Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 119


__ADS_3

Hari hari telah berjalan seperti biasanya, setelah mendapatkan perawatan selama dua puluh empat jam, Rangga memutuskan untuk pulang kerumah, karna merasa tidak nyaman berada di dalam rumah sakit terlalu lama, namun dokter menyarankan dirinya untuk beristirahat terlebih dahulu untuk beberapa hari kedepan.


Begitu pun dengan Zahwa, karna merasa bosan berada di rumah sakit, ia juga meminta kepada suaminya agar mengizinkannya untuk pulang, meski keadaanya belum pulih seutuhnya, namun kondisi Zahwa dan juga anak yang ada didalam kandunganya telah jauh lebih membaik dari hari hari sebelumnya.


Karna selalu memohon, akhirnya dokter Anwar dan Anita mengizinkan Zahwa untuk pulang kerumahnya, dengan syarat Zahwa harus benar benar beristirahat dan dilarang untuk terlalu banyak melakukan aktifitas.


Anita juga setiap harinya selalu menyempatkan diri untuk datang kerumah Anton, untuk memeriksa keadaan adik iparnya itu, tak lupa juga ia selalu memberikan vitamin kepada Zahwa.


"Mas.!" panggil Zahwa.


"Iya Sayang." Anton yang terlihat sedang duduk disofa dengan memangku labtobnya mencoba mendekati istrinya yang sedang berbaring dengan menyandarkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Ada apa sayang, ada yang sedang kau inginkan.?" tanya Anton, ia duduk di tepi tempat tidurnya lalu meraih tangan Zahwa lalu menggenggamnya.


"Tidak ada mas, aku cuma mau bilang apa tidak sebaiknya mulai besok mas kekantor saja, aku tidak ingin hanya karna menjaga ku, semua pekerjaan mas di kantor jadi terbengkalai." ujar Zahwa.


"Kamu tenang saja sayang, semua pekerjaan sudah mas atur dari rumah, jadi tidak akan ada pekerjaan yang terbengkalai, semuanya baik baik saja." jelas Anton dengan tersenyum, ia berusaha menutupi kesibukannya dengan mengatakan semua pekerjaannya baik baik saja.


Anton tidak ingin Zahwa merasa bersalah karna ia harus menomer duakan pekerjaannya hanya kerna menjaga istrinya itu, Anton benar benar berusaha untuk menjadi suami siaga untuk Zahwa, yang selalu siap dan sigap menjaga dan memenuhi kebutuhan istrinya.


"Tapi, mas kan sudah hampir dua minggu tidak masuk kantor, aku tidak apa apa kalau mas tinggal, keadaan ku sudah membaik mas, lagi pula dirumah ada ayah dan ibu kan, yang bisa membantuku jika membutuhkan sesuatu." jelas Zahwa.


"Baiklah kalau kamu yakin dan mau berjanji untuk selalu menjaga keadaanmu, mulai besok mas akan coba kekantor ya." jawab Anton.


"Hmm, iya mas."


"Ya sudah, kalau begitu ayo tidur sayang." Anton membaringkan tubuh istrinya, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Zahwa, ia mengecup lembut kening istrinya dan membelainya hingga Zahwa terlelap di dalam mimpinya.


Anton kembali duduk disofa dan membuka labtobnya setelah memastikan Zahwa benar benar tertidur dengan pulas, namun baru saja ia ingin memulai pekerjaannya, tiba tiba ponsel Anton berbunyi.


"Assalammualaikum pa." jawab Anton saat mengetahui penelpon adalah papanya.


"Waalaikum salam, An besok papa ada janji dengan komandan yang menangani kasus penabrakan Zahwa, papa harap kamu bisa ikut dengan papa besok." ujar pak Gunawan.


"Baik pa, besok Anton akan kesana."


"Ya sudah kalau begitu papa tunggu besok."

__ADS_1


"Iya pa." jawab Anton, lalu sambungan telpon mereka terputus.


***


Ke esokan harinya, Rangga terlihat keluar dari kamarnya dengan setelan jasnya yang rapih, ia berjalan menuju meja makan, berniat untuk sarapan bersama Reyhan yang telah berada di atas meja makan dengan secangkir kopi dihadapanya.


"Kamu mau kemana sudah rapi begitu pagi pagi begini.?" tanya Reyhan.


"Aku mau pergi ke kantor mas." jawab Rangga.


"Apa kamu yakin, bagaimana dengan keadaan mu.?" tanya Reyhan lagi.


"Aku sudah sehat mas." jawabnya lagi.


"Hmm, ya sudah."


Rangga mengambil sepotong roti dan mengolesinya dengan selai coklat, lalu segera memakannya, seorang pembantu pun membawa susu hangat yang juga segera mendarat dihadapan Rangga, mereka sudah begitu hafal dengan menu sarapan Rangga setiap harinya.


Tante Rieta terlihat keluar dari dalam kamar dengan diiringi suaminya, yang juga telah berpakaian dengan rapi, mereka segera menuju meja makan untuk sarapan bersama yang lainnya. Tiba di mejah makan, tante Rieta tampak heran melihat penampilan Rangga yang telah terlihat rapi dengan setelan jasnya.


"Rangga, kamu mau kemana sayang.?" tanya tante Rieta heran.


"Tapi sayang, keadaan mu belum begitu membaik."


"Aku sudah baik baik saja tante, lagi pula ini sudah satu minggu aku tidak masuk kerja, aku bosa dirumah terus." jelas Rangga.


"Tapi sayang.." belum selesai tante Rieta dengan ucapanya, Reyhan telah memotong ucapan mamanya itu.


"Biarkanlah dia ma, mungkin Rangga sudah rindu ingin bertemu dengan Nazwa." celetuk Reyhan.


"Mas, aku tidak ada hubungan apa apa dengannya." bantah Rangga.


"Yang bilang kamu punya hubungan dengannya siapa?, kan mas bilang mungkin saja kamu rindu. Lagian nih ya, mas tuh tau kalau kamu sebenarnya menyukain Nazwa kan." jawab Reyhan.


"Jangan mengada ngada mas." bantah Reyhan lagi.


"Kenapa mengada ngada, lagi pula kamu tu sudah besar masa sih gak kepengen punya pacar terus menikah." jawab Reyhan lagi.

__ADS_1


"Nazwa itu sangan cantik, sepertinya kalian berdua sangat cocok." jawab tante Rieta yang ikut menjawab obrolan Reyhan dan Rangga.


"Nazwa.? Siapa dia ma.?" tanya papa Reyhan dengan rasa penasaran.


"Dia adik sepupu dari Zahwa pa, tempat langganan kue mama yang menikah dengan Anton, Nazwa juga begitu mirip pa dengan Zahwa, papa ingatkan dengan Zahwa.?" tanya mama Rieta.


"Oh..iya ma, papa ingat." jawab suaminya.


"Nah, Nazwa itu adik sepupunya Zahwa pa, dia juga gak kalah cantik dari Zahwa dan mereka juga terlihat sangat mirip, kalau baru sekali melihatnya pasti akan susah membedakan mereka." jelas tante Rieta kepada suaminya.


"Baguslah kalau begitu, lain kali coba bawa dia kemari Rangga, kenalkan pada om dan tante." ujar papa Reyhan.


"Dengar tuh Rangga apa papa bilang." sambung Reyhan.


"Kamu juga Rey, kapan kamu mau bawa calon menantu untuk mama dan papa.?" ujar mama Rieta, yang tiba tiba menyerang putranya dengan pertanyaan yang mengejutkan Reyhan.


Rangga yang telah selesai dengan sarapannya segera bangkit dari kursinya, lalu ia pun menyalami om dan tantenya untuk berpamitan.


"Om, tante aku berangkat dulu. Assalammualaikum."


"Waalaikum salam, hati hati sayang." jawab tante Rieta.


"Dengar tuh mas, jadi kapan mau bawa calon menantu.?" ucap Rangga saat melintas disamping Reyhan, ia mencoba menggoda kakaknya, lalu pergi meninggalkan semuanya dengan sedikit berlari.


"Dasar resek." Reyhan meneriaki adik sepupunya itu.


***


Sementara itu dirumahnya, Anton juga telah bersiap siap untuk pergi menuju kantor polisi, seperti yang ia katakan dengan papanya bahwa mereka akan bertemu ke kantor polisi pada hari ini.


"Mas, ayo kita turun biar aku temani sarapan."


"Tidak perlu sayang, mas sudah minta bibik untuk menghantar sarapan kita ke kamar. Sebaiknya kamu jangan terlalu sering naik dan turun tangga Ssayang" jawab Anton.


"Iya mas." jawab Zahwa patuh.


Tak lama kemudian, bibik pun datang dengan membawa nampan berisi roti sandwich, segelas kopi, dan juga bubur untuk sarapan Zahwa.

__ADS_1


"Terima kasih ya bi." ujar Zahwa.


"Sama sama nyonya, kalau begitu saya permisi dulu." ujarnya lalu keluar meninggalkan kamar majikannya itu.


__ADS_2