Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Ijin Arjuna


__ADS_3

"tuan,maaf kan kami,kami sudah melakukan hal yang terbaik untuk ayah nona,namun semua itu tak merubah nya menjadi baik,sebagian organ sudah tak berfungsi lagi..!" Ucap dokter dengan wajah yang serius nya.


"Hhhmmm,aku mengerti..berapa lama waktu yang tersisa..?" Tanya Arjuna


"Kurang dari 3 hari..!" Jawab dokter yang memandang Arjuna dengan tatapan permintaan maaf nya.


Arjuna berjalan kembali menuju ruangan sang ayah mertua yang sedang di rawat.


"Tuan,saya dapat kabar jika Feby akan kembali ke kota ini, bagaimana kita bisa mencegah nya,sementara tuan besar yang membantu nya...!" Ucap Baim mengatakan kabar yang ia dengar.


Arjuna mengeras kan rahang nya,untuk apa ayah nya ikut dalam urusan pribadi nya,ia sudah berusaha agar Feby pergi jauh dari kota ini,tapi sekarang semua usaha nya sia-sia.


"Aku akan mengurus nya nanti,kau tetap waspada,perbanyak mata-mata..!" Tukas Arjuna yang beralih dari sana dan membuka pelan pintu ruangan ayah Dinda.


"Kakak...!" Panggil Dinda sambil mengulurkan tangan nya .


Arjuna menyambut jemari lentik Dinda dan memegang nya dengan erat.


"Istirahat dulu,kau pasti lelah..!" Ucap Arjuna mengusap punggung Dinda .


"Aku tak apa-apa,aku hanya ingin selalu berada di samping ayah,aku takut jika ayah bangun dan mencari ku..!" Jawab Dinda dengan pelan,padahal ia tau bahwa kemungkinan itu hampir tak pernah terjadi,namun biar lah harapan itu menjadi dorongan terbesar nya untuk tetap kuat


Arjuna tersenyum,ia tau Dinda begitu menyayangi sang ayah.


"Kau tidak harus jauh dari ayah,aku sudah menyiapkan kamar untuk mu di samping ruangan ini..!" Jelas Arjuna,ya dia sudah menyiapkan semua nya,termasuk kamar pasien yang sudah di ubah nya menjadi sebuah kamar bak kamar hotel untuk kenyamanan Dinda,karena tidak memungkinkan untuk Dinda bolak-balik pulang ke mansion dengan perjalanan jauh di saat dia hamil besar..


Dinda menatap Arjuna ,tangan nya terulur untuk menggapai wajah tampan suami nya.


"Terimakasih semua nya kak..!" Ucap Dinda,ia sangat senang dan beruntung Arjuna selalu membuat nya bahagia,dan mengerti apa yang ia mau.


Dinda memasuki ruangan di samping ruang perawatan sang ayah.


"Kau istirahat dulu, sebentar lagi Baim akan mengantar kan makan siang...!" Kata Arjuna sambil menuntun Dinda untuk membaringkan diri di kasur empuk yang sudah ia siap kan.


Dinda memiringkan tubuh nya untuk mencari posisi ternyaman .

__ADS_1


"Apa terasa pegal lagi..?" Tanya Arjuna sambil mengusap punggung Dinda .


"Sedikit ,tapi tak apa..mungkin sebentar lagi baikan ..!" Jawab Dinda,ia membawa tangan Arjuna ke pipi chubby milik nya "seperti ini saja..!" Pinta Dinda yang menjadi kan telapak tangan Arjuna sebagai bantal empuk nya.


Arjuna tersenyum sambil mengecup pipi Dinda yang bertambah chubby itu.


Tidak perlu waktu lama,Dinda tertidur dengan usapan halus yang masih Arjuna lakukan pada punggung nya,dengan pelan ia menyelimuti tubuh Dinda ,berusaha se pelan mungkin agar tak mengganggu istirahat Dinda.


Arjuna berjalan menuju balkon untuk menghubungi seseorang .


"cari tau rencana apa yang akan papah lakukan ..!" Jelas Arjuna pada seseorang di balik telepon.


"Kenapa papah ikut campur masalah ku,bukan kah papah tau jika aku akan segera memiliki anak bersama Dinda,untuk apa papah menghadirkan Feby kembali..!" Gumam Arjuna yang menduga-duga tentang kejadian yang akan terjadi nanti


Arjuna berjalan membuka kan pintu saat mendengar ketukan kecil di pintu,Baim membawakan beberapa bungkus makanan ,Arjuna melihat 3 orang yang menatap sinis pada nya ,namun Arjuna tidak peduli dan menutup pintu itu dengan rapat.


"mah,apa kita tengah di awasi saat ini..?" Tanya Yunita yang duduk di samping Renata.


"Kita harus berhati-hati,jangan sampai mereka menggagalkan rencana kita ..!" Ucap Renata dengan berbisik


"sayang,bangun dulu..nanti makanan nya dingin..!" Ucap Arjuna pelan membangun kan Dinda yang masih tertidur.


Arjuna menyiapkan makanan di meja depan Dinda.


"Aku mau ke kamar kecil dulu..!" Jawab Dinda yang bangun dan berjalan pelan menuju kamar mandi.


Mansion Albert


"Om, terimakasih atas bantuan om,aku tidak tau jika tak ada om yang membantu ku kembali ke kota ini,sungguh aku begitu asing berada di kota orang..!" Ucap Feby yang duduk di depan Albert dan Yanti.


"Jangan sungkan,kau bisa memberi tau ku jika butuh bantuan,dan satu lagi,maaf kan Arjuna yang bertindak seenak nya pada mu..!" Ucap Yanti yang menyahut.


"Tidak apa-apa Tante,aku yang salah,hingga membuat Dinda dan Arjuna sering bertengkar..!" Kata Feby dengan kata manis nya.


"Kau tidak salah,hanya saja Dinda wanita kolot yang suka cemburu dengan suami nya..!" Jelas Albert.

__ADS_1


Albert dan Feby memiliki hubungan baik,Albert merasa berhutang nyawa pada Feby yang waktu dulu menyelamatkan nya dengan mendonorkan darah nya untuk kesembuhan Albert.


Feby merasa angin segar tengah menghampiri nya,ia juga merasa di atas awan,karena Albert dan Yanti mendukung diri nya. "kenapa aku tak menggunakan mereka sedari dulu..!" gumam Feby penuh kemenangan.


"sebaiknya aku pulang dulu,karena Nino seperti nya sudah lelah..!" jelas Feby sambil memangku anak nya yang tengah tertidur nyenyak.


Rumah sakit Kean Wi


"kak boleh kah aku menginap di sini..?" tanya Dinda dengan sedikit takut,ia tak berani meminta,takut Arjuna menolak,namun ia juga tak bisa menahan rasa rindu nya pada sang ayah.


"tidak...!" ucap Arjuna yang masih memangku laptop nya di atas sofa.


Dinda menunduk,ia tak berani lagi mengatakan apa pun,takut membuat Arjuna marah pada nya,Arjuna tersenyum menatap Dinda dari kejauhan.


Arjuna berjalan mendekati Dinda


"kau tidak boleh menginap sendiri di sini,aku akan menemani mu..!" ucap Arjuna yang berjongkok di depan Dinda .


mata Dinda berbinar bahagia,ia memeluk Arjuna dengan erat.


"makasih,aku tak tau bagaimana membalas semua kebaikan kakak selama ini..!" ucap Dinda dengan haru.


"kau hanya perlu menjadi isteri dan ibu yang baik untuk anak-anak ku..!" jelas Arjuna sambil mengusap punggung Dinda .


"aku akan menemui ayah sebentar..!" ucap Dinda meminta ijin pada Arjuna.


Dengan langkah penuh ke hati-hati an,Dinda berjalan di ikuti Arjuna,ia tak ingin lengah melepaskan Dinda seorang diri tengah orang-orang yang membenci Dinda.


"gaya nya sudah seperti nyonya besar..!" ucap Renata dengan sinis sambil memandang Dinda yang di ikuti Arjuna dan Baim di belakang nya.


🌹🌹🌹


Selamat sore semua


sehat selalu

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya


__ADS_2