
Dinda mengerjap kan mata , menyesuaikan cahaya yang masuk ke netra cantik nya.
"kepala ku pusing sekali..!" gumam Dinda pelan sambil mengucek mata nya.
Deg
pikiran nya melayang pada kejadian beberapa jam lalu di kantor Arjuna.
"apa yang harus aku lakukan..?" pikir Dinda ,ia tak mungkin tetap berada di mansion Albert selama nya jika Arjuna sudah memutuskan untuk pergi dari nya.
"aku tak punya uang sedikit pun,ya Tuhan...bagaimana ini..!" ucap Dinda dengan sesak.
Dinda merasa tak perlu lagi bertemu dengan Arjuna ,ia tak sanggup jika harus mendengar kata perpisahan dari Arjuna ,hati nya sudah rapuh dan ia tak mampu lagi ,mungkin ia harus segera menghilang dari bayang-bayang perpisahan ini.
"aku harus pergi sebelum kakak atau om Albert ke sini..!" ucap Dinda sambil berusaha bangun dengan sedikit susah,ia berjalan menuju lemari ,mengambil beberapa baju dan tas kecil milik nya.
Ini hampir sore,semua orang yang di mansion sedang sibuk dengan kegiatan dan tugas masing-masing,Arjuna awal nya akan tinggal di mansion Albert hingga Dinda sadar,namun perusahaan memerlukan diri nya saat itu,sedangkan Albert tak bisa datang karena harus menemani Yanti periksa pasca keluar dari rumah sakit kemarin.
Bukan hal yang sulit bagi Dinda keluar dari mansion itu,ia hanya perlu mengendap-endap di antara CCTV yang terpasang di sana.
Dengan pelan ia membuka gerbang besar di mansion itu tanpa mengeluarkan suara,di luar masih gerimis,ia berjalan sendiri dengan payung kecil yang ia pegang.
"moga di perempatan sana ada mobil yang bisa membawa ku..!" gumam Dinda pelan.
tak jauh dari mansion Dinda berjalan,sebuah mobil berhenti di samping nya .
tin
tin
tin
"kamu.....!" ucap Dinda.
Di Perusahaan Arjuna .
Jam hampir menunjukkan waktu nya pulang,namun semua orang yang berada di sana masih terlihat sibuk di depan layar komputer mereka,ada yang berjalan tergesa-gesa sambil membawa beberapa tumpukan file,ada juga yang sedang merancang beberapa desain ,hingga ada beberapa orang yang terlihat berdebat dengan serius.
"Tuan, sebentar lagi waktu nya pulang..apa anda akan lembur..?" tanya Baim pada Arjuna yang masih fokus pada laptop nya.
__ADS_1
"aku akan menjemput Dinda pulang..!" jawab Arjuna tanpa menatap Baim
Setelah itu tak ada pembicaraan lagi di antara Baim dan Arjuna ,ke dua nya asyik dengan tugas masing-masing.
Apartemen
Dinda menjatuhkan tubuh nya di sofa dengan sesak yang bertambah .
"akhir nya aku kembali lagi di tempat awal,di tempat ternyaman yang di berikan oleh kak Cantika untuk ku..!" gumam Dinda dengan butiran bening yang terus keluar dari netra cantik nya.
"sayang,maaf kan mamah jika semua nya harus berakhir seperti ini,mamah takut bertemu papah mu,takut jika luka ini semakin mengoyak hidup mamah,biar lah kita seperti ini,mamah akan terus menyayangi mu,mamah janji..!" ucap Dinda sambil mengusap perut nya yang buncit.
Ada kepedihan yang tersimpan dari kata-kata Dinda ,ia terluka dan sakit dengan kenyataan yang ia dengar beberapa waktu lalu,jika mau,ia bisa saja egois dengan pergi jauh dari Arjuna ,namun ia memikirkan anak nya,ia tak bisa membiarkan anak nya lahir tanpa seorang ayah yang menyambut nya,ia bertahan untuk sang anak.
# flashback #
"kamu...!" ucap Dinda
"masuk lah,aku akan mengantar mu,dan ada yang ingin aku katakan..!" jelas Feby pada Dinda yang masih bingung melihat Feby di sana.
Entah mengapa Dinda mengikuti permintaan Feby,ia masuk ke mobil Feby tanpa firasat apa pun.
"aku..aku baik-baik saja..!" jawab Dinda dengan menahan kesedihannya .
"jangan berbohong,aku tau semua nya,aku akan mengatakan kabar bahagia..!" ucap Feby dengan senyuman nya,namun Dinda hanya diam
"aku akan menikah dengan Arjuna...!" tambah Feby
Deg
tes
tes
tes
tanpa Dinda sadari air mata nya sudah lebih dulu menetes .
"om Albert sudah setuju dan kami akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat,tapi kau tak perlu khawatir,kami akan merawat mu dan anak mu,aku sudah membicarakan ini dengan Arjuna tadi..!" jelas Feby.
__ADS_1
Dinda gemetar meremas ujung tas nya,Setega itu kah Arjuna pada nya,hingga akan menikah lagi,dan apa yang di katakan Feby barusan,bahwa mereka akan merawat diri nya dan anak nya kelak.
"kau tidak perlu khawatir,hidup mu tidak akan kekurangan,kita akan berteman mulai sekarang..!" tambah Feby dengan keceriaan nya .
"aku akan ke apartemen,kau bisa menurun kan aku di depan..!" jelas Dinda pada Feby,ia tak membuka suara atau apa pun tentang cerita yang Feby ucap kan,sungguh demi apa pun ia ingin segera keluar dari mobil itu, menumpahkan segala kesakitan nya saat ini,hati nya begitu teriris,padahal Albert sudah berjanji pada nya jika Feby bukan wanita pilihan mereka,apa Albert berbohong pada nya ,entah lah..!
# flashback off #
Pukul 7 malam Arjuna baru tiba di mansion Albert dengan membawa beberapa coklat kesukaan Dinda .
"tuan muda..!" sapa asih yang berpapasan dengan Arjuna
"dimana Dinda..apa dia sudah bangun..?" tanya Arjuna yang memberikan bungkusan coklat pada asih untuk di hidang kan.
"Nona belum turun dari tadi siang..,nona seperti nya masih tidur memakai selimut..!" jelas asih yang beberapa kali mengecek Dinda di kamarnya,namun ia melihat Dinda yang memakai selimut tebal dan menutupi tubuh nya.
Arjuna menganggukkan kepala dan berjalan menaiki tangga tanpa curiga,ia membuka pelan pintu kamar Dinda dan berjalan menuju ranjang besar di sana.
Arjuna duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan selimut tebal itu.
"Din..ini kakak..!" ucap Arjuna sambil memegang selimut itu.
Ada yang aneh ,Arjuna memegang selimut itu,kemudian membuka pelan,fix itu hanya guling yang di tutup dengan selimut tebal.
"Dinda...!" teriak Arjuna mencari ke setiap sudut kamar namun nihil tak ada Dinda di sana,ia turun menanyai semua pekerja di sana,namun mereka tak mengetahui keberadaan Dinda sekarang.
"kau keras kepala dan sangat menyebalkan..!" geram Arjuna yang sedikit emosi mengetahui Dinda sudah pergi dari mansion itu.
Arjuna berjalan ke ruang pemantau CCTV di mansion itu,melihat kejadian beberapa jam lalu,berharap ada petunjuk di mana Dinda sekarang.
"cari Dinda , kemungkinan dia keluar dari mansion papah jam 5 sore,blok semua jalan menuju luar kota,dan periksa setiap penerbangan di kota ini..!" titah Arjuna pada Baim di balik telepon nya.
"kau tidak akan bisa lari dari ku..!" gumam Arjuna meremas kasar Surai rambut nya.
🌹🌹🌹
Bantu like vote dan komentar sebanyak-banyaknya
Mampir juga di cerita aku yang lain
__ADS_1
cinta Nayna