Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Merawat


__ADS_3

Arjuna menggendong Dinda kembali ke tempat tidur nya,Dinda memejamkan mata nya karena meras pusing.


"Apa perlu aku panggil kan dokter lagi..?" Tanya Arjuna yang cukup khawatir melihat Dinda.


Dinda hanya menggeleng kan kepala,seolah tak mampu berucap lagi.


Arjuna mengusap perut Dinda.


"Sayang,jangan buat mamah sakit lagi ya..?" Ucap Arjuna.


Dinda membuka mata nya terkejut dengan apa yang di dengar nya dan menatap Arjuna dengan penuh tanda tanya.


Arjuna tersenyum pada Dinda kemudian memeluk erat tubuh Dinda.


"Kau akan menjadi seorang ibu..!" Jelas Arjuna yang membuat Dinda menetes kan air mata bahagia nya.


Dinda tak pernah membayangkan jika semua kebahagiaan ini akan datang lebih cepat dari perkiraan nya,dia memeluk erat tubuh Arjuna menyalurkan rasa bahagia nya.


"Sekarang kau harus makan, setelah itu kau harus minum vitamin yang diberikan dokter..!" Tambah Arjuna bangun dari tempat tidur nya.


Dengan cepat Dinda menarik tangan Arjuna agar tak berada jauh dari nya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kakak di sini menemani ku,biar pelayan saja yang memasakkan makanan ku..!" Pinta Dinda.


Arjuna kembali duduk di samping Dinda yang masih berbaring,kemudian dengan manja Dinda beralih pada pangkuan Arjuna yang di anggap nya nyaman.


Dinda begitu bahagia mengetahui jika diri nya akan menjadi seorang ibu,namun ada sedikit tanya dalam benak nya tentang perasaan Arjuna sesungguhnya.


Dinda mendongak untuk menatap manik mata Arjuna "apa Kakak mencintai ku..?" Tanya Dinda


Arjuna menghentikan usapan di kepala Dinda, kemudian menunduk untuk mencium kening Dinda dengan sayangnya.


"Apa kau tidak percaya pada ku...?" Tanya Arjuna balik .


"Aku hanya...!" Dinda tak bisa melanjutkan kata-katanya, seperti kebanyakan wanita hamil,kini dia lebih sensitif hingga membuat nya meneteskan air mata.


"kau jangan berfikir macam-macam,itu bisa mempengaruhi anak ku ..!" Ucap Arjuna kemudian kembali mencium Dinda dengan sayang.


Tok tok tok


"Masuk.." ucap Arjuna sedikit berteriak.


Seorang pelayan membawakan makanan untuk Dinda seperti permintaan Arjuna beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Bangun lah,kau harus makan sekarang,aku akan menyuapi mu..!" Ucap Arjuna.


Dinda bangun dan bersandar pada ujung ranjang,dengan telaten Arjuna menyuapi Dinda sampai meminum obat nya.


"Apa masih mual..?" Tanya Arjuna.


Dinda menggeleng sambil tersenyum.


"Sekarang istirahat lah,,aku akan mandi sebentar..!" Pamit Arjuna yang akan berlalu namun di tahan Dinda.


"Sebentar,setidak nya sampai aku tertidur,aku takut jika kakak jauh,aku akan memuntahkan makanan ku lagi..!" Jelas Dinda yang membuat Arjuna duduk kembali sambil memegang tangan Dinda.


"Tidur lah..!" Suruh Arjuna.


Dinda memejamkan mata nya,tidak di pungkiri jika dia sangat mengantuk sehabis makan tadi,entah Karena bawaan bayi atau memang dia lelah karena terus memuntahkan makanan nya sejak tadi.


Arjuna terus mengusap kepala Dinda hingga dia tertidur ,dengan pelan Arjuna melepaskan tangan Dinda dan menyelimuti nya,dia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri,dia pun merasakan lelah juga karena sudah beraktifitas seharian penuh,belum lagi dengan merawat Dinda beberapa jam lalu,yang di nilai nya berbeda dengan Dinda yang dulu, sekarang lebih manja pada diri nya,tapi dia sangat senang akan semua nya,karena untuk calon anak nya yang akan segera terlahir ke dunia ini.


Setelah selesai mandi,Arjuna memakai pakai an nya kemudian keluar kamar menuju dapur untuk makan malam seorang diri,dia tak ingin membangun kan Dinda yang masih tertidur dengan nyenyak.


🌹🌹🌹

__ADS_1


sambung besok lagi yaa..


see you....☺️☺️🙏🙏


__ADS_2