
"Selamat pagi Nona, Maaf Nona ini ada paket untuk anda." ucap seorang kurir yang datang dengan membawa sebuah boneka Tady Bear berukuran sangat besar hampir menyerupai dirinya.
"Dari siapa pak." tanya Zahwa kepada kurir tersebut.
"Saya tidak tahu non, disitu hanya ada Nama penerima yang atas nama nona Zahwa dan alamat rumah ini saja. Tapi benar kan ini dengan nona Zahwa.?" tanya kurir itu lagi.
"Iya pak benar, itu saya sendiri." ucap Zahwa.
"Tolong tanda tangan disini ya non." pinta kurir itu dengan menyodorkan kertas tanda terima. Zahwa pun menandatanganinya.
"Trima kasih non, kalau begitu saya permisi." pamit si kurir.
"Sama sama pak." ucap Zahwa.
Zahwa pun membawa boneka itu berniat untuk masuk ke dalam rumah, tapi sebelum masuk ke dalam rumah, lagi lagi Zahwa terkejut dengan suara laki laki dari belakangnya.
"Apa kau menyukainya.?" ujar laki laki tersebut dari balik pagar rumah Zahwa.
Zahwa pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah laki laki yang mendekatinya.
"Jadi ini semua perbuatan mu mas.?" ucap Zahwa bertanya, dengan mengeryitkan dahinya.
"Hmm, apa kau menyukainnya.?" tanya laki laki itu lagi.
"Iya, Trima kasih banyak mas, tapi kenapa memberi ku boneka sebesar ini." ucap Zahwa keheranan.
"Hahaha, anggap saja boneka itu sebagai pengawal, yang akan melindungi dirimu saat sedang sendirian seperti ini. Lagi pula aku kebingungan harus memberimu hadiah apa di hari ulang tahun mu ini." ujar Reyhan dengan tawa dan senyumannya.
__ADS_1
"Hah, kau masih ingat mas.? Bahkan diri ku saja sampai lupa kalau ini hari kelahiran ku." ucap Zahwa dengan tersenyum.
"Hem, apa kau terlalu sibuk memikirkan suami mu yang sedang berbulan madu, sampai sampai kau lupa dengan ulang tahun mu sendiri.?"Ujar Reyhan dengan kembali tersenyum.
Zahwa pun ikut tersenyum mendengar ucapan Reyhan, sejenak ia tertunduk karna merasa ucapan Reyhan ada benarnya juga, karna memang Zahwa selalu membayangkan suaminya yang sedang berbulan madu itu.
"Trima kasih mas untuk hadiannya, mari mas silahkan duduk." ucap Zahwa mempersilahkan Reyhan untuk duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.
"Hmm." Reyhan pun berjalan mendekat dan mendudukan tubuhnya di kursi.
"Bagaimana keadaan mu, kenapa sepertinya kau pucat sekali." Reyhan merasa khawatir dengan keadaan Zahwa.
"Aku tidak apa apa mas, mungkin hanya kecapean." ucap Zahwa, ia tentu tidak ingin memberitahu tentang kehamilannya, karna tidak ada rahasia antara Reyhan dan Anton, jadi sudah pasti Reyhan akan memberitahu Anton jika ia tahu Zahwa mengandung.
"Apa kau yakin.? Lalu kenapa hari ini tidak pergi ke toko, tadi aku sudah mampir kesana tapi mereka bilang kau sedang beristirahat dirumah." ujar Reyhan.
"Hmm, kau pasti tau mas, aku baru beberapa hari pindah ke rumah ini, jadi masih banyak yang harus aku bereskan." Zahwa mencari alasan yang tepat agar bisa meyakinkan Reyhan.
"Hmm, tidak perlu mas, aku juga tidak enak kalau mas Anton tahu aku pergi berdua dengan mu." Zahwa menolak ajakan Reyhan karna dia masih mengingat bagai mana raut wajah Anton saat ia menyebut nyebut nama Reyhan dulu.
"Hahaha, tidak usah khawatir Za, dia yang meminta ku untuk mengajak mu bermain, agar kau tidak terlalu suntuk dirumah sendirian, kalau kau tidak percaya biar aku telpon Anton, agar kau tahu kalau dia pasti mengizinkannya." Reyhan pun berusaha menghubungi Anton untuk meyakinkan Zahwa.
Di dalam hotel Anton dan Sarah terlihat sedang bersiap siap untuk pergi keluar, selain bermesraan di dalam kamar, mereka juga sering berjalan jalan ke tempat tempat kuliner, Sarah akan selalu meminta Anton untuk menghantarnya ke tempat yang dia inginkan, dan Anton pun selalu memenuhi keinginan Sarah karna tidak mau kalau sampai prempuat itu marah padanya. Saat ingin keluar tiba tiba ponsel Anton pun berbunyi, ia segera mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong celananya dan melihat siapa yang sedang berusaha menghubunginnya, dan ketika melihat Reyhan lah yang menelponnya, Anton pun segera mengangkatnya.
"Ada apa Rey.?" Tanya Anton.
"An, hari ini aku berniat mengajak Zahwa untuk makanan siang diluar, apa kau mengizinkannya.? Karna Zahwa sangat takut kau akan memarahinya jika mengetahui kami pergi bersama." ucap Reyhan di seberang sana, ia menyalakan speaker ponselnya agar Zahwa bisa mendengar juga apa yang Anton katakan.
__ADS_1
"Hmm, katakan saja padanya kalau aku mengizinkannya pergi bersama mu." ucap Anton. Ia tentu saja akan mengizinkan mereka pergi karna ini memang adalah salah satu keinginannya membuat Zahwa kembali mencintai Reyhan.
Anton pun mengakhiri obrolannya dengan Reyhan, lalu kembali bersiap untuk pergi dengan istri mudanya itu, Sarah yang penasaran dengan obrolan Anton di dalam telpon tadi berusaha menanyakan dengan suaminya itu.
"Siapa Sayang.?" tanya Sarah.
"Reyhan." jawab Anton singkat.
"Kenapa dengan Reyhan Sayang.?" tanya Sarah lagi, Sarah memang sudah lama mengetahui bahwa Reyhan adalah sahabat Anton dari kecil.
"Tidak apa apa, dia hanya meminta izin untuk mengajak Zahwa pergi keluar." jawab Anton.
"Memangnya mereka sudah saling mengenal satu sama lain mas.?" Sarah jadi penasaran bagaimana mungkin Anton mengizinkan Reyhan untuk membawa Zahwa pergi.
"Iya sayanggg" ucap Anton sambil mencubit gemas pipi Sarah. "Zahwa adalah pelangi, wanita yang Reyhan cintai selama ini dan yang selalu ia ceritakan pada ku dulu, tapi mereka terpaksa berpisah karna Zahwa dijodohkan ayahnya dengan ku." ujar Anton lagi menjelaskan dengan Sarah.
"Hah kenapa bisa kebetulan sekali begini Sayang, lalu bagaimana reaksi Reyhan saat mengetahui ini semua." Sarah making penasaran dengan cerita suaminya.
"Reyhan baru tahu saat pesta pernikahan kita, dan saat itu ia sangat marah karna mengetahui wanita yang aku poligami ternyata adalah pelanginnya. Tapi aku berusaha menjelaskan ini semua padannya, aku tidak bisa mencintai Zahwa karna cinta ku hanya untuk mu." ucap Anton yang lagi lagi mencubit hidung Sarah.
" Sudahlah kenapa kita jadi bahas mereka, jadi jalan atau tidak nih.?" Tanya Anton.
"Jadi dong Sayang." ucap Sarah lalu memeluk lengan Anton.
Mereka pun keluar hotel dan memasuki mobil yang sudah tersedia, Sebelumnya Anton memang sudah menghubungi orang orang kepercayaannya untuk menghantarkan sebuah mobil ke tempat di mana mereka sedang berbulan madu, agar memudahkan mereka untuk pergi kemana pun mereka mau.
Tapi didalam mobil Sarah masih mengingat semua cerita yang di jelaskan Anton waktu di dalam kamar hotel, dan ia pun masih membahasnya.
__ADS_1
"Sayang, aku tidak menyangka kenapa kisah cinta Zahwa jadi serumit ini, dan jika ia dulu menikah dengan Reyhan pasti hidupnya sekarang sudah bahagia, tidak akan dimadu seperti sekarang setelah menikah dengan mu. Bagaimana jika Zahwa kembali jatuh cinta dengan Reyhan ya.?" ujar Sarah.
Sarah berbicara dengan menatap ke arah jalan namun fikirannya masih dengan cerita Anton tentang Zahwa dan Reyhan, bahkan ia seakan akan tidak sadar bahwa ia sedang bersama orang yang telah membuat dua orang itu jadi terpisah, namun ucapan Sarah sangat mengena dihati Anton, Anton jadi membayangkan bagaimana jika Zahwa benar benar akan jatuh cinta lagi dengan Reyhan, bagaimana jika ia di tinggalkan oleh Zahwa. Kali ini fikiran Anton jadi kacau.