
Saat telah sampai di depan rumah sakit,Arjuna menggendong tubuh Dinda dengan sedikit berlari menuju UGD,dia meneriaki perawat yang sedang berada di sana.
"Cepat panggil kan dokter Kelvin sekarang.." teriak Arjuna yang melewati seorang perawat yang berpapasan dengan nya.
Arjuna meletakkan tubuh Dinda diatas ranjang UGD itu,berlalu keluar untuk memanggil salah satu dari perawat.
"Kau,cepat panggil kan dokter Kelvin sekarang juga,katakan pada nya aku,aku memberi nya waktu 3 menit untuk sampai di sini..!" Ucap Arjuna dengan tatapan tajam nya,kemudian dia kembali menemani Dinda yang masih tak sadar kan,ada sedikit darah di pelipis Dinda akibat benturan dari pohon tadi.
Siapa yang tak mengenal Arjuna di rumah sakit itu,keluarga Arjuna adalah pemilik saham terbesar di rumah sakit itu,mereka sangat mengenal keluarga Wiguna,mereka orang terpandang di kota nya,dan di takuti oleh banyak orang karena kekuasaan mereka.
Seorang dokter yang masih muda ,usia nya tak jauh dari Arjuna,terlihat menghela nafas karena kelelahan akibat berlari menuju UGD itu. Dia paham betul bagaimana sifat Arjuna yang akan marah jika perkataan nya tidak di turuti.
Dokter menyibak tirai UGD ,dia menemukan Arjuna tengah melepas sepatu gadis yang tak sadar kan diri itu,dokter itu mengerut kan kening,bertanya sendiri siapa yang sedang bersama Arjuna sekarang.
"Apa yang terjadi dengan nya.." tanya dokter Kelvin yang mulai memeriksa Dinda.
"Apa mata mu mulai rabun,kau tak melihat jika kepala nya berdarah dan dia sedang tak sadar kan diri..!" Jawab Arjuna dengan menatap tajam dokter Kelvin.
__ADS_1
"Santai bro..gitu aja marah..dia hanya pingsan biasa . sebentar lagi juga akan siuman..!" Ucap dokter Kelvin sedikit bercanda untuk mencairkan suasana yang terlihat tegang
Dokter Kelvin adalah sahabat Arjuna saat kuliah di luar negeri,mereka berteman cukup dekat,hingga dokter Kelvin tak begitu takut pada nya seperti yang lain.
"kau jangan banyak bicara,obati saja luka nya,dan buat dia supaya cepat sadar..!" Kata Arjuna sambil duduk di kursi samping Dinda.
"galak bener,cepat tua kau nanti..!" Kekeh dokter Kelvin yang membuat Arjuna melemparkan gulungan kapas di samping nya pada dokter Kelvin hingga mengenai wajah nya.
Dokter Kelvin hanya menggeleng kan kepala melihat Arjuna yang masih seperti dulu.
"Dia siapa bro..!" Tanya Kelvin kembali saat membersihkan luka Dinda . Kelvin memang tidak mengetahui sosok Dinda .karena dia baru kembali dari pendidikan nya dan baru bekerja di rumah sakit itu seminggu yang lalu.
Kelvin hanya diam mendengar pernyataan Arjuna ,dia tau kalau Cantika sudah meninggal beberapa waktu lalu,namun dia tak tau kalau Arjuna sudah menikah lagi.
Arjuna yang paham pikiran sahabat nya mengatakan " cerita panjang,kau akan tau nanti.." tambah Arjuna.
Setelah percakapan itu mereka hanya diam sampai akhir nya kepala Dinda sudah di perban dan di pindah kan ke ruang khusus keluarga Arjuna.
__ADS_1
Arjuna yang masih menemani Dinda,tak berapa lama,Baim menelpon nya dari kantor polisi,yaa setelah mengantar Arjuna ke rumah sakit,Baim langsung meluncur ke kantor polisi menangani kasus penyerangan yang dilakukan para preman itu
"Mereka orang suruhan Sandra" ucap Baim di balik telepon itu.
Arjuna tersenyum mendengar semua nya."Buat mereka semua membusuk dipenjara itu untuk selamanya"
Klik.. Arjuna mematikan telepon nya dan langsung menghampiri Dinda yang terlihat mulai menggerakkan tangan nya.
Dinda menyentuh kepala nya yang di perban. "Awwww..." Teriak Dinda saat dia merasakan sakit .
"Apa masih sakit ..?" Tanya Arjuna yang duduk di samping nya.
Dinda mengalihkan pandangannya pada Arjuna. " Kakak bagaimana,apa kakak terluka..?" Ucap Dinda sambil meraih tangan Arjuna.
"Kakak tidak apa-apa,kau tenang lah, istirahat saja..!"
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
terimakasih semua nya ..tolong bantu like dan dukungan nya,supaya lebih semangat kakak..
mampir juga ya di "Cinta Nayna"