
Dinda berjalan menuju lobi perusahaan suami nya,entah kenapa perasaan nya tidak tenang pagi ini,tak biasa nya ia mengkhawatirkan Arjuna yang tengah berada di kantor.
Semua karyawan menunduk hormat saat Dinda melewati mereka,dengan perut buncit ia berjalan pelan.
"Selamat siang Nyonya Wiguna...!" Sapa satpam yang berjaga di depan pintu masuk.
Dinda mengangguk dan tersenyum ramah pada satpam itu,ia menenteng beberapa paper bag berisi makanan untuk Arjuna.
"Mari saya bantu Nyonya ..!". Tawar seorang OB di depan lift.
Dinda memberikan paper bag itu pada OB.
"Terimakasih,tolong bawakan ke ruangan suami ku..!" Ucap Dinda.
OB itu mengikuti Dinda berjalan di belakang nya dengan menenteng barang yang di bawa Dinda.
Tanpa mengetuk Dinda membuka pelan ruang kerja Arjuna.
Betapa terkejut nya Dinda melihat seorang perempuan sedang memakai jas Arjuna dan duduk di sofa dengan rambut terikat.
Dinda meneliti ruangan dan melihat Arjuna keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan kemeja,hanya kaos putih polos.
Tangan Dinda gemetar,kemudian ia mundur beberapa langkah hingga menabrak OB di belakang nya.
"Nyonya ..!" Ucap OB itu kaget melihat sang Nyonya seperti syok.
__ADS_1
Arjuna yang mendengar itu,langsung menatap ke arah pintu,betapa terkejut nya ia saat mendapati Dinda.
"Sayang...?" Ucap Arjuna sambil berjalan ke arah nya.
Dinda mengangkat tangan nya untuk menyuruh Arjuna berhenti.
"Berhenti di sana...!" Suruh Dinda pada Arjuna yang berjalan ingin menghampiri nya.
Arjuna sadar jika Dinda sudah salah paham dengan apa yang di lihat nya.
"Kau,keluar dari ruangan ku sekarang..!" Usir Arjuna pada Feby yang masih duduk di sofa itu dengan santai.
"Apa yang kau lihat,cepat keluar sekarang..!" Ucap Arjuna dengan sedikit berteriak.
Saat melewati Dinda di depan pintu,ia tersenyum kecil namun Dinda dapat melihat itu.
Arjuna berjalan ke arah Dinda dan menarik pelan tangan Dinda.
"Kau, letakkan saja paper bag itu ke atas meja, setelah itu kau lanjut kan pekerjaan mu..!" Ucap Arjuna pada OB yang membantu Dinda.
Dinda masih diam dengan sedikit genangan air mata,ia tak memperlihatkan marah nya pada Arjuna saat masih ada orang lain bersama mereka,Dinda diam dan Arjuna paham akan hal itu.
Saat OB itu sudah keluar dan menutup pintu,Dinda melepaskan genggaman tangan Arjuna dan berlalu menuju kamar mandi.
Arjuna duduk di sofa menunggu Dinda,ia sudah menyusun penjelasan agar Dinda mengerti dan tak salah paham lagi pada nya.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka,terlihat mata Dinda yang sembab,Arjuna dapat menebak jika Dinda menangis di kamar mandi.
"Aku akan pulang sekarang,kakak makan lah,aku sudah membawakan makanan kakak..!" Ucap Dinda sambil berjalan menuju ke arah pintu tanpa melihat Arjuna.
Dengan cepat Arjuna mendahului Dinda berjalan menuju pintu dan mengunci nya.
"Apa yang kakak lakukan..?" Tanya Dinda yang kesal.
Tanpa aba-aba Arjuna mengangkat tubuh Dinda mendudukkan nya di sofa panjang itu.
Arjuna menatap wajah Dinda yang marah dengan senyuman tersungging di bibir nya.
🌹🌹🌹🌹
Selamat beraktifitas semua
stay selalu
jangan lupa like dan vote nya
mampir juga ke cerita aku yang lain
"Cinta Nayna"
__ADS_1