Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 77


__ADS_3

Mereka pun keluar dari tempat barbershop, lalu pergi meninggalkan tempat itu, Anton segera membawa Zahwa untuk pulang kerumah, karna melihat istrinya yang sudah tampak kelelahan, jadi tidak mungkin lagi mengajaknya berpergian.


"Sayang, hari ini kamu sudah menemani ku seharian, bahkan kamu memperhatikan penampilan mas, jadi besok giliran mu." ucap Anton, membuat Zahwa merasa bingung untuk mengartikan ucapan suaminya itu.


"Hmm, maksudnya mas.?" tanya Zahwa berusaha meminta kejelasan.


"Kamu tampak kelelahan sekali hari ini karna menemani mas sayang, dan mas tidak mau terjadi sesuatu dengan mu juga anak kita, jadi besok giliran mu memeriksakan diri dan juga kandungan mu di rumah sakit kak Anita, sudah lama juga kan kamu belum memeriksakan kandungan mu.?" Anton menjelaskan dengan istrinya.


"Iya mas, terima kasih ya, karna mas sudah mengkhawatirkan kami." Zahwa merasa senang karna Anton memperdulikan dirinya dan juga calon anak mereka, senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Zahwa.


"Tentu saja mas memperdulikan kalian sayang, karna kalian adalah sumber kehidupan mas." ucap Anton lagi, membuat hati Zahwa makin bahagia.


"Tapi mas, bukannya besok sidang putusan perceraian mas dan Sarah." ucap Zahwa lagi mengingatkan suaminya.


"Biarkan pengacara mas saja yang menyelesaikan semuanya." Anton sebenarnya malas untuk membicarakan hal itu.


Karna melihat raut bajah suaminya yang tiba tiba berubah pias saat ia menyinggung perceraiannya dengan Sarah, Zahwa pun langsung mengerti bahwa suaminya itu tidak menyukainnya dan langsung berhenti berbicara soal Sarah lagi


Meraka sampai dirumah, Zahwa turun dari mobilnya dan mengambil semua belanjaan yang mereka beli saat menghabiskan waktu berjalan jalan di mall. Nazwa yang tampak sedang menyiram bunga di halaman rumah pun tersenyum senang melihat kedatangan Anton dan Zahwa yang terlihat sangat ceria.


"Assalamualaikum." sapa Zahwa saat berjalan mendekati Nazwa.


"Waalaikum salam." jawab Nazwa dengan tersenyum, dan mereka bertiga pun berjalan memasuki rumah.


"Na, aku memberikan sesuatu untuk mu tadi." ucap Zahwa, lalu menyerahkan dua paperbag kepada Nazwa.


"Wah, terima kasih ya." jawab Nazwa girang.


"Hmm." jawabnya lalu memanggil pembantunya dan menyerahkan lagi dua paperbag untuk kedua pembantunya.


"Trima kasih nyonya." ucap pembantunya senang setelah mendapatkan hadiah dari majikannya itu.

__ADS_1


"Sama sama bik." ucap Zahwa.


Anton segera masuk kedalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya, sedangkan Zahwa dan Nazwa masih tampak duduk di kursi meja makan. Zahwa mengambil air putih dan membawanya kembali ke atas meja makan.


"Za." panggil Nazwa.


"Iya Na, ada apa.?" tanya Zahwa.


"Sepertinya aku akan pulang ke kampung besok." ucap Nazwa.


"Kenapa Na.?" tanya Zahwa terkejut.


"Aku belum pasti diterima di perusahaannya mas Anton. Dan aku tidak mungkin berlama lama tinggal disini bersama kalian, aku tidak enak dengan suami mu." ucap Nazwa memberikan penjelasan.


"Na, jangan putus asa dulu dong, kamu kan bisa cari pekerjaan di tempat lain, atau nanti biar aku bicara saja dengan mas Anton ya, minta bantuannya saja." jawab Zahwa, yang terlihat ingin segera bangkit dari duduknya.


"Tidak perlu Za." dengan Cepat Nazwa mencegah Zahwa.


"Jangan, aku tidak mau seperti itu, biar aku berusaha sendiri, aku hanya tidak enak kalau terus berada dirumah mu, nanti apa kata orang kalau melihat aku terus terusan disini, bahkan dengan mertua mu saja aku merasa malu." jelas Nazwa.


"Hmm...baiklah." ucap Nazwa.


"Kamu sudah jauh jauh kemari, masa harus pulang kampung begitu saja sih, tanpa membawa hasil apa apa." sambung Zahwa.


Setelah berbicara panjang lebar dengan saudarinya, Zahwa naik ke lantai atas menuju kamarnya berniat untuk membersihkan dirinya. Dan saat Zahwa membuka pintu kamarnya, Anton pun terlihat keluar dari dalam kamar mandi. Melihat istrinya yang baru saja masuk kedalam kamar, Anton pun mendekati istrinya dan mencoba untuk menggoda Zahwa.


"Assalamu'alaika ya babur rohman." ucap Anton saat berada tepat dihadapan Zahwa.


Dan Zahwa yang mendengar ucapan suaminya itu pun, jadi tertunduk malu. Karna tak kunjung mendapatkan jawaban, Anton pun lagi lagi menggoda istrinya.


"Jika ada yang memberikan salam sebaiknya kita harus menjawab salam tersebut, karna itu wajib hukumnya." ucap Anton lagi keada istrinya.

__ADS_1


"Alaika wa'alaiyas salam." Zahwa menjawab masih dengan menundukan wajahnya menahan malu, apa lagi jika melihat Anton yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang.


"Nah gitu dong, itu namanya baru istri yang sholeha." Anton mengangkat dagu istrinya.


"Mas, sebentar lagi waktu Ashar akan habis, lebih baik mas sholat terlebih dahulu, aku juga ingin mandi dulu." Zahwa yang dari tadi terlihay menahan malunya pun, berusaha pergi menuju kamar mandi untuk menghindari suaminya.


Tapi tiba tiba saja Anton menarik salah satu tangan Zahwa, berusaha menghentikan langkah istrinya. Anton melangkah mendekat ke hadapan Zahwa, lalu tiba tiba manarik dan mendekap pinggul istrinya.


"Mass..lepaskan." ucap Zahwa sambil menggeliat dalam dekapan Anton.


"Kamu selalu berusaha menghindar dari mas sayang, kamu tahukan kalau itu dosa, jika tidak melayani suami mu dengan baik." ucapnya seperti mengancam.


"Aku tidak pernah menghindari mu mas, aku hanya ingin mandi, mas tidak mencium aroma tubuhku yang sudah begitu kecut.?" ucap istrinya.


"Tidak, ini wangi, ini juga wangi baunya." ucap Anton sambil mencium bagian kepala dan kening Zahwa saat berbicara.


"Hentikan mas, aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai istri yang baik, tapi tidak untuk saat ini mas, kita hampir kehabisan waktu untuk sholat ashar mas." ucap Zahwa, lalu Anton pun melepas pinggul istrinya dengan tersenyum senang, karna ia bisa melihat dengan jelas ada rona merah di wajah istrinya, akibat menahan malu.


"Mas akan menagihnya nanti." ucap Anton lalu membiarkan Zahwa untuk membersihkan dirinya dikamar mandi.


Malam hari, setelah melakukan makan malam dan juga sholat isya, Zahwa dan Anton pun sudah nampak ada di atas tempat tidur. Zahwa tengah sibuk membaca dan memahami setiap panduan didalam buku ibu hamil yang ada ditanganya. Sedangkan Anton sibuk dengan labtop yang ada di pangkuannya dan laporan pekerjaan yang sedang ia kerjakan. Karna sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya, alhasih Anton disibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk, hingga harus membawanya kerumah untuk menyelesaikannya.


"Mas." panggil Zahwa.


"Hmm." jawab Anton tapi tidak memalingkan wajahmu dari labtopnya.


"Apa tidak sebaiknya kita hubungi kak Anita dulu untuk membuat janji, besokkan kita akan memeriksakan kandungan ku.?" tanya Zahwa.


"Tidak perlu sayang." jawab Anton dengan melihat sekilas istrinya.


"Mas, kak Anita pasti sangat sibuk, kalau tidak membuat janji, nanti dia bisa marah lho dengan kehadiran kita yang tiba tiba disana." Ucap Zahwa mengingatkan suaminya itu.

__ADS_1


"Aku akan menutup rumah sakit itu sayang, jika kak Anita berani memarahi mu." jawab Anton seenaknya.


Mendengar ucapan suaminya, Zahwa pun hanya menggelengkan kepalanya pelan, dia berhenti berbicara dan lebih memilih melanjutkan membaca bukunya untuk menambah pengetahuan, dari pada harus berdebat dengan suaminya yang selama ini sangat ia takuti.


__ADS_2