Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
161


__ADS_3

praaannggggg


Terdengar nyaring pecahan kaca yang membuat beberapa pelayan langsung menuju dapur.


"Nyonya...!" panggil seorang pelayan wanita yang terkejut melihat keadaan Dinda.


beberapa pelayan lain tengah ikut memandang Dinda dan satu diantara nya mendatangi kamar Arjuna .


tok


tok


tok


Terdengar tiga kali ketukan pintu,yang membuat Arjuna terbangun,ia meraba di samping,namun tak mendapati Dinda di sana,ia kembali menatap pintu kamar mandi yang terbuka,ia yakin Dinda tak di sana,kemana Dinda di pagi buta begini dan mengapa ia tak mengetahui Dinda yang terbangun lebih dulu dari nya.


ceklek


Dengan pandangan khas bangun tidur nya,Arjuna membuka pintu kamar nya .


"ada....!" kalimat nya tergantung saat melihat wajah takut dan panik dari pelayan nya.


"di dapur ...Nyonya..!" belum sempat pelayan itu menyelesaikan kalimat nya,Arjuna langsung berlari ke dapur ,ia melihat Dinda dengan tangan yang berdarah dan pecahan gelas di sekitar kaki nya.


"sayang..!" panggil Arjuna panik dan menghampiri nya,Dinda langsung memeluk Arjuna dengan isakan kecil.

__ADS_1


Sementara di belakang Arjuna , berjejer para pelayan yang begitu ketakutan akan amukan Arjuna karena kelalaian mereka hingga Dinda terluka.


"tenang lah..!" ucap Arjuna pelan.


"kau harus tenang,ingat..Lee dan Tasya akan takut jika melihat mu seperti ini..!" jelas Arjuna kembali, beruntung Dinda kali ini hanya menangis kecil tak berteriak histeris,ia berusaha mengontrol diri .


Arjuna melepaskan pelukan dan menatap Dinda.


"apa kau bisa berjalan sendiri..?!" tanya Arjuna yang di jawab anggukan dari Dinda.


Arjuna membantu Dinda berdiri ,namun mata nya menatap tajam para pelayan di sana yang menunduk kan kepala.


"apa yang terjadi..?!" tanya Baim yang kebetulan sedang berjalan pagi,ia mendengar pecahan kaca itu dan memasuki mansion Arjuna .


"lain kali,kalian harus lebih menjaga nyonya jika tidak ingin tuan memecat kalian semua, sekarang bereskan kekacauan ini sebelum nona Tasya dan tuan muda Lee bangun..!" ucap Baim sebelum meninggalkan dapur yang berserakan.


Sementara di kamar,Arjuna yang sedang mengobati tangan Dinda ,ia berpikir keras tentang apa yang terjadi,namun ia tak ingin menanyakan kepada Dinda sebelum Dinda sendiri yang bercerita.


"apa ini sakit...!" tanya Arjuna dengan sabar, sebenar nya ia begitu marah dan kesal kali ini melihat Dinda yang terluka,rasa nya ia ingin menghajar para pelayan yang lalai hingga membuat istri nya terluka.


"aku....jangan marah pada pelayan..ini salah ku..!" ucap Dinda.


"aku tidak menanyakan kesalahan itu..,aku menanyakan luka mu,apa ini sakit...!" tanya Arjuna kembali.


"tidak apa-apa..hanya luka kecil...!" ucap Dinda.

__ADS_1


braakkk


Arjuna menutup keras tutup obat nya dan memandang Dinda dengan tatapan tajam nya,ia menyilang kan kaki nya sambil terus menatap Dinda.


"kenapa kakak melihat ku begitu..?!" tanya Dinda sedikit takut.


"kenapa..kau tidak ingin mengatakan sesuatu..?!" tanya Arjuna.


"maksud kakak..?!" tanya Dinda kembali


Arjuna menarik dagu Dinda agar menatap nya dan tak menunduk lagi.


"apa kau tidak percaya pada ku ...?" tanya Arjuna dengan menajamkan mata nya.


"tidak begitu..aku hanya....!" Dinda kembali menunduk sambil sedikit terisak.


🥰🥰🥰🥰


Selamat malam


sehat selalu semua


selamat beristirahat juga


jangan lupa mimpi indah

__ADS_1


__ADS_2