Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Rindu


__ADS_3

Dinda bersandar pada kursi panjang di taman,ia meneteskan air mata,entah apa yang terjadi.


"sayang ada apa..?" tanya Arjuna yang berjongkok di hadapan Dinda.


Dinda menggeleng pelan dan mencoba tersenyum pada Arjuna.


"jangan memaksa senyum palsu mu,aku tau kau menyembunyikan sesuatu dari ku,kata kan lah,aku akan mendengar kan nya..!" jelas Arjuna kemudian.


"kak,Dinda ingat ayah, bagaimana kabar ayah sekarang..!" ucap Dinda pelan namun sangat menyakitkan bagi nya.


Arjuna paham, bagaimana pun keadaan emosi ayah dan seorang anak,mereka tetap memiliki ikatan batin,dan tidak bisa di pungkiri jika rasa rindu itu bisa menyapa kapan pun tanpa mengenal waktu dan tempat.


Di sini lah terlihat titik kelemahan Dinda sebenarnya,ia begitu menyayangi sosok sang ayah,namun ia tak mampu mempertahankan posisi di sisi ayah nya ,ia terbuang saat suatu hal yang di anggap fakta sebenarnya hanya kebohongan saja.


"apa kau ingin bertemu ayah mu,aku bisa membantu mu bertemu ayah..!" ucap Arjuna memberi saran.


Dinda menggeleng,bukan karena ia tak mau,namun ia takut jika rasa benci sang ayah belum hilang hingga saat ini.

__ADS_1


"aku belum siap,tapi bisa kah aku hanya melihat nya saja,meski dari jauh..?" tanya Dinda dengan penuh harap.


"baik lah,Baim akan mengatur waktu dan tempat untuk mu, sekarang jangan bersedih lagi,itu akan berpengaruh pada kandungan mu..!" pinta Arjuna.


Dinda tersenyum dengan tulus,ia begitu senang saat permintaan nya akan menjadi nyata,bagi nya tak apa jika hanya bisa melihat sang ayah dari jauh, setidaknya ia bisa melihat jika ayah nya baik-baik saja dan tak seperti mimpi nya akhir-akhir ini membuat nya tak tenang.


beberapa hari ini dia merasa jika sang ayah mendatangi nya dan menangis,tapi ia tak paham arti mimpi itu namun ia terus berfikir ,apa mungkin ayah nya dalam kesulitan dan meminta


bantuan dari nya,entah lah,ia tak mengerti..


"kau ingin jalan-jalan keluar bersama ku..?" tanya Arjuna yang berusaha menghibur Dinda agar tak bersedih lagi


"baik lah, sekarang bersiap lah dulu,aku akan menelpon sebentar..!" suruh Arjuna.


Dinda berlalu dari taman memasuki mansion nya untuk bersiap sebelum pergi ke perpustakaan.


"bisa kah kau mengatur pertemuan antara Dinda dan ayah nya,tapi bukan bertatap muka secara langsung,hanya melihat dari jarak jauh saja..!" jelas Arjuna di balik telepon pada Baim.

__ADS_1


setelah mengatakan keinginan nya ,Arjuna menunggu Dinda di samping mobil nya.


"maaf Dinda lama,tadi ke kamar mandi dulu..!" ucap Dinda saat berdiri di samping Arjuna.


Arjuna melihat Dinda dari atas sampai bawah "apa yang kau pakai ini..?" tanya Arjuna yang terlihat kurang suka dengan dress yang Dinda pakai.


Dinda memakai dress selutut tanpa lengan dan itu membuat Arjuna sedikit tak suka.


"ganti..!" kata Arjuna kemudian berlalu masuk mobil.


"apa yang salah dengan baju ini..!" gumam Dinda pelan,kemudian mengikuti Arjuna masuk mobil.


"aku males ganti baju lagi,aku capek harus bolak-balik" ucap Dinda sambil menutup pintu mobil.


Arjuna mendesah pasrah pada keinginan Dinda,ia melajukan mobil nya ke perpustakaan dengan hanya diam meredam emosi nya.


ia tak suka jika Dinda menggunakan pakai an yang terbuka meski sedikit saja,"dia isteri ku,kenapa orang lain bisa dengan bebas melihat bagian tubuh nya,aku gak rela..!" omel Arjuna dalam hati nya .

__ADS_1


🌹🌹🌹


Selamat istirahat, semangat menyambut hari Senin..


__ADS_2