Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Makan siang bersama


__ADS_3

Arjuna berjalan menuju kursi kebesaran nya,meneliti beberapa berkas yang di sodor kan karyawan nya. Dinda yang masih makan di sofa memperhatikan Arjuna dengan diam.


"kakak begitu tampan saat seperti itu,pantas saja kak Cantika sangat mencintai nya,kakak juga orang yang sangat baik..!" batin Dinda memuji Arjuna,namun sedetik kemudian dia menggeleng kan kepala,berusaha membuang pikiran nya tentang kekaguman pada Arjuna.


"tidak..tidak..kakak hanya menjalankan keinginan terakhir kak Cantika,dan aku tak mungkin jatuh cinta dengan suami kakak ku,tidak boleh...!" batin Dinda berusaha menolak kekaguman nya itu.


Arjuna tersenyum melihat Dinda menggeleng sambil berbicara sendiri,meski dia tidak mendengar apa yang di ucap kan Dinda.


Saat sudah selesai dengan berkas itu, karyawan keuangan pun undur diri. Arjuna menghampiri Dinda yang masih makan di sofa.


"kakak tidak makan lagi..!" tanya Dinda yang melihat Arjuna hanya duduk di samping nya dengan satu koran di tangan nya.


"tidak,kakak sudah tidak mood lagi saat orang itu masuk dan mengganggu makan siang tadi..!" Jawab Arjuna sambil membolak-balikkan koran di tangan nya.


Dinda yang mendengar hanya mengangguk paham,namun sedetik kemudian terlintas di pikiran nya ide untuk menyuapi Arjuna makan lagi. Dinda berpaling menghadap Arjuna dengan menyodorkan sendok makan.

__ADS_1


"Aaaaa...." perintah Dinda


Arjuna mengerut kan kening melihat sendok di tangan Dinda.


"kakak makan lagi ,tadi kan baru sedikit makan nya,nanti aku sedih kalau makanan yang aku bawa ga kakak habis kan..!" bujuk Dinda dengan senyuman manis nya.


Arjuna tersenyum dan memakan makanan dari sendok yang di suap kan Dinda itu. Sambil membaca koran,Arjuna terus makan dari suapan Dinda sampai habis.


"selesai,sekarang kakak minum dulu,aku ingin membereskan di meja ini dulu..!" ucap Dinda di suapan terakhir nya.


Dinda yang kaget melihat Arjuna di belakang nya reflek berpaling dan tersandung kaki Arjuna namun langsung di tangkap Arjuna hingga tak sampai jatuh.


Deg..Deg..Deg..


Dinda dengan cepat melepas kan tangan Arjuna dari bahu nya dan berlalu dari kamar mandi itu.

__ADS_1


"aku sudah selesai,kakak lanjut kan saja..!" ucap Dinda sambil berlalu.


"duuhh..kenapa ni jantung aku..!" batin Dinda yang berjalan cepat ke arah sofa.


brukkk...pintu ruangan Arjuna terbuka dengan kasar,Dinda di buat terkejut karena kedatangan seorang wanita yang menatap sinis ke arah nya .


"Dimana Arjuna sekarang..?" tanya nya dengan sinis pada Dinda.


Belum sempat menjawab,asisten Baim masuk dengan terburu-buru,tepat saat Arjuna keluar dari kamar mandi. Arjuna menatap tajam pada Baim.


"maaf tuan,saya sudah bilang pada nona Sandra kalau anda sedang sibuk dan tak bisa di ganggu..!" jelas Baim dengan menunduk.


"ooohhh..jadi nama nya Sandra,dia siapa ya,ko seperti sudah kenal dengan kakak..?" tanya Dinda dalam hati nya.


Arjuna mengalihkan pandangannya pada Sandra berjalan melewati nya dan menghampiri Dinda yang sedari tadi terlihat bingung.

__ADS_1


"kakak,apa aku pulang saja,seperti nya Tante itu ada urusan penting dengan kakak..!" bisik Dinda saat Arjuna sudah di samping nya.


__ADS_2