
Dinda di harus kan menginap malam ini, Arjuna menemani nya,di ruangan Dinda terlihat sangat besar,terlihat bukan seperti kamar di rumah sakit, melainkan seperti kamar hotel mewah
Setelah menghabiskan makan malam,Dinda meminum obat nya dan tertidur,Arjuna pun terlihat lelah,dia membersihkan diri ke kamar mandi setelah memastikan Dinda tertidur. Arjuna menghubungi pelayan rumah nya untuk membawakan baju untuk nya dan Dinda.
Setelah dari kamar mandi Arjuna terlihat lebih segar,tapi tetap saja dia terlihat kelelahan,Arjuna memutuskan tidur di sofa untuk malam ini,dia takut tidur di sebelah Dinda,takut mengganggu Dinda yang sedang beristirahat,tak perlu waktu lama,Arjuna ikut tertidur dengan tenang.
"Tidak..jangan..lepaskan bodoh..!" teriak Dinda yang membuat Arjuna terbangun dari tidur nya,dia bergegas menghampiri Dinda,namun mata Dinda masih terpejam.
Arjuna merasakan tubuh Dinda bergetar dan berkeringat dingin seperti sedang demam,dia bergegas memencet tombol merah di ruangan itu.
ceklek...tak berapa lama pintu itu terbuka,terlihat dokter Kelvin yang setengah mengantuk masuk ke ruang inap Dinda.
"ada apa.. mengagetkan aku saja..!" ucap dokter Kelvin dengan pelan. Sebenarnya malam itu bukan tugas dokter Kelvin,namun Arjuna meminta nya langsung untuk menangani Dinda.
"Seperti nya Dinda sedang demam,dia mengigau dari tadi,tubuh. ya panas dan berkeringat dingin..!" jelas Arjuna.
__ADS_1
Dokter Kelvin terlihat mendekat dan memeriksa Dinda.
"dia sedang syok saja karena kejadian tadi sore,aku akan memberikan nya obat supaya tenang dan demam nya akan segera turun,kau tak perlu khawatir..!" kata dokter Kelvin sambil menyuntikan obat ke dalam infus Dinda.
Arjuna masih memegang tangan Dinda dan mengusap kepala Dinda.
"tugas ku sudah selesai,apa aku boleh pulang sekarang..!" tanya dokter Kelvin menatap Arjuna.
"tidak,kau tetap harus berjaga sampai Dinda pulang besok..!" jawab Arjuna tanpa melihat nya.
"baik lah,aku akan berjaga lagi.." ucap dokter Kelvin sambil berlalu keluar ruangan itu.
Hampir satu jam,Dinda tidak bisa tenang,dia terus gelisah dalam tidur nya. Arjuna masih setia disamping Dinda. Saat Arjuna ingin ke kamar mandi,dia dengan pelan melepaskan tangan Dinda berharap tak membangun kan Dinda lagi,namun dugaan nya salah,Dinda terbangun kembali ,malah mempererat pegangan tangan nya pada Arjuna.
"Din,tenang lah,kakak tidak kemana-mana,,kakak hanya akan ke kamar mandi sebentar,kau aman di sini bersama kakak..!" ucap Arjuna menenangkan Dinda yang seperti ketakutan.
__ADS_1
Arjuna melepaskan tangan Dinda perlahan berjalan ke kamar mandi,kemudian dia kembali duduk di samping Dinda,mengusap kepala nya berharap Dinda akan tidur dengan tenang lagi.
Dinda menggenggam tangan Arjuna mencari ketenangan ,dia sangat takut dengan kejadian sore tadi. Arjuna paham akan keadaan Dinda,dia menaiki kasur itu berbaring di samping Dinda dan membawa Dinda ke pelukan nya.
"tidur lah,kakak akan menemani mu,kau tak perlu takut lagi..!" ucap Arjuna sambil mengusap punggung Dinda untuk memberikan ketenangan. Arjuna tau dengan sifat Dinda yang memiliki ketakutan berlebih terhadap orang yang tidak dia kenal,karena Cantika pernah menceritakan keadaan Dinda saat pertama kali dia menemukan Dinda di jalan.
"kau pasti sangat syok dengan kejadian tadi sore,kau tenang saja,mulai sekarang aku sendiri yang akan menjaga mu .!" ucap Arjuna dengan pelan sambil mengecup pucuk kepala Dinda.
Hembusan nafas Dinda yang mengenai kaos tipis Arjuna menunjukkan kalau wanita itu sudah tenang dan tertidur di pelukan nya. Arjuna tersenyum,lalu ikut tidur bersama Dinda.
🌹🌹🌹🌹🌹
makasih yang mampir di sini..
tolong dukungan kakak semua,biar terus semangat nulis nya😘😘
__ADS_1
Mampir juga yaa di cerita "Cinta Nayna"