
"tuan,apa kah saya tidak di perlukan lagi jika kak Baim kembali..?" Tanya Derry yang berada di depan setir seraya melirik Arjuna yang duduk di belakang nya.
"Maksud nya..?" Tanya Arjuna bingung, sebenarnya ia tau Baim akan pulang kembali bekerja pada nya dalam beberapa hari lagi.
"Apa tak bisa saya tetap bekerja dengan anda, saya ingin mengabdi pada anda dan Nyonya ..!" Jelas Derry dengan serius.
Arjuna menyunggingkan senyum nya, sebenarnya ia sudah menyusun rencana sendiri untuk tetap mempertahankan Derry bersama nya,karena mengingat banyak nya pekerjaan dan waktu melahirkan Dinda nanti,ia pasti akan kerepotan,namun jika ada Derry dan Baim bersamaan,ia bisa sedikit lebih memiliki waktu lenggang tanpa meninggalkan pekerjaan.
"Apa kau mau hanya jadi sopir ku saja..?" Ucap Arjuna yang mengerjai Derry.
"Tidak apa-apa walau saya jadi sopir atau tukang kebun di mansion anda,karena hanya dengan ini saya mampu membalas kebaikan tuan..!" Jelas Derry yang sedikit melow mengingat kisah kelam nya masa lalu jika tak bertemu Arjuna.
Arjuna tertawa sedikit lepas melihat wajah Derry yang serius.
"Apa ada yang lucu..?" Tanya Derry yang bingung melihat tuan nya tertawa .
"Aku hanya bercanda,kau akan menemani Baim mengurus perusahan !" Jelas Arjuna yang sudah menetralkan gurauan nya,namun tiba-tiba
Tiiittt..
Bunyi ban bergesekan dengan aspal begitu nyaring dan cepat hingga membuat Arjuna sedikit oleng ke depan .
"Hey,apa yang terjadi,kau ingin membunuh ku..?" Teriak Arjuna yang marah.
"Terimakasih tuan...!" Teriak Derry dengan gaya kemayu yang tak kalah nyaring dari Arjuna sambil menampilkan deretan gigi yang rapi .
Arjuna bergidik ngeri,baru beberapa menit yang lalu ia melihat keseriusan dari Derry,namun dengan sekejap itu berubah menjadi sikap yang di takuti Arjuna
Di mansion
Di depan pintu tampak seorang wanita tengah duduk sambil membaca majalah,ia belum menyadari akan kedatangan seseorang dengan tentengan penuh di tangan nya
"sangat serius..?" Ucap Arjuna mengagetkan Dinda yang memangku kaki nya.
"Kakak..?" Jawab Dinda sambil menutup buku dan menyimpan nya di meja depan.
"Apa yang kau baca,hingga tak menyadari kedatangan ku..?" Tanya Arjuna yang berdiri di samping Dinda sambil mengecup pucuk kepala nya dengan sayang.
__ADS_1
"aku hanya membaca tentang persalinan,bagaimana cara mengejan yang benar. !" Jelas Dinda .
Sebenarnya Arjuna menyarankan Dinda untuk melakukan Caesar karena ia tak sanggup jika harus melihat Dinda kesakitan,namun Dinda tetap kekeh ingin melahirkan secara normal dulu,dan Arjuna hanya bisa mengangguki nya dengan berat hati.
"kakak membeli apa..?" Tanya Dinda yang melihat beberapa bungkusan di atas meja.
"Aku membelikan mu buah dan cake kesukaan mu,aku juga membelikan es cream..!" Jawab Arjuna yang menatap intens Dinda.
Dinda hanya cemberut mendengar itu,ia senang karena Arjuna begitu perhatian,namun ia takut jika itu bisa membuat nya makin berisi.
"kenapa lagi,kau tidak senang..?" Tanya Arjuna yang melihat Dinda cemberut.
"Aku takut tambah gemuk lagi,ini saja wajah ku sudah begitu bundar seperti bola..!" Ucap Dinda yang membuat Arjuna terkekeh pelan.
"Kakak menertawakan aku..?" Tanya Dinda dengan sorot mata yang tajam.
"Tidak,mana ada seperti itu,kau berlebihan..kau masih cantik dan sexy..!" Rayu Arjuna agar bumil ini tak marah karena kekehan nya yang mengundang kekesalan Dinda.
Arjuna dan Dinda masuk bersamaan setelah pembicaraan sore itu,ke dua nya makan malam tanpa ada gangguan dari siapa pun.
Seperti biasa Arjuna menghabiskan weekend nya untuk menemani dan melayani Dinda di mansion,kadang ia mengajak Dinda ke mall sekedar jalan-jalan atau membeli kebutuhan mereka.
"Tidak tau,aku masih mengantuk.. sebentar lagi..!" Jawab Dinda yang belum bisa memikirkan rencana hari ini.
Arjuna hanya tersenyum ,ia masih tak ingin lepas dari tubuh yang berisi itu,dengan sayang ia terus memberikan kecupan hangat pada pucuk kepala Dinda.
Dddrtt...
Getaran handphone Arjuna di pagi itu membuat nya jengah,awal nya ia tak menanggapi ,namun benda pipih itu sudah berulang kali bergetar memaksa untuk di jawab.
Arjuna yang tak ingin mengganggu tidur Dinda,dengan pelan ia turun dari tempat tidur,berjalan menuju balkon kamar yang begitu sejuk dengan embun yang menetes.
"Ada apa...?" Tanya Arjuna yang masih santai bersandar pada ujung sofa.
"......."
"Benar kah..,?" Tanya Arjuna yang sedikit terkaget .
__ADS_1
"....."
"Kau tetap awasi di sana,aku dan Dinda akan ke sana secepatnya..!" Jelas Arjuna kemudian menutup telepon nya .
"Bagaimana pun dia tetap ayah Dinda,aku tak bisa membuat Dinda menyesal jika terjadi sesuatu..!" Gumam Arjuna sambil meremas handphone di tangan nya.
"sayang...!" Panggil Arjuna pelan sambil menyibak rambut yang menutupi separo wajah Dinda.
"Cepat bangun,aku akan membawa mu ke suatu tempat..!" Ucap Arjuna yang belum mengatakan apa pun,hanya meminta Dinda segera bangun dan bersiap .
"Hhmm,kakak duluan saja mandi,lima menit lagi aku akan menyusul..!" Jawab Dinda yang mendapat kecupan hangat di kening nya.
Arjuna berlalu ke kamar mandi,ia sudah memikirkan cara sendiri untuk memberitahu Dinda masalah ini,ia tak mau terburu-buru dan membuat Dinda kaget,mengingat kehamilan Dinda,ia tak mau istri nya itu memikirkan hal yang terlalu rumit.
Ceklek ..
Pintu kamar mandi terbuka setelah beberapa saat Arjuna menyelesaikan mandi nya.
"Mandi lah,aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu berendam ,tapi jangan terlalu lama..!" Jelas Arjuna.
Arjuna bersiap setelah Dinda masuk kamar mandi,tak lupa ia pun menyiapkan sarapan untuk Dinda.
Hampir satu jam bersiap,Dinda keluar dari kamar,mendatangi Arjuna yang sudah duduk manis di meja makan dengan di temani secangkir kopi dan koran yang bertengger di tangan nya.
"kak..!" sapa Dinda sembari menyapa Arjuna dan duduk di samping kursi Arjuna yang sudah terdapat hidangan .
Arjuna tersenyum dan melipat koran di tangan nya,ia menyendok kan sarapan ke piring Dinda .
"kak, seharusnya aku yang menyiapkan semua untuk kakak..!" ucap Dinda yang merasa tak enak.
"kenapa harus kau,aku bisa melakukan ini untuk isteri dan anak ku,kau diam saja,dan nikmati makanan mu,setelah ini kita pergi..!" ujar Arjuna yang tak peduli dengan pandangan orang jika seharusnya istri lah yang menyiapkan keperluan suami,bagi nya ia bahagia melakukan apa pun,apa lagi sekarang Dinda tengah hamil tua ,maka akan sedikit sulit untuk nya melakukan banyak hal.
"semoga kau bisa menerima semua kabar hari ini dengan tabah..!" batin Arjuna berucap sambil menatap Dinda yang sedang melahap makanan nya.
🌹🌹🌹
maaf baru up🙏🙏
__ADS_1
stay selalu
jangan lupa like nya