Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
menenangkan kembali


__ADS_3

Arjuna melepaskan jas nya dan meletakkan nya di sofa ruangan itu,menggulung tangan kemeja nya sebatas siku,berjalan perlahan mendekati Dinda yang menunduk dengan satu pisau di tangan kirinya.


"Din..!" panggil Arjuna


prankkk.. Dinda melempar piring buah di samping nya,beruntung tak mengenai Arjuna.


Arjuna tak menyerah begitu saja,dia terus berjalan perlahan,mencoba menarik perhatian Dinda agar melihat diri nya,dia berjongkok.


"Din,ini kakak..!" ucap Arjuna sambil mendekat.


Dinda mendongakkan kepala langsung berusaha menyerang Arjuna menggunakan pisau di tangan nya,beruntung Arjuna dapat menghindar dengan cepat,hanya menggores tangan nya saja,dengan cepat Arjuna menangkap tangan Dinda dan merebut pisau itu lalu membuang nya jauh,Dinda masih berontak ingin melawan dan menjauh dari Arjuna,namun kekuatan sedikit melemah karena kelelahan,Arjuna memeluk Dinda dengan erat berharap bisa menenangkan nya.


"pergi..jangan ganggu aku. !" teriak Dinda dengan tangisan histeris nya.


bruuukkk..pintu terbuka ,terlihat dokter Kelvin berlari sambil membawa suntikan penenang,Arjuna memberi isyarat bahwa dokter Kelvin bisa menyuntikan obat itu sekarang,karena Arjuna sudah mengunci tubuh Dinda di pelukannya.

__ADS_1


Setelah menyuntikan obat itu, Dinda terlihat melemah di pelukan Arjuna hingga tertidur. Arjuna mengangkat tubuh Dinda untuk membaringkan nya di tempat tidur,dia menyelimuti Dinda.


Arjuna duduk di sofa sambil memijat pelipis nya yang terasa berdenyut. "seperti nya ada kejadian di masa lalu nya yang membuatnya trauma,hingga membuat nya histeris jika ketakutan..!" ucap dokter Kelvin yang duduk di samping Arjuna.


"aku gak tau pasti masalah apa sebenarnya,tapi siapa orang yang menemui Dinda tadi hingga membuat nya seperti ini..!" tanya Arjuna yang menatap tajam ke arah Dokter itu.


"mana aku tau,saat aku memeriksa pasien lain,aku mendengar kegaduhan di tempat Dinda,semua sudah berantakan seperti ini..!" jelas dokter Kelvin.


"baiklah aku bertugas dulu,ada pasien yang harus aku tangani sekarang..nanti akan ada yang membereskan semua ini..!" tambah dokter Kelvin berlalu dari ruangan itu.


Perawat itu juga membersihkan luka di tangan Arjuna akibat pisau buah yang mengenai nya,setelah memakai kan perban pada tangan Arjuna,mereka keluar begitu juga petugas kebersihan juga ikut keluar.


Arjuna berjalan menghampiri Dinda yang sedang tertidur ,mengusap kepala Dinda.


"apa yang terjadi padamu..?" gumam nya dengan pelan.

__ADS_1


Arjuna menelpon Baim untuk mengecek CCTV yang rusak di rumah sakit itu.


"aku punya tugas penting untuk mu .cepat selidiki CCTV di rumah sakit sekitar pukul 10 pagi sampai pukul 12 siang,kirim data nya ke email ku..!" ucap Arjuna di balik telepon.


Baim bukan hanya sekedar asisten biasa,dia juga peretas terbaik yang di miliki Arjuna,tak ada yang tau tentang semua itu,semua adalah rahasia yang di tutupi oleh keluarga Arjuna.


Arjuna kembali menghampiri Dinda yang masih tertidur,dia menatap lekat wajah itu,ada raut ketakutan,namun Arjuna tak paham apa yang terjadi di hidup Dinda sebelum bertemu mereka.


"jangan ganggu aku..pergi..!" ucap Dinda dengan tangisan dan mata yang masih terpejam.


Arjuna melepas sepatu nya dan menaiki ranjang Dinda ,merengkuh tubuh itu ke dalam pelukan nya,mencoba memberikan ketenangan untuk Dinda,mengusap kepala Dinda dengan lembut.


🌹🌹🌹🌹


Dinda kenapa...??!!!

__ADS_1


Ada kejadian yang terjadi di hidup di Dinda sebelum bertemu Cantika,dan tak pernah terkuak..


__ADS_2