
"aku....,aku melihat nya di depan pagar ...!" ucap Dinda terbata.
"siapa...?!" tanya Arjuna dengan serius.
"aku berlari ke dalam dan menyenggol gelas yang tersusun...!" jelas Dinda.
"apa yang kau lakukan di taman sepagi ini..dan apa yang kau lihat..!" tanya Arjuna menyidik.
"aku melihat mobil yang di dalam nya ada kak Yunita..dia melihat ke arah ku..!" ucap Dinda sedikit takut.
Arjuna mengepalkan tangan nya dengan erat tanpa sepengetahuan Dinda.
"aku ingin memetik mawar di depan yang akan ku berikan pada Tasya..!" jelas Dinda kembali.
"kau ceroboh..kenapa harus kau..di rumah ini begitu banyak pelayan yang aku bayar untuk membantu mu,kenapa kau menyusahkan diri...?!" tanya Arjuna sedikit emosi.
"apa kau ingin aku memecat mereka semua...?!" tambah Arjuna kembali sambil menahan amarah nya.
"jangan,ini salah ku..kakak hukum aku saja..mereka tak bersalah..!" pinta Dinda yang kembali menunduk.
"kau tidak boleh keluar kamar ini tanpa seijin ku..itu sudah keputusan mutlak...!" ucap Arjuna kemudian berlalu menuju kamar mandi.
Arjuna begitu kesal pagi ini, bagaimana jika sesuatu terjadi pada Dinda dan ia kembali kehilangan Dinda,tidak..ia tak mungkin membiarkan nya.
Arjuna mengguyur tubuh nya di bawah shower,mencoba menghilangkan rasa kesal nya pagi ini,ia kesal,untuk apa Dinda bangun dengan alasan membuat sarapan,dan bunga mawar,untuk apa memetik nya untuk Tasya.
__ADS_1
Saking kesal nya,Arjuna sampai lupa untuk membawa pakaian ke dalam kamar mandi,ia hanya melilit kan handuk pada bagian bawah nya,terlihat Dinda yang membereskan tempat tidur dengan masih sedikit isakan.
"apa kakak marah pada ku..!" gumam Dinda yang mencuri pandang saat Arjuna keluar.
Di sofa sudah tertata pakaian Arjuna yang di siapkan Dinda,ia memakainya dengan hati yang sudah sedikit membaik.
Dinda berinisiatif membantu memakai kan kemeja pada Arjuna ,namun ia masih menunduk takut.
"aku tidak marah,aku hanya takut terjadi sesuatu pada mu,jangan menangis lagi..!" ucap Arjuna membuka suara,namun bukan berhenti menangis,ia justru malah semakin menangis.
"kenapa lagi..?" tanya Arjuna mengangkat wajah Dinda,namun Dinda justru menubruk tubuh Arjuna memeluk nya hingga mereka terjatuh ke atas sofa.
Arjuna membalas pelukan Dinda sambil mengusap rambut Dinda .
"jangan ceroboh lagi seperti itu,kai tidak ku ijin kan keluar kamar di pagi hari tanpa meminta ijin dari ku,dan sarapan..kau tak perlu menyiapkan apa pun,aku memiliki banyak pelayan di sini,dan aku akan memecat mereka semua jika kau masih melanggar peraturan ku..kau mengerti..!" jelas Arjuna panjang lebar kali ini.
"maaf kan aku..!" ucap Dinda .
"kau harus berkata jujur,apa pun itu..kau harus memberitahu ku apa yang kau mau dan apa yang membuat mu merasa tak nyaman,kau mengerti..!" jelas nya kembali dan Dinda kembali mengangguk.
"sekarang,apa kau tak ingin membiarkan ku pergi..atau kau ingin ikut dengan ku..?" tanya Arjuna.
"tidak,kakak pergi lah..aku di rumah saja ..!" ucap Dinda kemudian melepaskan pelukan nya dari Arjuna ,ia kembali merapikan pakaian Arjuna sampai memasangkan dasi dan jas nya,tak lupa ia juga memakaikan jam tangan mewah nya.
"sempurna..!" ucap Dinda dengan tersenyum menatap Arjuna.
__ADS_1
"beri aku ciuman pagi ini,kau sudah melakukan kesalahan dan membuat ku sangat khawatir pagi ini,beri aku ciuman agar bisa tenang kembali..!" tambah Arjuna dengan senyum di wajah nya.
"aku akan mandi..!" jelas Dinda menjauh dari Arjuna,namun hanya beberapa langkah,ia kembali di tarik Arjuna dan langsung mendekat kan wajah nya pada Dinda , hingga Dinda tak bisa menghindar.
Arjuna menahan pinggang Dinda dengan satu tangan dan tangan lain menekan tengkuk Dinda dengan sedikit keras.
Cukup lama mereka menikmati ciuman itu hingga sebuah gedoran pintu menghentikan kegiatan mereka.
"mah..pah..!" teriak Tasya .
"anak-anak mu sudah di luar..!" ucap Arjuna yang tersenyum, berbeda dengan Dinda yang masih mengatur nafas nya .
"aku akan menjadwal kan bulan madu kita ,supaya tidak ada yang menggangu aktifitas kita,aku akan segera menyelesaikan proyek di kantor dan membawa mu pergi..!" ucap Arjuna kembali dengan kening yang masih menempel pada Dinda.
"kau mandi lah,aku akan melihat anak-anak..!" tambah Arjuna .
🥰🥰🥰
Pagi semua kakak
Bagaimana kabar nya hari ini
sehat selalu
Jangan lupa dukungan nya Yaaa
__ADS_1
biar rate nya terus naik