Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 109


__ADS_3

Diruang perawatan, Anita datang dengan membawakan sarapan bubur ayam untuk adik iparnya, ia meminta Anton untuk menyuapi bubur itu kepada Zahwa sampai habis, dan tidak lupa ia juga membawakan vitamin untuk Zahwa, agar kondisi kandungan Zahwa semakin membaik.


"Za, kamu harus makan yang banyak ya, dan ini vitaminnya juga ada suplemen, diminum ya, biar keadaan bayi mu kembali normal dan sehat seperti sedia kala." ujar Anita.


"Iya kak, terima kasih." jawabnya.


"An, kamu suapi Zahwa ya, harus sampai habis buburnya, karna itu sudah sesuai porsi dan takaran makanan yang harus Zahwa konsumsi setiap harinya, biar kondisi anak dan istri mu cepat pulih." ucap Anita lagi memperingati adiknya.


"Iya kak." jawab Anton dengan tersenyum, ia pun membuka dan mulai menyuapi Zahwa dengan bubur yang dibawakan Anita.


"Sedikit dipaksa juga tidak apa apa Za, ini demi kebaikan mu dan anakmu." ujar Anita lagi yang melihat Zahwa seperti enggan untuk memakan bubur itu, karna semua yang masuk kedalam mulutnya terasa hambar.


"Iya kak." jawab Zahwa dengan sedikit tersenyum.


Anita keluar ruangan setelah selesai dengan semua perintahnya terhadap Anton, ia berniat untuk kembali keruanganya, namun tiba tiba terdengar suara seseorang yang memanggilnya, dan Anita merasa suara itu tidak asing baginya.


"Kak, kak Anita." yang dipanggil pun memutar tubuhnya, mencoba mencari sumber suara.


"Reyhan.!" Anita merasa terkejut karna melihat keberadaan Reyhan di rumah sakit milik kluarganya itu.


"Apa kabar kak." Reyhan meneluk Anita, melepas rasa rindu terhadap wanita yang telah ia anggap sebagai kakak kandungnya itu.


"Alhamdulillah kakak baik, kamu bukannya di Amerika ya.?" tanya Anita yang merasa terkejut dengan kedatangan Reyhan.


"Hmm, aku mendapat kabar tentang Zahwa dari media sosial, lalu aku memutuskan untuk pulang saja ke Indonesia, dan mencari tahu kebenaranya. Bagaimana keadaanya Zahwa kak.?" tanya Reyhan.


"Alhamdulillah Zahwa sudah sadar dan berhasil melewati masa kritisnya, sekarang hanya perlu memperbaiki kondisi bayinya." jelas Anita.


"Kenapa dengan bayi mereka kak.?" tanya Reyhan lagi.


"Tidak apa apa Rey, hanya saja keadaan bayi Zahwa sedikit melemah, akibat sudah beberapa hari tidak mendapat asupan makanan selama Zahwa dalam keadaan kritis, tapi sekarang semuanya akan baik baik saja." Jelas Anita lagi.


"Syukurlah kalau begitu kak."


"Sebaiknya kamu segera temui mereka Rey, Anton pasti senang dengan kedatangan mu."


"Apa kakak yakin? Sebenarnya aku masih merasa ragu untuk menemui mereka." Reyhan masih merasa bersalah atas apa yang pernah terjadi dulu.

__ADS_1


"Kenapa harus ragu,? Semua sudah berlalu. keadaan rumah tangga mereka pun baik baik saja, bahkan kakak rasa setelah kejadian itu, sikap Anton semakin berubah terhadap Zahwa. Tidak ada yang menyalahkan mu atas kejadian itu Rey." jelas kak Anita.


"Semoga saja semua sesuai dengan apa yang kakak ucapkan." ucap Reyhan.


"Ayo sana temui meraka." Anita memukul pelan lengan Reyhan dengan tersenyum.


"Baiklah kak, aku permisi dulu."


"Mereka ada di ruang VIP Rey." ujar Anita sambil menunjukan kamar perawata Zahwa.


Reyhan pun mengangguk lalu pergi meninggalkan kak Anita yang juga pergi menuju ruangannya.


Tiba di depan ruangan VIP milik Zahwa, Reyhan berhenti sejenak, ia terlihat ragu untuk menemui mereka, namun untuk apa jauh jauh pulang dari Amerika jika ia tidak berani menemui Anton dan Zahwa fikirnya. Reyhan menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan. Ia mulai mengangkat tangannya dan mengetuk ruanga VIP tempat Zahwa terbaring.


Tok tok tok..


Suara pintu ruang perawatan Zahwa terketuk, Anton yang sedang menyuapi istrinya pun, menoleh sekilas ke arah pintu.


"Siapa mas.?" tanya Zahwa.


"Tidak tahu sayang, mas lihat dulu ya." Anton meletakkan makanan Zahwa, lalu berjalan ke arah pintu, mencari tahu siapakan yang mengetuk pintu.


"Rey.!" pekiknya sedikit keras, lalu memeluk sahabatnya itu, yang langsung disambut pelukan kembali oleh Reyhan.


Reyhan merasa sedikit terkejut dengan tindakan Anton, ia tidak menyangka bahwa Anton akan menyambutnya dengan perlakuan seperti itu, karna sebenarnya Reyhan masih mengira bahwa Anton akan menyimpan dendam kepadanya akibat pertengkaran yang pernah terjadi kepada Anton dan Zahwa ulah kecerobohanya.


"Bagaimana kau bisa berada disini.?" tanya Anton kepada Reyhan setelah ia melepaskan pelukannya.


"Aku melihat kecelakaan yang dialami oleh Zahwa di media sosial, jadi aku putuskan untuk pulang." jawab Reyhan dengan tersenyum.


"Masuklah." Anton mempersilahkan Reyhan untuk masuk, dan mereka berjalan mendekati tempat tidur Zahwa.


"Sayang coba lihat." ujar Anton kepada Zahwa sambil melempar senyuman.


"Mas Reyhan.!" ucap Zahwa.


"Bagaimana keadaan mu.?" tanya Reyhan. Anton memberikan kursi yang tadinya ia duduki kepada sahabatnya itu, lalu ia memilih duduk diatas tempat tidur disisi Zahwa.

__ADS_1


"Alhamdulillah aku baik mas. Bagaimana mas bisa kembali kesini, bukankah mas Reyhan masih meneruskan kuliah di Amerika.?" tanya Zahwa.


"Masih ada hatimu yang harus aku perjuangkan disini, makanya aku putuskan untuk pulang." ujar Reyhan.


Seketika wajah Anton terlihat menatap Reyhan dengan tajam, ia merasa kesal dengan ucapan sahabatnya itu. Zahwa yang melihat perubahan wajah dari suaminya, seketika merasa takut akan terjadi pertengkaran dihadapannya.


Zahwa pun meraih tangan Anton dan mencoba meredam amarah suaminya itu dengan cara mengusap usap pelan punggung telapak tangan Anton.


Melihat ekspresi wajah Anton yang berlebihan, membuat Reyhan merasa geli, seketika tawa keraspun terdengar dari mulutnya memenuhi ruang perawatan Zahwa.


"Aku hanya bercanda An, kenapa menatapku setajam itu. Aku senang melihat tingkahmu An, karna kamu tidak lagi bertindak bodoh seperti dulu, yang berpura pura menyembunyikan perasaanmu padahal sebenarnya kamu miliki perasaan kepada Zahwa." jelas Reyhan, dan seketika wajah Anton berubah memerah karna menahan malunya.


"Aku juga percaya kamu tidak akan melakukan hal itu." jawab Anton, lalu mereka terlihat tertawa senang.


Diselingi obrolan mereka, Anton kembali menyuapi istrinya dengan penuh cinta, lalu memberikan suplemen dan juga vitamin yang diberikan kak Anita kepada Zahwa. Reyhan memperhatikan semua tindakan Anton yang dia lakukan dengan lembut kepada istrinya, dan itu membuat Reyhan merasa senang karna kini Zahwa benar benar mendapat perlakuan baik dari Anton.


Lalu tiba tiba terdengar ketukan lagi dari pintu ruangan Zahwa, dan dengan segera Reyhan melangkah membukakan pintu, mencari tahu siapa yang datang.


"Sarah.!"


"Rey, kamu disini juga.?" tanya Sarah.


"Hmm, aku baru saja tiba disini." jawabnya.


"Apa aku bisa menemui Zahwa.?" tanya Sarah.


"Masuklah." jawab Reyhan lalu mempersilhkan Sarah untuk masuk, dan mereka pun melangkah mendekati Zahwa dan Anton.


"Sarah.!" Anton dan Zahwa terdengar memanggil secara bersamaan, mereka terkejut dengan kedatangan Sarah.


"Za.!" Sarah mendekat dan merangkul Zahwa, terlihat Sarah meneteskan air matanya, namun dengan segera ia menghapusnya sebelum semua yang ada diruangan itu menyadarinya.


Sarah menangis bukan tanpa sebab, ia sangat merasa bersalah terhadap Zahwa, karna atas tindakan konyol yang dilakukan oleh mamanya, yang akhirnya mengakibatkan Zahwa terbaring di rumah sakit. Sarah melepaskan pelukanya setelah merasa tenang, lalu menyapa Anton dan juga Reyhan yang berada di sampingnya.


"Apa kabar Sarah.?" tanya Anton yang terlihan mengulurkan tangannya kehadapan Sarah.


"Alhamdulillah aku baik Mas." jawabnya tersenyum.

__ADS_1


Sarah datang kerumah sakit bukan tanpa sebab, ia datang dengan maksud dan tujuan untuk meminta maaf kepada Zahwa dan Anton atas perbuatan mamanya, namun rasa ragu dan takut pun masih menyelimuti hatinya bahkan membuat mulutnya tidak sanggup untuk berucap meminta maaf kepada mereka.


__ADS_2