Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Makan siang


__ADS_3

Dinda menatap benda pipih yang berada di samping nya,sejak 2 jam lalu,benda itu terus bergetar menandakan ada notifikasi pesan dan panggilan yang sedari tadi seolah mengabsen nya tiap menit .


"Kenapa di lihatin terus,angkat saja..!" Ucap Edwin yang tersenyum melirik Dinda .


"Biar kan saja, pekerjaan kita lebih penting sekarang..!" Balas Dinda yang sedikit enggan menanggapi benda pipih nya.


Edwin hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaan nya, dengan beberapa pengarahan dari Dinda sang otak desain ,ia mampu menyelaraskan dengan hasil gambar yang maksimal.


"Kau begitu pandai,kau tau apa yang aku mau,aku yakin ini akan menjadi gaun yang begitu indah..!" Ucap Dinda sambil menatap hasil gambar Edwin yang menurut nya sempurna .


Brakkkk


Pintu ruangan Dinda terbuka tanpa permisi,siapa lagi yang berani melakukan itu kalau bukan Arjuna ,ya ia begitu kesal saat telepon dan pesan yang ia tuju pada Dinda tak terbalas satu pun.


"Kakak...!" Ucap Dinda menatap ke arah pintu dan berdiri untuk mendekati Arjuna yang berdiri di ambang pintu.


Arjuna meraih pundak Dinda dan memeluk nya hangat dengan tatapan tajam tertuju pada seorang lelaki yang begitu santai memangku laptop dan sesekali menyesap jus di atas meja sana.


"apa masih sibuk..?" Tanya Arjuna saat melepas kan pelukan nya .


"Sebentar lagi selesai..!" Jawab Dinda sambil menuntun Arjuna agar duduk di sofa ruangan nya.


Sreeekk..


Dinda terduduk di pangkuan Arjuna saat ia menarik cepat tangan Dinda yang akan berlalu dari nya.


"Kak..!" Ucap Dinda sambil melotot pada Arjuna seolah memberikan kode pada suaminya itu,jika bukan hanya mereka yang berada di ruangan nya.


Arjuna hanya tersenyum dan membenarkan beberapa helai rambut Dinda yang menutupi sebagian wajah cantik nya.


"Santai saja,anggap saja aku sedang tertidur..!" Ucap Edwin yang tersenyum dengan melirik sedikit ke dua anak manusia di belakang nya.


"Di sini saja,bukan kah sudah hampir selesai..benar kan ..!" Bisik Arjuna yang mendapat gelengan dari Dinda.


Hening tanpa kata hampir 5 menit,dan...

__ADS_1


"Selesai...!" Ucap Edwin yang menutup laptop nya sesudah menyimpan hasil gambar nya.


"Aku sudah mengirim hasil nya ke email mu,kau bisa periksa lagi..kalian nikmati lah waktu nya sekarang,aku akan keluar...permisi...!" Tambah Edwin yang menatap Arjuna dan Dinda secara bergantian kemudian berdiri dan berlalu dari sana .


Dinda berdiri dan mengambil tas kecil nya untuk pergi dari butik nya,mereka berencana untuk makan siang di luar.


"Kenapa mesti berdua saja di ruangan itu..?" Tanya Arjuna yang melirik pada Dinda di samping nya.


"Maksud nya...?" Tanya Dinda yang tak mengerti arah pembicaraan itu .


"Edwin..mengapa dia berada di ruangan mu...?" ucap Arjuna memperjelas dengan mata tetap fokus pada jalanan.


Dinda hanya tersenyum dan enggan untuk menjawab,ia memilih menggenggam tangan lelaki itu, menenangkan dengan sikap tanpa berbicara,ia tau jika sekarang Arjuna tengah cemburu dan jelas tak suka tentang Edwin.


Arjuna yang dongkol tak bisa berbuat apa-apa,ia hanya diam tanpa mau memperburuk keadaan hati nya.


Saat tengah menikmati makan siang bersama,mereka di kejut kan dengan suara yang tak asing bagi ke dua nya.


"haii..boleh gabung...?" tanya Angel dengan ramah sambil membawa nampan berisi makan siang nya.


"apa aku mengganggu..?" tanya Angel di sela makan nya.


"tidak..lanjut kan lah makan nya..!" ucap Dinda menjawab secara gamblang.


Dinda sudah tak mau ambil pusing dengan wanita di depan nya kali ini,bagi nya asal Arjuna tak menanggapi wanita itu,ia pun tak kan mempermasalahkan nya,karena walau bagaimanapun mereka menghindar tetap tak akan bisa, Dinda sadar dan tau betul,ini merupakan suatu ujian bagi rumah tangga nya dan akan ia jalani tanpa lari seperti dulu lagi.


"aku akan ke toilet sebentar..permisi..!" ucap Dinda yang berdiri


"aku akan mengantar mu..!" tambah Arjuna yang menyudahi makan nya.


"tidak perlu,kakak lanjut kan saja,aku hanya sebentar..!" potong Dinda menyuruh Arjuna agar tetap stay di tempat duduk nya.


Hening sesaat setelah kepergian Dinda ,Arjuna tampak enggan pada Angel yang sedari tadi terus menatap nya.


"kenapa terasa canggung seperti ini..!" ucap Angel.

__ADS_1


"jangan mencoba mencari celah lagi..!" kata Arjuna sambil memakan spaghetti di depan nya.


"tidak,aku hanya ingin berbincang dan berteman seperti biasa pada mu dan juga Dinda..!" jelas Angel.


Arjuna tertawa kecil ,ia tak langsung percaya pada wanita ini,ia tau betul bagaimana Angel,meski tidak memiliki niat jahat yang akan membahayakan nya,namun ia tau jelas jika Angel mampu menggoyahkan kepercayaan Dinda lagi.


"kau tak percaya pada ku..!" tanya Angel kemudian


"sudah lah,aku tak ingin membahas nya..!" jawab Arjuna yang berdiri dari meja itu dan berlalu.


"kau mau kemana..!" tahan Angel yang meraih pergelangan tangan Arjuna ,tepat di ujung sana Dinda melihat pemandangan yang tak mengenakkan bagi nya.


Arjuna melepas paksa tanpa berucap dan berlalu dari sana ,namun langkah kaki nya terhenti saat ia mendapati Dinda berjalan ke arah nya,ia takut Dinda kembali salah paham.


Dinda terus berjalan menghampiri Arjuna yang diam di tempat nya.


"sudah selesai..kita kembali ke butik sekarang..!" ucap Dinda dengan gaya khas nya yang lembut sambil mengusap pundak Arjuna .


"dokter kami duluan..!" pamit Dinda pada Angel,ia memeluk lengan Arjuna keluar dari sana tanpa ekspresi apa pun dan itu mampu membuat Arjuna frustasi.


"tadi itu...!" ucapan Arjuna menggantung saat Dinda membungkam nya dengan bibir nya.


Arjuna diam,ia tak bisa berkata apa-apa lagi sampai Dinda mengakhiri ciuman nya.


"tak perlu di jelaskan,aku melihat nya,aku hanya ingin berpesan pada kakak,jika sampai suatu saat nanti kakak tergoda dengan wanita mana pun tak hanya dokter Angel,kakak tak perlu menyembunyikan nya dari ku,kata kan saja pada ku,lepas kan aku saat itu juga,dan aku tak akan menuntut apa pun,aku hanya ingin kakak jujur pada ku..!" ucap Dinda yang menangkup wajah Arjuna di depan.


"apa yang kau kata kan.. jangan aneh-aneh,itu tidak akan terjadi..kau kebanyakan nonton drama..!" kesal Arjuna sambil menghidupkan mesin mobil nya dengan perasaan tak karuan,kenapa Dinda berkata begitu,apa ia tak mencintai diri nya lagi hingga ia akan menyerah begitu saja tanpa mempertahankan rumah tangga mereka.


🌹🌹🌹


vote


like


komentar

__ADS_1


dan dukungan kalian selalu aku nanti kan untuk up next


__ADS_2