
Dinda mulai sedikit tenang,namun masih dengan isak tangis yang terdengar jelas di telinga Arjuna .
"pergi lah dari sini,aku tak ingin bertemu kakak..!" lirih Dinda yang mulai melemah di pelukan Arjuna ,tenaga nya hampir habis,ia begitu lelah setelah menangis dan memberontak pada Arjuna yang juga keras pada pendirian nya.
"sayang tenang lah,kau tak boleh seperti ini..!" ucap Arjuna dengan lembut masih mengusap pucuk kepala Dinda ,sesekali ia mengecup lama pucuk kepala itu berharap Dinda dapat tenang.
Dinda begitu shock dan sakit mendengar percakapan dokter Angel dan Arjuna ,namun apa yang di dengar nya tak selesai,ia hanya mendengar di awal ,namun kesalahpahaman itu justru telah merasuki pikiran nya,hingga membuat nya kacau dan tak bisa menahan nya .
Awal nya Dinda berpikir untuk langsung pergi jauh,namun mengingat kondisi nya yang masih lemah dan kandungan yang harus ia jaga membuat nya mengurung kan niatan itu,ia tak mau karena keegoisan nya berakibat membahayakan calon anak nya.
Tubuh Dinda mulai merosot,ia tak mampu lagi menahan nya,ia jatuh pingsan di pelukan Arjuna yang dengan sabar menenangkan nya.
Dengan cepat Arjuna mengangkat tubuh Dinda dan membawa nya ke ranjang pasien,dengan pelan ia meletakkan tubuh Dinda dan menyelimuti nya,kemudian ia membenarkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Dinda.
ceklek
Baim masuk saat mendapat panggilan dari Arjuna di dalam.
"panggil kan dokter,suruh mereka secepat nya ke sini..!" perintah Arjuna yang mendapat anggukan dari Baim.
Arjuna duduk di samping Dinda yang terbaring lemah sambil mengusap keringat Dinda dengan menggunakan tissue .
"kenapa kau sangat marah,apa yang membuat mu seperti ini...?" ucap Arjuna pelan .
tidak perlu waktu lama,Baim membawa beberapa tim medis dan para OB untuk membereskan kekacauan yang terjadi di ruangan Dinda .
Arjuna berdiri sedikit menjauh untuk memberikan ruang pada para dokter yang akan memeriksa Dinda .
"apa kau tau apa yang terjadi hingga membuat Dinda seperti ini,dia menyuruh ku untuk pergi..!" ucap Arjuna berbicara dengan kesal.
Baim menceritakan tentang beberapa penjaga yang melihat Dinda berjalan menuju ruangan Arjuna ,namun saat kembali Dinda menangis terisak dan menutup kasar pintu hingga membuang barang-barang di sana ke lantai.
Arjuna menatap tajam pada Baim yang menjelaskan tentang perihal ini.
"apa anda tau sesuatu..?" tanya Baim.
__ADS_1
"Angel...!" jawab Arjuna dengan singkat.
"Angel..maksud anda ini ada hubungannya dengan Angel...?" tanya Baim memastikan.
"aku sudah mengerti..!" hanya itu jawaban Arjuna yang membuat Baim bingung melihat Arjuna menjauh dari sana dan kembali menghampiri Dinda.
Arjuna duduk di samping Dinda sambil mengusap pelan tangan Dinda yang di pasang infus ulang,terlihat sedikit merah.
"bagaimana keadaan nya..!" tanya Arjuna yang masih menatap Dinda dengan sayu
"keadaan nya seperti tertekan..anda harus bisa menenangkan nya ,bersikap lah lebih sabar karena hormon kehamilan nya tak bisa ia kontrol..!" jelas dokter yang kemudian berlalu dari sana.
Arjuna menghembuskan nafas dengan pelan,ia juga sangat shock melihat keadaan Dinda yang histeris seperti tadi,ia ikut berbaring di samping Dinda ,memeluk tubuh Dinda yang tertidur.
"ku harap kau akan kembali tenang saat bangun nanti,aku mencinta mu..!" ucap Arjuna yang mencium tangan Dinda di genggaman nya.
Hampir siang Dinda terbangun,namun mata nya begitu sulit ia buka ,telinga nya sudah menangkap jelas suara di sekitar nya.
"apa dia masih tidur..?" tanya dokter Kelvin yang sedang mengobrol dengan Arjuna di sofa.
"sabar lah,dia hanya tertekan,kau harus lebih sabar...!" jelas dokter Kelvin menepuk pelan bahu Arjuna dan berlalu dari sana.
Arjuna berjalan menuju kamar mandi sesudah membenarkan selimut Dinda ,ia mengusap pucuk kepala itu dengan lembut,Dinda yang merasa kan nya pun hanya diam.
Dinda bangun dengan pelan ,bersandar pada ranjang ,ia bisa melihat dari tempat nya jika Arjuna sedang mencuci wajah,ia belum menyadari jika Dinda sudah bangun.
"sudah bangun...?" tanya Arjuna yang sedikit kaget saat mendapati Dinda sudah duduk,ia mendekati Dinda masih dengan handuk kecil di tangan nya.
"apa kau ingin sesuatu...?" tanya Arjuna lagi dengan merapikan anak rambut Dinda yang sedikit berantakan.
Dinda hanya menunduk tanpa ingin melihat wajah Arjuna di samping nya,ia menautkan tangan nya tanpa mau bersuara.
"aku akan pesan kan makanan untuk mu..!" ucap Arjuna kemudian.
"sabar...!" gumam Arjuna menyemangati diri nya sendiri,ia tak mau terpancing emosi dan malah akan menyakiti Dinda .
__ADS_1
tak perlu waktu lama ,pesanan yang Arjuna pesan sudah di antar kan Baim langsung ke kamar Dinda .
"ini...!" kata Baim menyerahkan beberapa kantong makanan,ia kemudian menatap sekilas Dinda yang duduk di sana,tapi ia menebak jika ini masih tak baik,ia menatap kembali pada Arjuna seolah bertanya.
"aku juga tak mengerti,dia masih diam,kau kembali lah lagi ke kantor,aku akan memanggil mu jika perlu..!" suruh Arjuna kemudian,Baim mengangguk dan keluar dari sana.
Arjuna membawa semangkuk mie ayam kesukaan Dinda ,berharap wanita itu bisa di bujuk .
"ini makan lah..Baim membelikan nya di tempat biasa kau beli..!" ucap Arjuna membuka suara sambil mengaduk mie yang masih hangat.
Arjuna mencoba menyuapi Dinda ,namun ia diam dan masih tidak merespon.
Dengan gertakan gigi kecil,ia mulai merasa tak sabar lagi dengan wanita di depan nya ini.
Arjuna meletakkan sedikit keras mie dengan mangkok kecil itu sedikit kasar di meja ,kemudian ia menatap Dinda yang seperti terkejut dan sedikit ketakutan.
"lihat aku...!" ucap Arjuna dengan tegas.
Dinda menggeleng sambil menarik sedikit selimut sebatas bahu nya.
Arjuna menarik paksa selimut nya dan melempar ke lantai kemudian menangkup pipi Dinda dengan ke dua tangan nya agar menghadap ke wajah nya,ia menatap intens wajah itu,wajah yang terlihat kecewa pada nya ,ada kepedihan di dalam mata itu.
"maaf kan aku...!" ucap Arjuna
"kata kan apa yang ingin kau tau,aku akan menceritakan semua,kau diam seperti ini dan terus menolak semua dari ku,kau bisa membuat ku terpancing emosi,aku lelaki normal,aku takut di saat aku marah,aku bisa melukai mu..!" jelas Arjuna .
Dinda diam dan tertegun mendengar Arjuna berkata seperti itu,air mata nya membendung seperti anak sungai yang yang akan meluap.
"jangan menangis lagi, sekarang makan lah,aku akan menyuapi mu..!" ucap Arjuna kemudian.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Semangat menyambut Senin
jangan lupa vote nya ya esok๐๐
__ADS_1
like dan koment nya aku tunggu selalu