Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Memaafkan


__ADS_3

"kau pikir dengan aku berada di kota lain,kau bisa bebas bahagia, hhmmm tidak akan pernah.." gumam Feby pelan seraya geram dengan keputusan yang telah di buat perusahaan yang memindah kan nya ke kantor cabang kota lain.


Ide cemerlang itu di usul kan oleh sang asisten yang sangat panas akan sikap Feby yang berusaha merebut lelaki yang telah memiliki isteri,ia seperti Baim yang tak tahan dengan setiap orang yang berniat jahat pada sang majikan.


Di mansion.


Arjuna keluar dari kamar mandi setelah lama berkutat di dapur,ia menatap ke arah Dinda yang masih asyik menyendok es cream kesukaan nya.


"apa masih ada yang kau ingin kan..?" tanya Arjuna yang berdiri tepat di depan Dinda.


mata Dinda meleleh melihat tubuh Arjuna yang mempesona bagi nya,dengan sedikit tetesan air yang jatuh dari rambut nya mengenai pundak kokoh itu,belum lagi aroma maskulin yang tercium begitu membuat siapa saja yang ada di sana bungkam.


"Hay...!" Arjuna mengibaskan tangan nya ke depan Dinda sembari mengembalikan kesadaran nya.


"eehh ...i..iya..apa yang kakak tanyakan barusan..?" tanya Dinda yang seolah terhipnotis oleh sosok suami nya sendiri.


Arjuna tersenyum kecil karena ia berhasil membuat Dinda terperangah memuja akan sosok nya.


"aku bertanya,apa kau masih ingin makan yang lain..?" tanya Arjuna mengulang nya sembari duduk di samping Dinda sambil membenarkan rambut yang sedikit berantakan.


Dinda sungguh gugup,padahal dia sudah lama bersama suami nya,namun ia tergagap akan perlakuan Arjuna .


"a... aku..sudah kenyang..!" jawab Dinda yang masih gugup dengan detak jantung yang memburu.


"apa yang terjadi..kau gugup...?" tanya Arjuna kembali.


"i..iya...eh..t..tidak maksud nya...!" jawab Dinda mulai salah tingkah.


"fffupphh...kau lucu sekali..!" ucap Arjuna menahan tawa nya,ia begitu geli dengan sikap Dinda yang masih malu dengan diri nya.


"a.. aku akan ke kamar kecil..!" kata Dinda berdiri mencoba lari melewati Arjuna di depan nya,namun tak ada kesempatan,karena tiba-tiba kaki nya tersandung karpet hingga tubuh nya oleh dan menindih Arjuna yang duduk di samping nya hingga tersandar ke ujung sofa.


Mata ke dua nya terkunci sesaat ,saling memuja,mendamba dalam pikiran masing-masing.


cup

__ADS_1


Arjuna ******* lembut bibir ranum yang ia rindukan beberapa hari ini,ia tak bisa menahan lagi,dengan sedikit menekan tengkuk Dinda ,ia memperdalam isapan itu dengan sangat lembut,memejamkan mata saling menikmati peraduan hati masing-masing.


Dengan nafas memburu dan mata yang masih terpejam,Arjuna melepaskan pagutan nya dengan pelan.


"maaf kan aku,jangan marah lagi..!" ucap Arjuna dengan tulus sambil mengusap bibir Dinda yang basah karena perbuatan nya.


Dinda tak menjawab,ia menatap wajah Arjuna,tak ada kebohongan di sana,yang ada hanya penyesalan yang mendalam,Dinda memeluk Arjuna dengan erat ,menyusup di antara dada bidang Arjuna yang masih basah setelah mandi .


berkali-kali Arjuna mengecupi pucuk kepala Dinda dengan sayang,menyalurkan kerinduan yang tertahan beberapa hari,sungguh ia sangat sedih saat Dinda mendiamkan nya,bahkan untuk menatap nya pun Dinda tak mau.


"Maaf kan aku..!" ucap Arjuna yang ke sekian kali nya.


"aku mencintai kakak..!" kata Dinda pelan.


Arjuna tersenyum,betapa beruntungnya ia mendapat kan Dinda yang sangat sabar menghadapi diri nya yang kadang memiliki emosi dan ego yang tinggi.


"kenapa sudah pulang,ini kan belum sore..?" tanya Dinda yang masih duduk di pangkuan Arjuna.


"aku tidak bisa bekerja dengan benar 2 hari ini,semua nya berantakan,untung saja ada Derry..!" jawab Arjuna.


"aku membatalkan semua nya,aku ingin bersama mu saja hari ini..!" kata Arjuna yang melingkar kan tangan nya ke perut Dinda.


"sayang,maaf kan papah yang malam itu membuat kalian takut dengan bentakan papah pada mamah mu..!" ucap Arjuna mengelus pelan perut Dinda yang di akhiri kecupan sayang pada anak mereka melalui perut Dinda yang buncit.


"sayang,maaf kan aku yang lalai menjaga mu hingga kau harus di larikan ke rumah sakit hari itu..!" kata Arjuna sambil menatap penuh sesal.


Dinda menggeleng sambil tersenyum manis,sungguh itu membuat Arjuna begitu bahagia,ia rindu akan senyuman ini,rindu akan sikap manja Dinda.


"aku memaafkan kakak,tapi jika itu terjadi lagi, kakak tidak akan pernah melihat ku lagi..!" ucap Dinda pelan dengan sedikit rasa kecewa.


Arjuna menggeleng cepat membantah ucapan Dinda yang akan pergi dari nya,ia bersumpah tak akan membiarkan itu terjadi.


"tidak,aku tak akan membiarkan itu terjadi,kau dan anak kita,kita bertiga akan selalu bahagia,aku tak akan membiarkan kalian lepas dari penglihatan ku..!" janji Arjuna.


"benar kah..?"tanya Dinda meyakinkan.

__ADS_1


"jika aku melanggar itu semua dan membuat kau bersedih atau kecewa lagi,maka nyawa ku taruhan nya,Tuhan boleh mengambil nyawa ku saat itu juga..!" jawab Arjuna.


bugh ..


Dinda memukul perut Arjuna yang berbentuk roti sobek itu.


"aww ..." pekik Arjuna memegangi perut nya sambil tersenyum.


"kakak jangan sembarang bicara seperti itu lagi..kalau kakak mati emang kakak mau anak kakak memanggil lelaki lain dengan sebutan papah..?" jelas Dinda yang membuat Arjuna menatap tajam pada nya.


apa kata Dinda tadi dengan bicara kalau anak nya akan memanggil laki-laki lain dengan sebutan papah,tidak pekik nya di hati,itu tak boleh terjadi,apa Dinda mau menikah lagi,tak boleh gumam Arjuna kesal .


"apa kau ingin menikah lagi..?" tanya Arjuna dengan tatapan kekesalan nya.


"aku tak mengatakan itu,bukan kah kakak sendiri yang bilang...hhhhmmmppp...!"


cup


Arjuna membungkam mulut itu agar tak mengatakan hal yang membuat nya takut,ia frustasi mendengar itu,ia takut kesal dan marah.


"kenapa marah..?" tanya Dinda kesal saat Arjuna melepaskan bibir nya.


"tidak,aku hanya tak suka kau menyebut lelaki lain yang di sebut anak ku papah,enak saja.!" gerutu Arjuna dengan wajah malas nya.


Dinda terkekeh melihat wajah Arjuna yang di tekuk,setidak nya ia berhasil sedikit membalas dendam untuk tempo hari.


cup.


.Dinda mencium bibir Arjuna dengan lembut hingga membuat Arjuna sedikit terkejut dengan sikap agresif Dinda,ia tak menyia-nyiakan itu,tangan nya menyusup di antara helaian rambut Dinda dan menekan lebih dalam ******* itu.


"aku mencintai kakak,jangan membuat aku sedih lagi..!" ucap Dinda kemudian memeluk Arjuna dengan hangat.


🌹🌹🌹


Maaf baru up sekarang

__ADS_1


Lagi puyeng gegara sakit gigi😂,sampai ubun-ubun,jadi ga fokus,sekali lagi maaf yaa🙏🙏


__ADS_2