Wasiat Terakhir

Wasiat Terakhir
Acara Sekolah


__ADS_3

Ting


Handphone Dinda berbunyi pelan,menandakan bahwa ada notifikasi pesan yang masuk.


"Kita mendapat kan orderan besar dari sebuah perusahaan,dan mereka meminta mu untuk datang langsung mendiskusikan tentang semua nya langsung pada mu,apa kau bersedia...?"


Itu lah pesan yang di kirim Edwin pada Dinda siang itu,biasa ia hanya menyerahkan semua pada Edwin tanpa mau campur tangan,namun kali ini entah mengapa klien nya meminta untuk dia langsung datang untuk bertatap muka.


Bukan tanpa alasan Edwin melakukan itu,ia telah lama mengenal Dinda ,dan telah lama pula Dinda seperti menjauh dari usaha yang dia geluti itu,entah mengapa,semenjak hari itu Dinda seolah enggan menginjakkan kaki di butik nya.


Di sisi lain kota,seorang lelaki tengah menyusun rencana ,ia tak mau gegabah ,ia tak mau membuat target nya takut seolah ia mengejar seperti pemburu.


"Tuan,saya sudah menyuruh orang seperti yang anda minta..lalu bagaimana selanjut nya..!" Tanya Baim pada Arjuna yang sedari tadi mengetuk pelan meja menggunakan pena di jari nya.


"Aku akan mengurus sisa nya..kau lakukan lah hal lain..!" Jawab Arjuna .


Ya benar,ia sudah membulat kan tekad nya untuk bertemu Dinda ,mencoba menyulam kembali benang yang telah kusut ,memperbaiki apa yang ada,bukan hal mudah,ia telah memikirkan ini beberapa kali, mengumpulkan keberanian yang ia miliki, setidak nya ia memiliki harapan pada anak yang kini bersama Dinda .


Bodoh,jelas ia lelaki paling bodoh yang membiarkan masalah ini bertambah runyam tanpa penyelesaian .


Semalaman suntuk ia berpikir untuk ini,tapi ia tak mau langsung menemui Dinda ,ia memilih jalan lain untuk bisa terhubung kembali bersama Dinda.


Tak perlu waktu lama,ia mendapat kan foto-foto dan biodata sang anak,sungguh terenyah saat pertama kali ia menatap foto putra nya,seperti flashback diri nya di masa lalu,memiliki kemiripan yang begitu identik dengan diri nya.


"Leonard...!" Gumam Arjuna pelan dengan tetesan benang yang mengalir tanpa permisi.


"Papa....?" Teriak Tasya dari luar kamar,ia bergegas membereskan foto-foto dan berbagai kertas yang berisi informasi tentang anak dan mantan isteri nya itu.


"Hai sayang...apa yang terjadi..kenapa mesti berteriak..?" Tanya Arjuna dengan lembut saat Tasya sudah di depan nya


"besok ada acara di sekolah aku..papa harus hadir,ini undangan dari sekolah untuk papa..!" Ucap Tasya memberitahu kan .


Arjuna terdiam,namun senyum tersungging dari bibir nya,ia mempunyai rencana lain,ini kesempatan bagi nya untuk bertemu Leonard dan Dinda di sana.

__ADS_1


Tasya memang baru di sekolah itu,jadi ia belum akrab dengan anak-anak lain,sedang kan Lee sudah sejak dua tahun lalu Dinda sekolahkan di sana.


"besok aku akan ke sekolah Tasya..!" Ucap Arjuna memberitahu kan Baim.


"Baik lah,saya akan menunda rapat besok pagi..!" Ucap Baim yang paham.


"Apa yang harus aku lakukan besok jika bertemu dia..?" Tanya Arjuna meminta saran Baim,sungguh rasa takut itu terus menggerogoti hati dan pikiran nya,ia tak bisa menebak bagaimana reaksi Dinda .


"Bersikap lah seperti biasa ,jangan mengungkit masa lalu..mungkin itu saja dulu..!" Saran Baim yang keluar secara gamblang dari bibir nya.


Malam panjang tanpa bintang berlalu begitu lambat,entah mengapa malam ini Arjuna merasa begitu sulit terlelap,jantung nya berdetak tak menentu menunggu esok pagi.


Terasa begitu lamban waktu berputar,padahal tak mesti juga esok hari mereka akan bertemu,bertatap muka seperti waktu dulu.


"papa.. !" teriak Tasya yang membangun kan Arjuna di pagi hari, padahal ia baru beberapa jam terlelap,lingkaran hitam pun tercetak jelas di wajah tampan nya.


"Hay...kau sudah cantik..?" sapa Arjuna mengulas senyum khas bangus tidur nya.


" come on papa..nanti aku terlambat..!" ucap Tasya mengingat kan.


Tak perlu waktu lama,ia bersiap di kamar kemudian turun ke meja makan,di sana sudah ada Tasya dan Baim yang menunggu nya dengan setia.


"apa yang terjadi tadi malam..?" tanya Baim melihat Arjuna dengan mata panda nya.


"jangan mengejek ku..!" sambar Arjuna yang mengoles selai pada roti di tangan nya.


Baim diam dengan mengulum senyum nya,setelah sarapan mereka berangkat menggunakan mobil terpisah,Baim langsung ke kantor sedang kan Arjuna menghadiri acara di sekolah Tasya pagi ini.


Tak seperti biasa,mobil sudah berjejer dengan rapi di depan gedung sekolah,begitu banyak orang di sana yang kebanyakan ibu-ibu lah menemani anak nya di pertemuan itu.


"banyak sekali..!" gumam Arjuna pelan,sungguh ia tak menyukai seperti ini,jika tujuan nya tak ingin bertemu Leonard dan Dinda ,mungkin ia enggan datang ke acara ini.


"papa..kenapa ga turun..!" ucap Tasya yang bingung melihat Arjuna hanya menatap dari dalam mobil.

__ADS_1


Arjuna tersadar dan langsung turun dengan kaca mata hitam untuk menutupi mata panda nya.


sepanjang koridor sekolah menuju ruang aula yang begitu besar,Tasya terus berceloteh menceritakan semua tentang sekolah nya,sedang kan Arjuna tidak terlalu fokus pada cerita Tasya ,ia memperhatikan di sekitar.


Di parkiran mobil Lee dan Dinda baru tiba di sekolah,mereka kesulitan mencari tempat parkir yang hampir terisi penuh.


Brraaakk


Tanpa sengaja Dinda menabrak depan mobil yang telah terparkir di depan nya,untung saja hanya lecet.


Dinda turun dari mobil dan menghampiri satpam di depan untuk mengumumkan mencari pemilik mobil yang ia tabrak.


pihak satpam mengumumkan plat mobil agar pemilik nya bisa mendatangi ke pos satpam sekolah.


"mommy.. bagaimana..?" tanya Lee takut.


"tenang lah..ada mommy di sini,kita akan mengganti biaya kerusakan mobil itu,lagian itu hanya lecet, mommy rasa tak begitu banyak..!" jawab Dinda menenangkan anak nya, padahal ia pun begitu takut kena marah pemilik mobil itu,karena ia tau mobil yang ia tabrak merupakan salah satu mobil mahal yang hanya ada beberapa di Indonesia.


Di tengah ketegangan Dinda dan Lee yang menunggu di pos satpam,mereka berpegangan tangan sambil saling menatap saat pintu terbuka,mereka bisa memastikan itu adalah pemilik mobil yang ia tabrak.


"apa yang terjadi..?" suara yang begitu familiar terdengar oleh Dinda dari belakang,namun ia tak berani membalikkan badan


"Tuan,mobil anda tak sengaja di serempet oleh nyonya ini saat di parkiran,dan mereka ingin bertanggung jawab mengganti kerugian mobil anda..!" jelas satpam itu saat sang pemilik mobil masuk.


🌹🌹🌹


Selamat pagi


like


vote


hadiah

__ADS_1


koment


yang banyak selalu aku tunggu


__ADS_2