
Byuuurrr
Siraman air dingin tepat mengenai tubuh Dinda yang sudah terikat di atas kursi .
Tempat yang gelap ,hanya sedikit penerangan yang masuk melewati tembok yang bolong karena lapuk di makan usia.
Dinda hampir tak bisa bernafas karena siraman air itu dan membuat nya mengibaskan kepala beberapa kali .
Dinda tersadar dan menatap sekitar yang terlihat kotor dan sedikit tergenang air kotor
Bau amis dan menyengat menyeruak di penciuman Dinda .
"Di mana ini..!" Gumam Dinda pelan ,ia tak menyadari sosok seseorang di belakang nya yang tersenyum.
"tolong....!" Teriak Dinda berontak di kursi yang mengikat nya.
Beberapa kali ia berteriak ,namun tak ada sahutan sampai tiba-tiba rambut nya di tarik ke belakang dengan kasar.
"Diam..kau sangat berisik...!" Ucap seseorang yang menarik rambut nya dari belakang hingga membuat Dinda merintih kesakitan.
"Kau siapa...tolong lepas kan aku..aku mohon...!" Rengek Dinda dengan sesegukan,sungguh ia begitu ketakutan.
"Enak saja melepas kan mu ,aku sudah menunggu ini sangat lama..!" Ucap orang itu dengan nada sinis sambil berbicara pelan di samping telinga Dinda .
"Aku mohon,lepas kan aku,aku akan memberikan apa pun yang kau minta,,tapi ku mohon lepaskan aku...!" Bujuk Dinda dengan gemetar.
Dengan kasar orang itu melepaskan cengkraman tangan nya dari kepala Dinda.
"Tidak semudah itu,aku ingin kau menderita seperti apa yang ku rasa kan ..!" Ucap orang itu dengan tersenyum dibalik topeng nya.
Dinda tak bisa melihat wajah nya,karena orang itu menutupinya dengan topeng dan jubah hitam panjang nya.
"mommy...!" Gumam Lee pelan sambil memeluk guling milik Dinda di kamar nya.
"Aku tak bisa diam saja,ini sudah pagi,dan Dinda belum pulang,dia juga tak meninggalkan pesan apa pun..!" Ucap Edwin khawatir.
Arjuna menatap Edwin di seberang nya,ia diam namun seperti Edwin ,Arjuna pun begitu gusar,ia memikirkan ke mana Dinda pergi dan tidak pulang sampai sekarang.
Edwin berdiri dari sana dan meraih kunci mobil nya meninggal kan Lee dan Arjuna.
__ADS_1
Flashback
Arjuna tiba di kediaman Dinda,dengan semangat ia membawa buket bunga yang begitu cantik dan beberapa kado untuk di berikan pada Dinda dan Lee,namun ia bingung dengan keadaan rumah yang gelap dan pintu yang sedikit terbuka,ia melihat mobil Dinda terparkir di halaman rumah nya.
Arjuna mengetuk pelan pintu beberapa kali,namun tak ada sahutan,tak lama sebuah mobil berhenti di samping mobil nya.
Lee turun dengan membawa boneka besar dan buket bunga yang tak kalah indah dengan Arjuna.
"Lee.." gumam Arjuna yang melihat nya.
Lee yang belum menyadari nya,masih asyik bercengkrama dengan Edwin .
Edwin begitu kaget saat melihat Arjuna berdiri di depan pintu,namun ia menutupi itu dengan bersikap biasa.
"Paman,itu...!" Ucap Lee menggantung kan kalimat nya.
Edwin tersenyum pada Lee dan mendekat ke arah Arjuna.
Dengan mata elang nya,Arjuna menatap tajam pada Edwin yang menuntun Lee.
"Tuan..!" Sapa Lee pada Arjuna ,dan itu membuat hati Arjuna sedikit berdenyut .
"Mommy " Lee masuk memanggil Dinda ,namun tak ada sahutan,Edwin mencoba menyalakan lampu,namun tak bisa,ia memeriksa sakral lampu di belakang,dan benar saja,lampu itu di matikan dengan sengaja.
Arjuna ikut masuk melihat ke dalam,hal yang pertama ia rasakan adalah kesedihan ,ia begitu sakit melihat itu,melihat keadaan rumah yang cukup nyaman menjadi tempat tinggal Dinda dan Lee selama ini tanpa diri nya.
"Mobil mommy di depan,kenapa mommy tak ada..!" Ucap Lee yang kebingungan.
Edwin ikut mengecek semua,dan benar Dinda tak ada di sana.
"Apa yang terjadi..?" Tanya Arjuna yang tak paham .
"Dinda tak ada ,apa kau melihat nya ..!" Tanya Edwin .
"Saat aku tiba ,aku tak melihat nya,aku memanggil nya dari pintu yang sedikit terbuka hingga kalian datang..!" Jelas Arjuna.
"Kemana dia..!" Ucap Edwin yang memencet nomor Dinda .
Aktif namun tak mendapat jawaban,Edwin berinisiatif untuk melihat Dinda ke depan tempat sate langganan Dinda ,namun ia juga tak menemukan Dinda.
__ADS_1
"Apa dia tak memberitahu mu sesuatu..?" Tanya Arjuna pada Edwin.
Mereka mulai khawatir tentang Dinda yang menghilang.
Arjuna menghampiri Lee yang duduk di sofa sana,Lee hanya diam,namun jelas dari wajah nya,ia begitu khawatir.
"Tenang lah..mommy mu akan baik-baik saja..!" Hibur Arjuna sambil merangkul Lee.
"Aku tau mommy ku wanita yang kuat dan hebat..!" Lirih Lee tanpa menatap Arjuna .
"Maaf kan aku..!" Ucap Arjuna dengan menunduk,meski hanya kata yang singkat keluar dari mulut Lee,namun itu membuat hati Arjuna tertampar,ia mengingat kebodohan nya waktu itu.
"Hhmmm tak apa,apa yang membawa tuan sampai datang ke sini hari ini..?" Tanya Lee dengan menatap Arjuna.
"Jangan panggil aku tuan..!" Balas Arjuna .
Lee diam kemudian menunduk,ia ingin memanggil Arjuna dengan sebutan Daddy seperti teman-teman nya di sekolah,namun ada rasa yang membuat nya menahan ,ia ingin Arjuna yang meminta nya sendiri.
"maaf kan aku sudah lancang meminta ini..tapi aku ingin kau memanggil ku lebih dekat seperti kau dengan mommy mu..!" Pinta Arjuna ,ia begitu gugup mengatakan nya,ia takut reaksi Lee akan membenci atau marah pada nya,tapi ia sudah bertekad mengatakan semua nya malam ini,ia akan melawan rasa takut itu,ia akan mencoba apa pun hasil nya.
"aku tak mengerti..!" ucap Lee sambil menautkan ke dua jari nya,ini seperti Dinda,ya mereka sangat mirip,jika Dinda merasa takut atau gugup ,ia akan menautkan ke dua jari nya hingga memerah,dan Arjuna sangat hapal itu.
Arjuna meraih tangan Lee agar tidak meremas nya terus,ia menautkan jari nya di antara jari Lee.
"Daddy..yaa kau bisa memanggil ku Daddy..apa kau mau..?" tanya Arjuna menatap Lee yang juga menatap nya.
Arjuna tersenyum dan mencium tangan mungil Lee.
"pelan-pelan saja,kau akan terbiasa ..!" tambah Arjuna yang mengusap kepala Lee.
"aku ingin mommy..!" lirih Lee .
"tenang lah,kau harus percaya pada ku,aku akan membawa mommy mu kembali..!" ucap Arjuna kemudian memeluk Lee.
Lee diam di pelukan Arjuna,sungguh ia sudah lama menantikan hal ini,menantikan hal di mana ia di peluk oleh orang yang selama ini ia rindukan,apa Lee tidak marah dengan Arjuna yang sudah menelantarkan nya dan Dinda ,ia marah dan ia punya pertanyaan sendiri untuk ia ajukan pada Arjuna nanti,saat semua nya baik-baik saja,di pikiran nya sekarang hanya memikirkan Dinda saja.
🌹🌹🌹🌹
like, komentar dan vote nya
__ADS_1
sehat selalu reader's semua,tetap semangat