Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Membujuk Bumil


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan pulang ,arjuna tengah sibuk memikir kan cara bagaimana dia akan menjelas kan pada dinda.


"Ingat kau harus menjelas kan pada dinda jika kita sedang sibuk dan aku tak tau jika dinda menelpon" ucap arjuna mengajarkan pada baim


Baim hanya mengangguk,sebenar nya ia pun tak kalah khawatir dari arjuna,karena dari yang dia tau jika wanita hamil akan sulit di jelaskan tentang apa pun.


Baim memarkir kan mobil di pekarangan rumah kemudian ikut berjalan di belakang arjuna.


"Dimana dinda..?" Tanya arjuna pada salah satu pelayan nya.


"Nyonya sedang di dapur membuat susu..!" Jawab pelayan itu.


"Kau tunggu aku di sini..!" Perintah arjuna pada baim.


Arjuna berlalu ke dapur untuk langsung menemui dinda,dia ingin melihat dulu apa kah dinda marah pada nya atau tidak.


Arjuna mendekat perlahan dan memeluk dinda dari belakang.


"Sayang...!" Panggil arjuna pada dinda yang sedang mengaduk susu nya.


Namun dinda hanya diam tak memberi respon apa pun.


Arjuna sudah bisa menebak jika dinda marah pada nya.


"Din,aku minta maaf ,aku tak tau jika yang menelpon itu kamu..!" Sesal arjuna.

__ADS_1


Namun dinda hanya diam sambil sesekali menyesap susu yang di buat nya.


"Di kantor sedang ada masalah,jadi aku sedikit stres karena itu..!" Jelas arjuna kemudian.


Dinda menghabis kan susu nya kemudian berbalik ke arah arjuna yang di belakang nya.


"Sudah selesai ngomong nya..?" Ucap dinda.


Arjuna gelagapan dan bingung dengan pertanyaan dinda.


"Tadi saja,teriak-teriak,kenapa sekarang seperti kucing yang minta di kasih makan..?" Tanbah dinda yang membuat pelayan di dapur itu terkekeh geli mendengar dinda.


Arjuna menatap tajam pada dinda ,namun dinda berlalu dari dapur tanpa menghiraukan arjuna.


"Sayang .." panggil arjuna yang sedikit berteriak melihat dinda meninggalkan nya.


Dinda berjalan menunu kamar nya,saat akan menutup pintu,arjuna dengan cepat mengikuti dinda masuk.


"Sayang,jangan marah yaa..!" Bujuk Arjuna


"hhhhhmmmmm" ucap dinda tanpa mengatakan apa pun.


"Kenapa gitu aja,jawab dong..!" Tambah arjuna


"Kakak menyebalkan,aku males ngomong sama kakak..!" Kesal dinda saat mengingat arjuna yang berteriak marah-marah di telepon tadi.

__ADS_1


Arjuna paham jika mood dinda mudah berubah karena bawaan bayi nya.


"Sekarang suruh kak baim untuk pulang saja,ini kan bukan jam kantor lagi,dia pasti lelah dan ingin istirahat..!" Suruh dinda yang mendapat anggukan dari arjuna.


Arjuna turun menemui baim yang duduk sendiri di ruang tamu.


"Kau, pulang lah,ini uang taxi untuk mu..!" Ucap arjuna sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kemudian berlalu lagi ke atas.


'Huh,se enak nya saja ,nasib bawahan..!" Gerutu baim yang melihat Arjuna menaiki tangga,


Arjuna kembali ke kamar dengan senang karena tak mendapat kan Omelan dari ibu hamil itu.


"sayang,bagaimana baby boy ..?" tanya Arjuna sambil mengelus perut buncit Dinda .


Dinda menatap pada Arjuna yang sedang mengelus perut nya.


"dia sedang marah dengan papah nya dan tak ingin tidur bersama papah nya malam ini..!" ucap Dinda yang membuat mata Arjuna membulat sempurna.


"hai..apa maksud mu,kau mengusir ku dari kamar ku sendiri..!" tanya Arjuna yang kesal pada Dinda.


Dinda hanya mengangkat bahu nya .


"entah lah,kakak tidur di sofa saja malam ini,aku sedang malas melihat kakak..!" tambah Dinda.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Di usahakan up tiap hari


Semangat hari Senin..


__ADS_2