Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Begitu Terasa


__ADS_3

Dinda bergegas masuk saat melihat mobil sport Arjuna sudah terpakir di bagasi


"Masih jam 5,kenapa kakak sudah pulang..!" Gumam Dinda yang berjalan cepat,ia menuju dapur sekedar untuk minum air dingin sebelum naik ke kamar atas.


"Apa kakak sudah lama pulang..?" Tanya Dinda pada salah satu pelayan di dapur.


" tuan dari jam 3 sudah tiba di mansion..!" Jawab pelayan itu.


"Tidak biasa,apa kakak sakit..!" Gumam Dinda pelan dan meletakkan gelas yang telah kosong ,ia berjalan menapaki tangga dengan pelan.


Ceklek


Pintu kamar terbuka pelan,namun ia tak mendapati Arjuna di dalam,sepi dan gelap saat ia membuka pintu itu.


Dinda menyalakan lampu kamar ,ia meneliti setiap sudut ruangan , namun tak menunjukkan keberadaan Arjuna di kamar.


Tiba-tiba Dinda mendengar gemercik air dari kamar mandi yang sedikit terbuka,ia membuka pelan dan mendapati Arjuna tengah berendam sambil memejamkan mata, dengan di temani lilin aroma terapi yang menyegarkan.


"Kak.." panggil Dinda menggoyang kan tangan Arjuna ,ia merasa kulit Arjuna sangat dingin,bisa di pastikan jika Arjuna telah lama berendam di air.


Kelopak mata Arjuna terbuka pelan,ia melihat wajah seorang wanita yang seharian unit telah memporak-porandakan hati dan pikiran nya.


"Kenapa tidur di sini,kakak bisa sakit..!" Ucap Dinda yang mengambil kan handuk untuk Arjuna dan mengisyaratkan agar Arjuna bergegas keluar dari rendaman air yang telah dingin.


Arjuna hanya diam,ia keluar dan membilas busa sabun yang masih menempel di kulit nya.


Dinda membantu Arjuna mengeringkan rambut nya menggunakan handuk kecil dengan tangan Arjuna yang memeluk pinggang Dinda dan menempelkan wajah nya di perut buncit Dinda .


Dengan telaten Dinda membawa kan kaos rumahan dan celana pendek untuk Arjuna .


"Kakak kenapa diam saja..!" Gumam Dinda tanpa suara ,ia terlihat bingung namun enggan bertanya.


"Apa kakak ingin makan..!" Tanya Dinda ,namun yang di tanya hanya menggeleng.

__ADS_1


"Huummm,baik lah,aku akan mandi sebentar..!" Ucap Dinda kemudian berlalu dari sana meninggalkan Arjuna yang sedari tadi diam.


Hari yang melelahkan bagi Dinda , bagaimana tidak,seharian ia harus mengurus semua nya,agar terselesaikan ,ia tak mau mengganggu atau menyulitkan Arjuna ,meski Arjuna sendiri menawari bantuan pada nya,ia telah bertekad sendiri,jika ia akan melakukan nya sendiri agar mendapatkan kepuasan tersendiri.


"Besok aku akan membeli beberapa meja dan kursi untuk keperluan butik..!" Gumam Dinda yang telah merancang rencana untuk besok hari.


"Apa kakak ingin sesuatu...?" Tanya Dinda menawari Arjuna saat ia telah keluar dari kamar mandi.


"Ia,tapi aku tak yakin jika kau akan memberikan nya..!" Jawab Arjuna sambil menatap layar laptop nya .


Dinda mengerut kan kening tentang jawaban Arjuna yang di anggap nya aneh.


"Aku akan berusaha memberikan nya untuk kakak,kata kan apa yang kakak mau..!" Ucap Dinda yang duduk di samping Arjuna .


"Aku tak ingin kau membuka butik ini..!" Jelas Arjuna


Deg


Dinda menatap tajam pada Arjuna ,kenapa begitu,bukan kah mereka sudah membicarakan ini,kenapa lagi sekarang.


"Aku tak mengijinkan kau bekerja,aku tak mau kau mengacuhkan ku..!" Tambah Arjuna .


Bukan marah,namun Dinda terkekeh pelan dan menepuk bahu Arjuna yang cukup serius menatap nya.


"Kakak aneh sekali,sudah lah..kakak istirahat saja,kakak hanya kelelahan,aku tak mau bertengkar hanya karena masalah ini..!" Jelas Dinda berlalu dari.


"Dia menanggapi kemarahan ku hanya seperti itu..!" Gumam Arjuna melihat Dinda yang telah berlalu dari kamar


Setelah makan malam,tak ada obrolan apa pun dari ke dua nya,mereka hanya diam dan sama-sama acuh.


Arjuna diam,ia tak mau memancing emosi Dinda yang di anggap nya tak stabil,tapi ia juga ingin marah


Ia ingin Dinda menuruti semua keinginan nya,bukan untuk diri nya,melainkan untuk kebaikan Dinda sendiri dan kandungan nya.

__ADS_1


Dengan pelan,Arjuna ikut merebahkan diri di samping Dinda yang lebih dulu berbaring,sedari tadi yang Arjuna liat,jika Dinda membolak-balikkan badan,entah apa yang terjadi.


"Kenapa..apa kau lelah..?" Tanya Arjuna dengan hati-hati,takut menyinggung perasaan Dinda lagi.


"Tidak..!" Jawab Dinda dengan singkat,Arjuna hanya mendesah pelan,benar sekarang jika Dinda sudah berubah,bukan lagi Dinda yang manja pada diri nya .


Arjuna bangun kembali,turun dari ranjang mengambil minyak,ia merangkak naik mendekati Dinda yang sedang mengelus pelan punggung nya.


Arjuna duduk tepat di belakang Dinda ,menyingkap baju tidur Dinda .


"Apa yang kakak lakukan " reflek Dinda memegang tangan Arjuna .


"Diam lah,aku hanya akan memijat punggung mu..!" Balas Arjuna ,yang di sambut gelengan dari Dinda .


"Kenapa..?" Tanya Arjuna , namun Dinda hanya diam.


"Jika lelah, katakan saja,tidak perlu seperti itu,aku akan membantu memijat punggung mu..!" Jelas Arjuna yang terlihat kesal karena Dinda menolak bantuan nya.


"tidak seperti itu,aku tak apa,lebih baik kita tidur saja,kakak pasti lelah juga kan,besok masih banyak yang harus aku kerjakan ..!" Ucap Dinda kemudian memunggungi Arjuna yang terlihat kesal pada nya.


Arjuna mendesah halus,ia ikut berbaring di belakang Dinda ,memeluk Dinda dan sesekali tangan nya mengusap pelan punggung itu,ia tau jika Dinda kelelahan,namun ia tak mengerti kenapa Dinda hanya diam dan tak meminta nya untuk memijat punggung itu seperti biasa,apa sekarang mereka semakin jauh ,hingga jarak itu terlihat.


Dinda menatap wajah di samping nya yang tertidur dengan pulas,ini belum subuh,apa lagi pagi,namun ini jam setengah dua dini hari,jujur ia tak bisa tidur ,karena jauh dari lubuk hati nya,ia merasa bersalah pada Arjuna ,namun ia tak boleh menjadi Dinda yang lemah lagi, sulit memang untuk membangun sesuatu dari nol,namun ia akan berusaha,belajar dari kehilangan Cantika dulu,seorang wanita yang dengan rela menjaga nya dan memberikan kasih sayang tulus seperti saudara kandung,belum lagi pertentangan dari ke dua orang tua Arjuna yang belum menerima nya sepenuh hati,di tambah lagi dengan wanita-wanita di luar sana yang dengan sigap bisa mengambil suami nya kapan saja,ia harus berusaha mandiri dari sekarang,tak ada lagi Dinda yang lemah.


Terkadang hidup seorang isteri bisa berubah karena lingkungan ,terlebih rasa sakit hingga beban yang ia pikul untuk menuju kebahagiaan tak lah mudah dan berjalan mulus,ada masa di mana dia berada di titik rendah yang mengharuskan ia berdiri dengan ke dua kaki nya sendiri tanpa bantuan siapa pun termasuk keluarga dan suami nya.


🌹🌹🌹


Jangan bosan ya kasih like dan komentar kalian


Mampir juga ke cerita "Cinta Nayna"


Romansa yang bisa membawa kalian pada ke baperanπŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


do"a kan juga ya untuk Kalimantan tempat tinggal ku,agar cepat pulih dari banjir yang melanda hampir seluruh Kalimantan.


Terimakasih kakak πŸ™πŸ™


__ADS_2