua Dinda .


"Non,minum dulu..!" Ucap pelayan paruh baya yang membawa kan teh hangat .


Dinda mengangguk dan menahan lengan wanita tua itu


"Bibi,temani aku di sini saja..!" Ucap Dinda menepuk pinggir sofa yang ia duduki.


"Maaf ,tapi saya di sini saja..!" Balas ART itu karena tak enak duduk bersebelahan bersama sang majikan nya.


"Kenapa begitu,duduk lah,aku masih Dinda yang dulu,Dinda kecil yang bibi sayangi..!" Lirih Dinda tetesan bening yang jatuh saat mengingat cerita nya dulu.


Mereka bertukar cerita ,sesekali Dinda tersenyum dan tertawa,namun terkadang ia juga sesegukan saat mengingat ketidakadilan yang ia terima dari ibu dan saudara tiri nya.


"kenapa non sendiri,di mana tuan muda..?" Tanya ART yang menanyakan tentang Arjuna.


"Kakak,,, hhmmm..kakak akan menyusul sebentar lagi,aku duluan karena Kakak masih ada meeting..!" Bohong Dinda yang sebenarnya adalah sesuatu yang benar,jika Arjuna menyusul nya dan akan tiba sebentar lagi.


Dinda di antar ke kamar oleh ART itu sambil bercerita banyak,hingga suara deru mobil membuat Dinda menatap sang ART.


"Siapa...?" Tanya Dinda .


"Mungkin tuan muda...!" Jawab ART itu,hingga membuat Dinda bergegas menyuruh ART itu keluar dan menyuruh mengatakan pada Arjuna jika ia sudah tidur.


Dinda bergegas menutup pintu dan membuka sedikit gorden jendela nya memastikan apa benar itu Arjuna ,dan ya memang itu Arjuna .


"Kakak,kenapa dia tau aku di sini..?" Gumam Dinda yang enggan bertemu Arjuna sekarang.


Arjuna di sambut ART di mansion itu.


"Apa Dinda di sini..?" Tanya Arjuna langsung dan mendapat anggukan dari ART


Arjuna bernafas lega,setidak nya ia tenang jika di sini ,ia lantas berjalan dan menuju kamar Dinda yang di tunjukkan oleh ART di sana.

__ADS_1


Klik


Arjuna membuka pintu kamar Dinda namun tak bisa,dan Arjuna tau Dinda sengaja mengunci pintu itu agar ia tak bisa masuk.


Tok


Tok


Tok


"Din,buka pintu nya..!" Ucap Arjuna dari luar namun tak mendapat tanggapan .


"Apa dia sudah tidur ..?" Gumam Arjuna .


Saat akan mengetuk pintu lagi,Dinda sudah memutar kunci nya dan membuka pintu itu tanpa ekspresi dan langsung berjalan tanpa menghiraukan Arjuna yang mematung di depan pintu.


"Makasih bibi, istirahat lah,ini sudah malam,aku dan Dinda akan menginap malam ini..!" Tutur arjuna


Arjuna menutup pintu kamar dengan pelan,ia sendiri bingung harus memulai pembicaraan ini dari mana,ia tau saat ini emosi Dinda sedang berada di puncak hingga akan sedikit sulit bagi Arjuna untuk membujuk nya.


"Sudah malam,kakak bebersih lah,nanti akan aku ambil kan beberapa baju ayah ..!" Tutur Dinda yang kemudian berlalu dari kamar itu meninggalkan Arjuna yang mematung di tempatnya.


Sebenarnya Dinda begitu malas menemui Arjuna ,namun ia tak ingin tau para ART di mansion nya tau jika saat ini diri nya dan Arjuna sedang dalam masalah,ia tak mungkin membuka masalah rumah tangganya kepada orang lain.


Arjuna telah siap dengan baju tidur,piama milik ayah Dinda,karena posturnya tidak jauh berbeda dengan ayah Dinda ,mereka memiliki tinggi badan yang sama.


ART di mansion Dinda membantu Dinda untuk menyiapkan makan malam dan air hangat untuk Arjuna yang langsung di bawa ke kamar.


"Terimakasih bibi,letak kan saja di sana,bibi istirahat lah,maaf malam ini aku sudah begitu merepotkan untuk menyiapkan makan malam..!" Ucap Dinda yang di balas dengan senyuman ramah dari sang ART


"Kakak makan lah dulu,setelah itu tidur lah,aku akan ke kamar ayah..!" Pamit Dinda ,ia sengaja menghindari Arjuna ,karena ia sendiri pun tak tau harus bicara apa,harus kah ia marah atau bagaimana.


Arjuna menarik pelan tangan Dinda yang melewati nya.


"Kau meninggalkanku sendiri di sini ..?" Tanya Arjuna tanpa menatap Dinda ,sama hal nya Dinda pun tak mau menatap wajah Arjuna .


"Ini sudah malam,aku mengantuk,aku ingin tidur di kamar ayah..!" Alasan Dinda halus.

__ADS_1


"Kau meninggal kan suami mu sendiri di sini,lalu untuk apa makanan ini,aku tak mau memakan nya..!" Ucap Arjuna yang berdiri dari sana menuju balkon kamar Dinda.


"kenapa jadi dia yang marah-marah,harus nya kan aku yang marah karena memergoki wanita lain mencium nya,menyebalkan..!" Umpat Dinda begitu kesal melihat Arjuna .


Dinda menatap piring yang sudah tersaji di meja itu,ia tau jika Arjuna dan diri nya belum memakan apa pun malam ini.


Dinda mengalah,ia membawa nampan itu menuju balkon ,karena ia tak mau diri nya dan Arjuna tak makan hanya gara-gara keegoisan masing-masing.


Dinda meletakkan piring nasi yang sudah lengkap dengan lauk dan sayur di dalam nya serta segelas air hangat.


Arjuna hanya menatap pada Dinda ,enggan untuk berbicara,ia masih memainkan game di handphone nya untuk memperbaiki mood nya.


Pelan,Dinda menarik handphone milik Arjuna tanpa perlawanan sedikit pun,ia menyimpan nya di meja .


"Makan dulu,setelah itu tidur..!" Pinta Dinda yang juga mulai menyuap makanan nya sendiri,namun tak kunjung dengan Arjuna yang hanya diam melipat ke dua tangan nya di dada.


Dinda meraih wajah Arjuna agar menghadap ke arah nya hingga membuat Arjuna begitu terkejut.


"Makan..!" Ucap Dinda dengan satu kata.


"Aku tak lapar..kau makan lah..!" Balas Arjuna .


Dinda tak habis akal,ia menyuapkan sendok penuh itu ke arah Arjuna hingga terpaksa Arjuna memakan nya.


"Din,. aku ingin bicara. .!" ucap Arjuna di sela makan nya.


"jangan ngomong dulu,habis kan makan kakak, setelah itu tidur,ini hampir larut..!" balas Arjuna


"hhhmmm baik lah,tapi jangan kemana-mana,tidur di sini,bersama ku.. please...!" pinta Arjuna memelas.


Dinda menatap wajah lelah di depan nya ini,ia jadi tak tega dan mengangguk hingga membuat senyuman tersungging dari bibir Arjuna .


"terima kasih..!" ucap Arjuna mengecup tangan Dinda .


🌹🌹🌹


like dan komentar sebanyak biar aku semangat ngetik nya☺️

__ADS_1


__ADS_2