Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 100


__ADS_3

Pak Gunawan kembali lagi menuju ruang tunggu, namun ia sama sekali tidak berniat untuk menceritakan apa yang baru saja ia saksikan, karna ia tidak mau membuat keadaan Anton semakin terpukul.


"Papa dari mana.?" tanya istrinya yang merasa heran dengan kepergian suaminya tadi.


"Papa hanya mencari tahu perkembangan kasus tabrak lari yang menimpa Zahwa ma." ujar pak Gunawan, bahkan dengan istrinya pun ia merahasiakan kejadian itu.


"Lalu bagaimana pa, apa sudah tertangkap pelakunya." tanya mama Melinda dengan antusias, membuat Anton dan Nazwa menoleh secara bersamaam melihat kedua orang tuanya yang sedang berbicara.


"Kita do'a kan saja ya ma, semoga saja pelakunya cepat tertangap." ujar pak Gunawan, lalu menarik istrinya kedalam pelukannya.


Detik, menit, dan jam pun berlalu, tepat delapan jam hingga akhirnya lampu indikator yang ada diatas pintu ruang operasi Zahwa pun padam, menandakan bahwa operasi telah selesai dilakukan.


Seketika Anton, Nazwa, dan kedua orang tuanya pun berlari mendekat kearah pintu dan menghampiri Anita yang baru saja terlihat keluar, seketika hujan pertanyaan pun langsung ia dapatkan dari adik dan orang tuanya.


"Bagaimana keadaan Zahwa ka.?" tanya Anton.


"Iy nak, bagaimana keadaan mereka sayang.?" ujar mamanya yang tidak kalah antusiasnya bertanya.


"Mereka semua selamat kan nak.?" sambung pak Gunawan juga.


Anita pun menarik nafasnya dalam dalam lalu dia menghembuskan nafasnya secara teratur, dia mencoba menenangkan dirinya, dan memaklumi semua pertanyaan yang menghampiri dirinya secara bertubi tubi, karna ia tahu pasti semua orang sudah menantikan kabar Zahwa darinya.


Anita pun membuka masker yang ia kenakan di wajahnya dan mulai berbicara berusaha memberikan penjelasan kepada semuannya.


"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, dan bayi kalian pun alhamdulillah masih dapat diselamatkan." jelas Anita dan penjelasannya itu pun mampu menciptakan senyuman bahagia di wajah Anton, Nazwa dan kedua orang tua Anton.


"Alhamdulillah hirobbil alamin." ucap Anton dan kedua orang tuanya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangnnya.


"Tapi An." ucap Anita lagi menggantung, menggejutkan hati adik dan orang tuanya kembali.


"Tapi Apa nak.?" tanya pak Gunawan.


"Tolong jelaskan kak.?" sambung Anton


"Tapi Zahwa masih dalam keadaan kritis dan kondisi tubuhnya juga sangat lemah setelah banyak mengeluarkan darah, jadi kemungkinan keguguran itu pun masih ada." jelas Anita lagi.


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan kak agar Zahwa bisa kembali pulih,? atau bawa saja Zahwa keluar negeri kak, kita cari pengobatan terbaik disana kak." ucap Anton, kekhawatirannya membuatnya ingin berbuat apapun untuk keselamatan istrinya.


"An, tidak mungkin membawa Zahwa dalam kondisi sangat kritis seperti ini keluar negeri dek. Lagi pula rumah sakit kita masih mampu menangi Zahwa, hanya saja memang kondisinya Zahwa lah yang masih sulit untuk setabil, akan dibawa kemanapun tidak akan ada perubahan pada keadaanya An." jelas Anita.

__ADS_1


"Kalau begitu lakukanlah yang terbaik kak, aku ingin istri dan anakku kembali sehat seperti lemarin kak." ujar Anton dengan Air mata yang kembali berderaian.


"Sabar nak, tenangkan dirimu An, kita berdo'a kepada yang maha kuasanya, agar Zahwa segera kembali pulih sayang." ucap mama Menlinda sambil mengelus lembut punggung putranya.


"An papa akan panggilkan dokter ahli dari luar negeri nak bila itu diperlu, tapi tolong tenanglah, Zahwa pun akan merasa sedih jika kamu seperti ini, kamu harus tetap semangat nak, agar bisa memberikan suport kepada istrimu." ujar pak Gunawan.


Pada saat yang sama, dokter Anwar dan para perawat keluar dengan membawa Zahwa untuk memindahkannya pada ruang ICU, dan dengan cepat Anton menghampiri istrinya itu yang terlihat pucat dangan terbaring lemah tak berdaya.


"Sayang ini mas Za, bangun sayang. Kamu harus kuat ya agar bayi kita juga kuat sayang. Apa kamu ingat Za, kamu pernah berjanji tidak akan pernah meninggalkan mas sendiri kan, jadi sekaranglah mas meminta janjimu itu sayang, bangunlah sayang buka matamu" air mata semua orang pun tak dapat lagi terbendung melihat dan mendengar ucapan Anton kepada Zahwa yang terbaring.


"Za, kamu harus semangat ya, ini impian kamu kan, dulu kamu pernah bilang ingin memiliki usaha sendiri dan memiliki suami dan mertua yang menyayangi kamu, sekarang kamu sudah mendapatkan semuanya itu Za, jadi sadarlah dan nikmati kebahagiaan mu sekarang." Ucap Nazwa yang juga menangis sesengukan di hadapan Zahwa.


"Sudah ya Na, biar mereka membawa Zahwa ke ruang ICU." ujar Anita yang mencoba menghibur dan memberikan pelukan kepada Nazwa, Begitupun dengan papa dan mama Anton yang mencoba memberikan kekuatan dengan putranya.


***


Seorang polisi yang ditugaskan untuk memeriksa rekaman CCTV yang mereka ambil dari rumah sakit dan minimarket pun, kini telah mengetahui kejadian pasti kecelakaan yang dialami Zahwa, apalagi dengan ditambah rekaman vidio CCTV yang baru di serahkan pak Gunawan, menambah titik terang dari kejadian itu.


Dengan segera polisi itupun menunjukan dan menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan tabrak lari yang dialami Zahwa kepada komandanya, ia pun menjelaskan semuanya berdasarkan rekaman CCTV yang sangat akurat.


Tiba tiba ponsel komandan itu pun berbunyi, dengan segera ia pun meraih ponselnya dan mengangkat panggilan masuk di telponnya. Ternyata si penelpon itu tak lain adalah anak buahnya yang sedang berada dilapangan dan diperintahkan untuk mengawasi rumah mama Sarah. Ia pun memberitahukan gerak gerik dari mama Sarah yang terlihat ingin melarikan diri, karna ada yang terlihat seperti memasukan koper kedalam bagasi mobinya.


***


"Halo pa." terdengar suara mama Sarah yang sedang menghubungi suaminya.


"Iya ma, ada apa ma?" tanya suaminya.


"Pah, mama mau keluar negeri sekarang." ucapnya dengan begitu gelisah.


"Keluar negeri, kenap ma, ada apa? kenapa mama tiba tiba ingin pergi." tanya suaminya yang terdengar kebingungan dengan keinginan dadakan istrinya itu.


"Ada teman mama yang ingin mengadakan pernikahan anaknya disana pa, lagi pula tidak lama, minggu depan mama kembali lagi ke indo." jelasnya lagi sedikit kesal.


"Tapi kenapa dadakan sekali sih ma, terus mama pergi dengan siapa?" tanya suaminya itu lagi.


"Karna memang undanganya dadakan pa, lagian mama pergi dengan teman teman arisan mama, jadi papa gak usah khawatir dan gak usah cerewet." jawabnya lagi dengan nada bicara yang terdengar sudah meninggi.


"Tapi ma.." belum selesai ia berbicara tiba tiba sambungan telpon pun terputus.

__ADS_1


Karna merasa gelisah, akhirnya mama Sarah memutuskan untuk pergi secepatnya, dan tidak lagi sanggup menunggu waktu malam tiba. Mama sarah pun menyuruh pembantunya untuk memasukan koper ke dalam bagasi mobilnya, lalu segera meminta sopir yang berkerja dirumah mereka untuk segera menghantarnya menuju bandara.


Namun tanpa mereka sadari, mobil yang mereka kendarai telah dibuntuti oleh polisi yang telah berada dibelakang mereka.


Mama Sarah terlihat meremas remas kedua jari jari tangannya, kecemasan dan ketakutannya itu pun terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Nyonya kenapa, kok gelisah sekali?" tanya sopirnya yang dapat melihat dengan jelas kegelisahan majikannya dari kaca sepion tengah mobil yang ia kendarai.


"Sudah tidak perlu banyak tanya, jalan saja cepat kebandara, nanti saya ketinggalan pesawat." ucap mama Sarah dengan kesal.


"Baik nya." jawab sopir itu lalau menambah sedikit kecepatan mobilnya.


Saat tiba di bandara mama Sarah segera keluar dan menunggu sang sopir untung mengambilkan kopernya. Dan hanya dalam waktu selang lima menit komandan yang menangani kasus kecelakaan Zahwa pun tiba dibandara, dengan arahan yang telah di berikan anak buahnya yang memantau keberadaan mama Sarah.


Saat akan melangkahkan kakinya masuk kebandara, komandan dan dua polisi lainnya menghadan langkah kakinya.


"Selamat sore nyonya." Sap sang komandan.


"Selamat sore." ucap mama sarah yang merasa sangat terkejud dengan kehadiran polisi dihadapannya, namun ia masih berusaha untuk bersikap tenang.


"Maaf nyonya, kami ingin meminta anda untuk ikut bersama kami." jelas komandan itu masih dengan nada bicara santainya.


"Ada apa, kenapa saya harus ikut kalian?" ucapnya pura pura cuek.


"Kami ingin meminta kesaksian anda mengenai kasus tabrak lari yang terjadi kepada saudari Zahwa, istri dari Anton Wijaya." jelas komandan itu lagi.


"Lalu apa hubungannya dengan saya?" menjawab dengan ketus.


"Berdasarkan ketarangan yang kami dapatkan, mobil putri andalah yang menabraknya, tapi karna putri anda sedang berada diluar kota, jadi anda yang membawa mobil tersebut, terakhir anda juga terlihat berada di rumah sakit yang ada di depan TKP." jelas komndan itu lagi.


"Tidak itu semua tidak benar, anda salah orang, minggir nanti saya ketinggalan pesawat." mama Sarah terlihat ingin segera pergi dari hadapan para polisi.


"Tangkap dia." perintah komandan itu kepada anak buahnya dengan sedikit kesal karena melihat tingkah mama Sarah.


Akhirnya mama Sarah pun ditangkap namun ia masih berusaha untuk memberontak.


"Saya tidak bersalah, lepaskan saya, saya tidak berslah." ujarnya lagi.


"Silahkan jelaskan saja di kantor nyonya." ujar komandan itu lalu membawa mama Sarah menuju kantor polisi.

__ADS_1


Melihat penangkapan yang dilakukan polisi kepada majiknnya, membuat sopir yang tadi menghantar mama Sarah merasa bingung, akhirnya ia pun menghubungi papa Sarah dan menceritakan yang terjadi dan penangkapan kepada majikannya itu.


__ADS_2