Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Pertemuan


__ADS_3

Dinda diam sesaat sambil bertatapan dengan Lee yang takut melihat pemilik mobil di belakang nya.


Dinda melepaskan tangan Lee dan memberanikan diri untuk menatap pemilik mobil di belakang nya.


"Maaf kan saya tuan..!" Ucap Dinda sambil berdiri.


Deg


Deg


Deg


Untuk pertama kali nya ,ia bertatapan dengan netra itu lagi, setelah lima tahun lama nya .


"Dinda..!" Gumam Arjuna pelan,namun netra nya terkunci begitu saja,memindai wajah yang selama ini sudah membuat nya tersiksa.


Wajah ayu yang bercahaya,dan senyum ramah yang masih tetap lembut seperti dulu,hanya saja kini sedikit berbeda,karena jarak yang tercipta antara ke dua nya sangat jelas.


"Bisa anda tinggal kan kami di sini,saya ingin membicarakan ini lebih privasi..!" Ucap Arjuna menatap satpam yang ada di antara mereka.


Dinda di buat gugup mendengar itu,ia tak tau apa yang akan Arjuna lakukan kali ini.


"Jangan,lebih baik bapak menjadi saksi untuk penyelesaian kali ini..!" tolak Dinda dengan cepat.


Arjuna menatap sayu Dinda yang menolak itu,ia berusaha bersikap wajar tanpa menonjolkan sesuatu yang akan membuat orang lain bertanya-tanya.


Pandangan Arjuna beralih pada seorang anak kecil yang duduk membelakangi diri nya,ia begitu penasaran dengan sosok lelaki kecil itu.


"Tuan,saya minta maaf sebelumnya karena telah lalai dan menabrak mobil anda,tapi saya akan bertanggung jawab dan mengganti semua kerugian anda..!" Jelas Dinda dengan tenang,jujur ia begitu gugup saat ini,namun ia bersikap biasa karena tak mau mencampuri masalah pribadi di masa lalu bahkan mengungkit,karena semua nya tak akan mengubah apa pun.

__ADS_1


Arjuna menyodorkan kartu nama pada Dinda .


"Hubungi saya ,nanti saya akan memberikan detail ganti rugi itu..!" Jawab Arjuna ,seperti Dinda ,ia pun begitu gelagapan saat ini, terlebih lagi saat rasa penasaran nya pada sosok Lee yang sedari tadi diam sambil menunduk hingga membuat nya sulit memindai lebih detail wajah anak lelaki yang di yakini nya sebagai putera nya itu.


Tak banyak kata terurai di awal pertemuan mereka,layak nya orang asing yang pertama kali bertemu ,begitu lah Dinda dan Arjuna,namun di hati masing-masing tersimpan berjuta kata yang ingin di sampai kan dan di tanyakan lebih,namun semua tak terucap,sorot mata yang asing membuat bibir seakan bungkam namun tersalur rindu yang tak mampu tergambar dengan jutaan warna yang ada.


Malam hari nya,di kamar yang tenang ,hanya ada cahaya lilin yang beraroma mint menemani nya,netra mata yang teduh memecah kegelapan malam,tetes demi tetes buliran bening itu jatuh.


"Papa...!" Isak Lee yang memeluk guling nya,dari tadi pagi,bibir nya bungkam seribu bahasa,ia tak berani menanyakan kebenaran tentang sosok Arjuna yang ia temui tadi pagi di pos satpam itu,benar kah itu sosok sang ayah yang selama ini ia rindu kan,meski sering Dinda mengatakan bahwa ayah nya sedang sibuk dan tak bisa menemui nya,namun jauh di lubuk hati nya ia tak mempercayai begitu saja,ada hal yang mengganjal,namun ia tak menanyakan detail tentang Arjuna,ia takut melukai perasaan Dinda sang mommy,karena ia sering melihat Dinda yang menangis seorang diri setelah mereka membahas sosok Arjuna .


Dendam,jelas tidak,ia hanya kecewa pada keadaan yang memisahkan nya dulu ,ia yakin ada alasan lain yang tak ia mengerti dan akan ia cari tau.


Di sudut kota lain,Arjuna tengah membaca kan buku cerita untuk Tasya ,jika tidak ada kesibukan,Arjuna selalu meluangkan waktu untuk membacakan buku setiap malam sebelum Tasya tidur.


"Papa...?" Panggil Tasya yang sudah mengantuk namun belum tertidur pulas.


"Apa kah Daddy dan mommy sedang melihat kita sekarang..?" Tanya Tasya polos.


Arjuna meletakkan buku nya dan berbaring memeluk Tasya .


"Daddy dan mommy pasti sedang tersenyum sekarang,karena Tasya jadi anak yang baik dan penurut sama papa seperti pesan Daddy dulu, sekarang tidur lah,berdo'a pada tuhan,semoga dalam tidur Tasya bisa bertemu mommy dan Daddy ..!" Jelas Arjuna kemudian memeluk Tasya .


Setelah memastikan Tasya tertidur,Arjuna melepaskan pelukan nya dan beranjak dari tempat tidur Tasya,berjalan menuju kamar nya.


Membuka berkas berisi tentang informasi Leonard dan Dinda kembali.


"Apa mereka akan memaafkan ku..?" Gumam nya pelan sambil menatap foto Leonard .


Arjuna ingat betul saat pertemuan tadi pagi,Leonard hanya diam,ia bertanya dalam hati,apa kah Leonard mengenali nya atau ia tak tau siapa ia sebenarnya .

__ADS_1


Jika Leonard tau ia adalah ayah nya,mengapa Leonard tak menyapa atau memberikan ekspresi apa pun pada nya,Leonard hanya diam seperti biasa.


Arjuna menggapai benda pipih di saku nya, melihat beberapa notifikasi di sana,berharap Dinda menghubungi nya,namun semua harapan nya sia-sia,tak ada satu pun pesan atau panggilan dari nomor baru dan itu membuat nya kecewa ,apa Dinda marah atau membenci nya saat ini,entah lah ia tak mengerti.


"papa menyayangi mu,maaf kan papa selama ini yang begitu takut menemui mu,papa takut kau membenci papa,maaf kan papa..!" lirih Arjuna yang memandang foto Leonard .


Berbeda dengan Arjuna ,di sebuah rumah kecil yang masih terang,Dinda tengah sibuk mencoret beberapa desain baju untuk sebuah perusahaan,beberapa kali ia menggambar dan memfokuskan imajinasi nya,namun semua seolah ikut kacau saat pertemuan tadi pagi.


"kenapa dengan ku,bukan kah ini pasti akan terjadi..!" gumam Dinda .


Dinda meneliti begitu detail tentang Arjuna tadi pagi,ia bisa melihat jika Arjuna masih seperti dulu, baik-baik saja tanpa nya,Dinda berpikir jika isteri nya sekarang mengurus Arjuna dengan baik.


"aku tidak boleh memikirkan apa pun tentang dia,dia sudah memiliki kehidupan lain yang bahagia bersama isteri dan anak nya,aku pun begitu,aku juga bahagia sekarang bersama Lee..tapi...!" Dinda terhenti saat memikirkan Lee,ia yakin Lee mengenali Arjuna ,namun dari tadi sikap Lee biasa saja dan tak menanyakan apa pun pada nya.


"apa Lee tau kalau tadi itu..kenapa aku tak menanyakan pada nya,lebih baik aku tanyakan esok,ini sudah larut,dan sebaik nya aku tidur saja..!" tambah Dinda .


Dinda tak berniat menghubungi Arjuna ,ia akan memberikan sejumlah uang pada satpam kantor Arjuna ,karena itu cara yang dia anggap baik,ia tak ingin bertemu Arjuna atau berhubungan lagi meski hanya masalah mobil itu.


🌹🌹🌹🌹


like


like


koment


vote


jangan lupa hadiah yang banyak☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2