
"kenapa..?" tanya Arjuna yang makin penasaran
"ini gara-gara kakak..!" jawab Dinda cepat.
Arjuna mencerna kata-kata Dinda kemudian dia tersenyum saat mengingat perbuatan nya.
"mana aku lihat..!" ucap Arjuna mendekat ingin membuka penutup itu.
"stop...!" kata Dinda dengan cepat,yang benar saja Arjuna akan melihat semua nya,dia akan sangat malu.
Arjuna terkekeh,kemudian dia berlalu menyeret koper mereka mengarah ke pintu agar langsung ke bandara saat Dinda menyelesaikan makan nya.
Mereka sudah berada di pesawat untuk pulang,di sepanjang jalan,Arjuna sangat posesif pada Dinda,dia selalu merangkul pinggang Dinda,seolah tak ingin jauh dari isteri nya itu.
"Din,ini seperti perjalanan bulan madu..!" bisik Arjuna yang membuat pipi Dinda merona malu.
Di perjalanan kali ini bukan Dinda yang tertidur seperti awal,malah Arjuna yang tidur sepanjang jalan,dia merasa sangat lelah.
"kak,kita sudah sampai..!" ucap Dinda yang membangun kan Arjuna .
__ADS_1
"maaf aku tertidur,aku sangat lelah..!" kata Arjuna yang mengucek mata nya.
mereka turun bersama dan langsung pulang ke rumah.
"kakak ga ke kantor..?" tanya Dinda saat mereka sudah sampai di kamar.
"tidak..aku ingin tidur saja hari ini..temani ya Din..ga usah kuliah dulu..!" bujuk Arjuna.
"hhuummm..baik lah..aku mau mandi sebentar..!" ucap Dinda yang akan berlalu ke kamar mandi tapi di cegat oleh Arjuna hingga dia terduduk di pangkuan Arjuna.
"Din,ga mau tiduran dulu..?" tanya Arjuna
"kenapa tiduran,aku gerah..mau mandi dulu,lagian sebentar lagi jam makan siang,aku mau masak...!" jawab Dinda
Dinda diam menuruti keinginan Arjuna,tapi bukan hanya memeluk namun Arjuna juga melakukan hal lain yang membuat Dinda mempunyai firasat lain.
"apa yang kakak lakukan..?" tanya Dinda bingung saat Arjuna mengangkat ujung dress Dinda.
"bukan nya kau bilang gerah,ya sudah lepas saja..!" jawab Arjuna dengan mata terpejam di pelukan Dinda.
__ADS_1
Dinda menggeleng cepat,karena dia tau dan faham ke mana arah pembicaraan itu.
"kak,aku mau masak ..!" ucap Dinda berusaha menolak.
"tidak usah,kau di sini saja,banyak pelayan di bawah,kau harus melayani kakak saja..!" jawab Arjuna yang tersenyum.
Dinda merasakan sesuatu yang seperti semalam,dia tak bisa menahan suara itu karena tangan Arjuna mulai bertamasya ke seluruh tubuh nya,hingga terjadi pergulatan itu lagi dan lagi,bukan hanya sekali namun hingga jam makan berakhir,Arjuna masih dengan semangat melakukan nya.
"kak,aku sangat lelah..!" ucap Dinda yang berada di pelukan Arjuna.
Arjuna tersenyum, kemudian membiarkan Dinda tidur,dia berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya lalu berjalan menuju ruang kerja nya,karena harus menyelesaikan beberapa berkas perusahaan yang tak bisa di tunda.
Setelah hampir 2 jam, Arjuna keluar dari ruang kerja nya menuju dapur dan mengambil beberapa makanan untuk diri nya dan Dinda,dia membuka pintu kamar, terlihat Dinda masih tertidur dengan nyenyak.
"sayang,bangun...sudah hampir sore,aku membawakan makanan..mandi dulu atau kau mau mengulang yang tadi lagi..!" bisik Arjuna di telinga Dinda.
"kakak,aku lelah sekali..!" ucap Dinda menutup wajah nya dengan guling.
Arjuna tersenyum kemudian mengangkat tubuh Dinda dan membawa nya ke kamar mandi,Dinda tak bisa apa-apa karena memang dia sangat lelah bahkan untuk mandi dan makan.
__ADS_1
πΉπΉπΉ
Segini dulu,maaf telat..,ππβΊοΈ