
Nazwa tiba dikantin dan segera menghampiri teman barunya itu ia pun segera memesan makanan dan duduk di kursi yang juga di tempati oleh Rina, saat pesanannya tiba Nazwa pun terlihat mulai menyantap hidangan yang telah ia pesan. Selesai melakukan makan siang, Nazwa pun mengajak Rina untuk pergi ke musholah yang ada dikantor dan letaknya hanya beberapa langkah dari kantin itu untuk melakukan sholat dzuhur.
"Aku jarang sekali Na, pergi ke tempat ini." ucap Rina sedikit malu, saat mereka menginjak kakinya dilantai musholah.
"Kalau begitu mulai hari ini, kamu harus lebih sering kamari dengan ku ya." jawab Nazwa dengan tersenyum, lalu menarik tangan Rina untuk menuju tempat berwudu. Dan usai melakukan kewajibannya, mereka berdua pun kembali kedalam kantor dan mulai mengerjakan kembali tugas mereka.
***
Setelah melakukan sholat dzuhur di masjid itu, Anton dan Zahwa pun kembali masuk ke dalam mobil, dan kini ia membawa istrinya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada disana. Anton memarkirkan mobilnya dan membawa Zahwa untuk masuk kedalam.
Disana mereka terlihat memasuki toko toko yang menjual baju baju mahal dan bermerk dengan model yang juga terlihat mewah dan elgan. Saat memasuki salah satu toko, Anton meminta salah satu pelayan wanita disana untuk membantu istrinya memilih gaun yang cocok untuk istrinya. Dengan sigap pelayan itu mengambilkan beberapa baju dan menunjukkannya kepada Zahwa.
"Silahkan dilihat dan dicoba saja dulu nona." ucap pelayan itu.
"Terima kasih mba." ucap Zahwa, lalu ia terlihat memilih salah satu baju dan membawanya ke dalam fitting room.
Cukup lama ia berada didalam sana, lalu terdengar suaranya memanggil Anton yang berada di luar.
"Mas, bisa tolong kemari.?" panggil Zahwa.
"Iya sayang." jawab Anton lalu berjalan menuju fitting room.
__ADS_1
"Mas, baju ini sangat pas di tubuhku, tapi apa tidak terlalu berlebihan mas.? Baju ini terlihat sangat mewah." tanya Zahwa kepada suaminya, sambil menaikan kedua alisnya. Anton pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.
"Kamu sangat terlihat cantik memakainya sayang. Kita akan menghadiri acara perta besar klien mas sayang dan banyak sekali tamu tamu penting disana, jadi sudah sepantasnya kamu memakai baju mewah ini." jelas Anton, ia tidak ingin membuat istrinya merasa di remehkan nantinya, apa lagi ia tahu kalau selama ini istrinya memang hanya suka memakai baju yang sederhana sederhana saja. Anton pun berusaha menjelaskan kepada istrinya dengan pelan, dan menjaga agar tidak menyinggung perasaan Zahwa.
"Ini juga harganya sangat mahal mas, apa kamu tidak keberatan.?" tanya Zahwa lagi, kali ini ia terlihat menggigit sebelah bibirnya, sambil menunjukan bandrol harga yang ada di baju itu. Dan lagi lagi Anton jadi tertawa mendengar ucapan istrinya.
"Tidak ada yang mahal jika benda itu untuk diri mu sayang, yang sangat mahal itu adalah kebersamaan kita, dan yang paling berharga itu adalah kamu dan anak kita." ucap Anton sambil mencubit gemas hidung istrinya.
"Terima kasih mas." lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya, dan Anton pun membelai lembut kepala istrinya.
Setelah keluar dari fitting room, Zahwa menyerahkan baju dan meminta pelayan untuk membungkusnya, lalu mereka pun membayar dan pergi meninggalkan toko itu. Kini mereka terlihat memasuki lagi toko lainnya untuk mencari kebutuhan Anton, ia membeli setelan jas yang akan ia kenakan juga untuk pesta pernikahan kliennya itu. Dan begitulah seterusnya, mereka keluar dan masuk lagi ketoko toko lainnya mencari dan membeli berbagai keperluan lainnya selama mereka berada di Bali untuk beberapa hari.
Anton memarkirkan mobilnya dan mengajak Zahwa untuk turun. Begitu sampai di pinggair pantai, Zahwa pun takjub dengan keidahan yang ada disana, ia pun berniat untuk mendekati air laut dan bermain, bahkan rasanya ingin sekali dirinya untuk berenang di sana.
"Mau kemana sayang.?" tanya Anton yang melihat Zahwa melangkahkan kakinya menuju pinggiran air laut.
"Kesan mas, aku boleh berenang kan mas.?" tanya Zahwa.
"Tidak sayang, kamu sedang hamil Za, mas tidak mau kamu kenapa napa, apa lagi disana banyak orang yang bisa saja nanti menabrak dirimu." Anton pun membayangkan hal buruk itu terjadi pada istrinya.
"Lalu untuk apa kita kemari mas.?" tanya Zahwa sedikit bingung, dan sebenarnya ia juga merasa sedikit kesal.
__ADS_1
"Menikmati pemandangan." jawab Anton dengan tersenyum, ia pun menarik Zahwa dan membawanya pada kursi santai yang berjejer di penggir pantai.
Anton memilih menyewa tempat itu untuk dirinya dan juga Zahwa bersantai dan menikmati pemandangan, lalu ia memesan minuman dan juga makanan untuk mereka berdua. Sebenarnya Zahwa merasa sangat kecewa, namun ia tidak ingin bembantah suaminya, dan menuruti saja apa yang dikatakan oleh suaminya itu, toh apa yang dilakukan Anton juga baik untuk dirinya.
***
Jam pun telah menunjukkan waktunya untuk pulang dari kantor, Nazwa pun segera memesan taksi untuk dirinya, dan bersiap siap untuk pulang.
"Na, aku duluan ya." ucap Rina.
"Iya, hati hati Rin." jawabnya.
"Hmm, kamu juga." lalu pergi meninggalkan ruangan kerjanya.
"Iya." Nazwa pun melangkahkan kakinya, keluar dari gedung itu.
Saat sedang berdiri menunggu taksi pesanannya, Rangga pun terlihat keluar dari halaman kantor dengan mobilnya dan ia melihat Nazwa yang sedang berdiri dipinggir jalan dari kejauhan. Ia terlihat melajukan mobilnya dengan sangat pelan mungkin Rangga ingin berniat untuk mengajak Nazwa pulang bersamanya, namun saat melintas di hadapan Nazwa, tiba tiba ia mengurungkan niatnya itu dan mulai melajukan mobilnya dengan cepat.
Sial.! Ada apa dengan ku, aku bahkan baru saja mengenalnya tapi kenapa tindakan ku sudah terlalu berlebihan, dan ingin berniat menghantarnya pulang. Fikir Rangga, lalu terlihat mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Tapi entah mengapa ia merasa masih sedikit penasaran dengan Nazwa, dan akhirnya ia mencoba memperhatikan perempuan itu lagi melalui kaca mobil yang berada di dalam. Saat ia melihat Nazwa, saat itu juga ia melihat sebuah mobil taksi yang mendekati perempuan itu, dan Nazwa pun segera masuk ke dalam taksi itu. Marasa bahwa sikapnya lagi lagi terlihat aneh, Rangga pun menggelengkan kepalanya dan memacu mobilnya kembali dengan kecepat sedang.
__ADS_1