
"mom boleh kah aku bertanya...?" Tanya Lee saat menemani Dinda yang sedang bekerja.
"Kau ingin tau apa..?" Jawab Dinda yang masih fokus pada laptop nya.
"Ada kah keinginan mommy yang belum terpenuhi sekarang...?" Tanya Lee kemudian.
Dinda mengalihkan pandangannya pada Lee.
"Kenapa bertanya itu..?" Tanya Dinda kembali.
"Bukan kah sebentar lagi ulang tahun mommy,aku ingin memberi kan kado yang spesial untuk mommy dengan memenuhi keinginan mommy..!" Jelas Lee polos.
"Mommy sudah memiliki kamu,dan kamu adalah segala nya buat mommy,jadi mommy tak membutuhkan apa pun lagi,cukup Lee bersama mommy,maka semua nya sudah sempurna..!" Ucap Dinda yang merasa terharu dengan penjelasan lee5.
Namun Lee tak merasa puas dengan jawaban Dinda ,ia terus memikirkan sesuatu yang sekira nya itu menjadi keinginan Dinda selama ini.
Berbeda dengan Lee ,kini Arjuna tengah mempersiapkan sebuah kado dan permintaan maaf pada Dinda untuk besok malam,bukan sebuah pesta mewah yang akan ia suguh kan,namun hanya sebuah ketulusan dengan harapan agar Dinda dan Lee mau kembali bersama nya.
"Aku sudah tak sabar untuk esok hari..!" Gumam Arjuna dengan menggenggam kalung di tangan nya.
Malam telah larut ,namun Arjuna tak bisa terpejam,jantung nya seolah berpacu cepat,ia merasa kan sesuatu yang menakutkan akan terjadi,namun ia berusaha menepis semua berharap hanya kekhawatiran yang tak berujung.
"Kenapa dengan ku,semoga semua baik-baik saja..!" Ucap Arjuna di hati nya.
Dengan berbekal lilin kecil dan kue kecil yang ia beli di samping sekolah nya tadi siang,Lee memberikan kejutan di tengah malam ini.
Klik
Dengan pelan ia membuka kamar Dinda yang memang tak di kunci .
Dari pintu ia menatap Dinda yang tengah tertidur pulas,begitu damai dan tenang,hingga membuat Lee tersenyum,ia berjalan mendekat pada kasur Dinda .
"Happy birthday mommy..!" Bisik Lee pelan lalu mencium hangat pipi Dinda dengan sayang.
Dengan sedikit terkejut dan mata yang cukup mengantuk,Dinda bangun dan duduk pada sandaran kasur.
Dinda tersenyum senang serta haru melihat kejutan di ulang tahun nya kali ini.
__ADS_1
"So sweet sayang..terimakasih yaa..!" Ucap Dinda memeluk Lee dengan erat.
"Semoga mommy senang dengan kejutan kecil ku ini,tiup lilin nya mommy sebelum meleleh semua..!" Pinta Lee .
Sebelum Dinda meniup lilin,Dinda di minta untuk berdo'a.
"Kau belum tidur..?" Tanya Dinda yang menatap Lee.
"Aku tidur,namun sudah memasang alarm untuk mommy kali ini..!" Jawab Lee dengan polos.
Dinda memotong kue kecil itu dan memberikan nya pada Lee sebagai ungkapan sayang nya.
"Terimakasih atas kejutan yang istimewa ini..!" Ucap Dinda sekali lagi.
"Aku ingin membuat mommy bahagia selama nya,jadi katakan apa yang harus aku lakukan..!" Kata Lee di pelukan Dinda .
"Asal kau bahagia,maka mommy pun akan bahagia,jangan pernah tinggalkan mommy ,apa pun yang terjadi,berjanji lah..!" Pinta Dinda .
"Aku janji akan selalu bersama mommy,aku akan selalu menjaga mommy,membuat mommy bahagia,tak boleh ada yang menyakiti mommy..!" Janji Lee pada Dinda hingga membuat Dinda meneteskan air mata haru.
Dinda dengan senang hati mengiyakan permintaan itu.
Pagi menyapa dengan hangat setelah dingin nya malam meraja di setiap insan,kicauan burung yang terdengar merdu membuat Dinda dan Lee begitu menikmati sarapan pagi ini.
"Lee hari ini mungkin mommy akan sedikit sibuk,jadi Edwin akan menjemput mu nanti pulang sekolah,kau ke butik saja dulu,tunggu mommy di sana..!" pesan Dinda sebelum mereka berangkat bersama.
kegiatan mereka berawal dengan selesai nya sarapan pagi bersama, seperti biasa Dinda akan mengantar Lee ke sekolah setelah itu ia menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan nya,meski ia tak masuk langsung ke butik,namun tetap ia ikut sedikit ambil aktifitas di luaran dengan menemui beberapa klien.
"kenapa dari tadi pagi perasaan ku terasa aneh yaa,semoga ini bukan pertanda buruk atau apa pun..!" gumam Dinda kecil saat mengemudi menuju sebuah cafe yang ia pesan untuk bertemu klien pagi ini.
entah mengapa pikiran nya seolah terbagi antara Lee dan pekerjaan,ia tak pernah seperti ini sebelum nya.
Hampir siang,namun beberapa pekerjaan Dinda tak kunjung selesai,ia harus mendatangi beberapa toko kain dan mencari beberapa keperluan butik lagi,meski ia telah mengirim pesan pada Edwin untuk menjemput Lee,tapi pikiran nya masih tak tenang.
Dinda mencoba tenang dan tetap melanjutkan kegiatan nya,sampai waktu hampir sore,ia belum juga bertemu Lee hari ini.
"hampir gelap,mungkin Lee sudah di rumah bersama Edwin..!" gumam Dinda pelan yang kemudian melajukan mobil nya menuju rumah yang selalu ia rindu kan.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama,ia telah sampai pada rumah yang beberapa tahun terakhir menjadi tempat nya pulang,namun ia menangkap sesuatu yang mengganjal.
"gelap...!" ucap Dinda yang bingung dengan keadaan rumah yang sunyi dan gelap,ini tak seperti biasa.
Dinda masuk ,dan pintu tak terkunci, seharusnya Lee ada di dalam bersama Edwin yang akan menemani nya seperti biasa saat Dinda terlambat pulang.
"Lee..!" panggil Dinda meraba di gelap nya lorong menuju tombol lampu di dekat kamar.
Dinda memanggil beberapa kali namun tak ada sahutan,ia mulai gugup dan menghidupkan lampu,namun tak bisa,entah kerusakan atau apa,ia tak paham.
Bugghh
Dinda memegang kepala nya yang terasa sakit karena pukulan benda tumpul,kemudian ia pingsan dan di seret menuju tempat lain.
Di mansion yang begitu megah,Arjuna kini telah siap dengan penampilan nya yang begitu menawan,ia sudah bersiap sejak sore,ia ingin menemui Dinda dan Lee di kediaman nya .
"apa saya temani..?" tanya Baim yang ikut membantu Arjuna membawa kan buket bunga dan beberapa tentengan hadiah untuk ia berikan pada Dinda di hari ulang tahun nya.
"tak perlu,apa kau kira aku anak ABG yang baru pacaran..?" ucap Arjuna yang mendapat kekehan kecil dari Baim.
Baim begitu bahagia melihat Arjuna kali ini ,ia terus tersenyum dan sangat bersemangat untuk kali ini.
"semoga saja mereka bisa bahagia kembali..!" ucap Baim dalam hati nya saat melihat mobil Arjuna yang melaju pelan meninggal kan pekarangan rumah mewah nya .
"apa papa akan membawa Tante cantik itu pulang..?" tanya Tasya polos yang di gendong Baim menuju kamar Tasya untuk di tidur kan nya
"kita do'akan saja semoga papa mu bisa membujuk Tante cantik dan Kaka Lee ..!" jawab Baim .
Arjuna sudah menceritakan tentang Dinda dan Lee pada Tasya ,entah ia mengerti atau tidak ,tapi yang Tasya tangkap,jika Dinda mau di bujuk Arjuna,maka ia akan mempunyai mommy seperti teman yang lain di sekolah nya,bukan hanya itu,ia juga akan memiliki seorang kaka.
🌹🌹🌹
Maaf lama tak berbagi cerita
semoga kita semua di berikan kesehatan
jangan lupa like koment dan vote nya yaa
__ADS_1