Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 121


__ADS_3

Setelah melalui beberapa proses dan mendapat jaminan, akhirnya mama Sarah di bebaskan. Seorang polisi perempuat terlihat membuka gembok jeruji besi tempat dimana mama Sarah ditahan.


Mama Sarah yang saat itu terlihat duduk sambil memeluk kedua lututnya pun tiba tiba dengan cepat mengangkan kepalanya, saat mendengar pintu selnya terbuka. Wajahnya terlihat begitu pucat dan penampilanya pun sudah tidak karuan, tubuhnya nampak begitu kurus karna terlalu banyak fikiran.


"Silahkan keluar bu, mulai hari ini anda di bebaskan." ucap polwan itu.


"APA, saya bebas.?" mama Sarah tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari polwan tadi.


"Banar bu, ayo kemari ikut saya." jawab polisi cantik itu, lalu ia pun membawa mama Sarah menuju ruangan komandanya dan disana mama Sarah pun bertemu dengan pak Gunawan.


"Pak Gunawan.!" ucap mama Sarah, ia terkejud dengan kehadiran bekas besanya itu disana.


"Silahkan duduk nyonya." ujar komandan mempersilahkan wanita paruh baya itu duduk dikursi yang ada di sebelah pak Gunawan.


"Terima kasih pak." jawabnya lalu duduk di kursi yang ada dihadapanya.


"Hari ini anda kami bebaskan nyonya, tapi kami akan terus memantau nyonya untuk beberapa bulan kedepan, jika nyonya masih melakukan hal yang sama, maka saya pastikan nyonya akan berada di dalam sel jauh lebih lama dari ini." jelas komandan itu.


"Apa saya tidak salah dengar pak, saya benar benar bebas.?" tanya mama Sarah lagi, ia masih belum percaya akan semua yang ia dengar ini.


"Tidak nyonya, anda tidak salah dengar, pak Gunawan dan pak Anton lah yang memberikan jaminan untuk membebaskan anda. Tapi mulai hari ini sampai enam bulan kedepan pihak kepolisian melarang anda untuk bepergian keluar kota, atau pun ke luar negeri." ucap komandan itu memberikan penjelasan lagi.


"Iya komandan saya mengerti." jawab mama Sarah.


Lalu ia pun membalikan tubuhnya dan menghadap pak Gunawan yang duduk tepat disampingnya. Tiba tiba mama Sarah turun dari kursinya dan bersimpuh di hadapan pak Gunawan, hal itu pun membuat pak Gunawan terkejut.


"Maaf kan saya pak, saya benar benar menyesal, saya berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi dan saya juga bersedia melakukan apapun untuk menebus rasa bersalah saya." ujar mama Sarah dengan menangis dihadapan pak Gunawan.


Pak Gunawan yang merasa tidak nyaman atas tindakan mama Sarah, berusaha bangkit dari kursinya, namun karna merasa kasihan ia pun membantu dan meminta mama Sarah untuk bangkit.


"Tidak perlu seperti ini nyonya." ucap pak Gunawan lalu membantu mama Sarah untuk duduk di kursinya kembali.


"Pak Gunawan, terima kasih atas kemuliaan hati anda, sekali lagi saya mohon maaf atas perbuatan saya, saya khilaf." ucap mama Sarah.

__ADS_1


"Anda tidak perlu terlalu berlebihan seperti itu nyonya, dan jika anda benar benar berniat untuk berterima kasih, bukan kepada saya tapi kepada menantu sayalah seharusnya anda berterima kasih." jelas pak Gunawan.


"Maksud bapak.?" tanyanya, yang belum paham dengan ucapan pak Gunawan.


"Zahwa, orang yang telah anda lukai, dia orang yang meminta Anton dan saya untuk membebaskan anda." ungkap pak Gunawan.


"Benar nyonya, nona Zahwa yang telah meminta suaminya agar membebaskan anda, dan pak Anton jugalah orang yang telah bersedia menjaminkan dirinya untuk membebaskan anda." sambung komandan yang sedari tadi mendengar dan menyaksikan penyesalan mama Sarah.


"Benarkah itu.?" mama Sarah nampak begitu terkejut, ia benar benar tidak menyangka orang yang sangat ia benci dan selalu ia sakiti dengan kata kata maupun fisiknya selama ini ternyata adalah orang yang telah bersedia membebaskan dirinya dari dalam tahanan.


"Berterima kasihlah kepadanya nyonya." jawab komandan itu lagi


"Kalau begitu izinkan saya untuk bertemu dengan Zahwa pak." ucap mama Sarah kepada pak Gunawan.


"Jika anda benar benar berniat baik, pintu rumahnya selalu terbuka lebar untuk anda, tapi jika anda melakukan hal yang dapat membahayakan nyawanya lagi, maka saya pastikan anda tidak akan selamat nyonya." jawab pak Gunawan lagi.


"Tolong percaya kepada saya sekali ini saja pak, saya tidak akan pernah mengulangi kebodohan saya lagi." ucap mama Sarah memohon dengan sangat bersungguh sungguh.


"Baguslah. Kalau begitu saya permisi." jawab pak Gunawan, lalu ia pun bangkit dari duduknya dan menyalami komandan yang telah membantunya menangani kasus menantunya itu.


"Sama sama pak." jawab komandan yang segera menyambut uluran tangan pak Gunawan.


"Kalau begitu saya permisi."


"Baik pak, silahkan." jawab komandan.


Setelah kepergian pak Gunawan, mama Sarah pun mencoba meminta bantuan kepada komandan untuk mencoba menghubungi suaminya, agar dapat menjemput dirinya di kantor polisi, dan dengan senang komandan pun membantu mama Sarah untuk menghubungi suaminya.


Sementara itu dirumahnya, Sarah dan juga papanya terlihat sedang berada dimejah makan untuk sarapan, mendengar ponselnya berbunyi, papa Sarah pun segera menerima panggilan itu.


"Halo. Selamat pagi." ucap papa Sarah.


"Pa, papa ini mama pa." jawab mama Sarah.

__ADS_1


"Mama, bener ini mama.?" tanyanya dengan terkejut.


"Iya pa ini mama, pa tolong jemput mama, pa." ujar mama Sarah.


"Ma, maksud mama.?" tanya papa Sarah bingung. Sarah yang juga tampak bingung dengan obrolan papa dan mamanya itu pun akhirnya bangkit dan mendekati papanya.


"Mama di bebaskan pa hari ini, papa tolong jemput mama ya." jelas mama Sarah.


"Bebas, mama serius.? Ba, baik ma, papa jemput mama sekarang ya ma, mama jangan kemana mana tunggu papa kesana sekarang ma." ujar papa Sarah dengan sangat gembira.


Karna rasa penasaranya, akhirnya Sarah pun mencoba bertanya kepada papanya, untuk meminta penjelasan dari obrolan papa dan mamanya di dalam telepon.


"Pa ada apa pa, kenapa dengan mama.?" tanya Sarah yang tampak bingung.


"Sarah, mama mu bebas Sarah." jawab papanya dengan gembira.


"Bebas pa? Tapi bagaimana bisa pa.?" tanya Sarah tak percaya.


"Papa juga tidak tahu sayang, tapi sebaiknya sekarang kita jemput mama mu dulu, baru kita cari tahu semuanya." jawab papa Sarah.


"Baik pa, ayo."


Dengan rasa penuh kegembiraan Sarah dan papanya pun pergi ke kantor polisi untuk menjemput mamanya, dan dalam waktu sekejap mereka pun sampai di kantor polisi.


Sarah dan papanya segera masuk dan menemui mamanya yang terlihat tengah menunggu mereka, dan saat melihat suami dan juga putrinya mama Sarah pun berlari mendekati dan memeluk keduanya dengan air mata berlinang.


Setelah mendapat penjelasan dari komandan, Sarah dan papanya segera membawa mamanya untuk pulang, di dalam mobil barulah mama Sarah menceritakan dan memberitahu siapa yang telah membebaskannya.


"Mama tidak menyangka Zahwa akan melakukan semua ini." ucap mamanya.


"Ma, Zahwa memang prempuan yang sangat baik." jawab Sarah, ia pun terlihat merangkul mamanya itu.


"Mama mau nanti kamu temani mama ya untuk meminta maaf kepada Zahwa dan juga Anton." ujar mama Sarah.

__ADS_1


"Iya ma, pasti." jawab Sarah dengan tersenyum.


"Papa juga ikut ya, papa ingin berterima kasih kepada mereka." timpal papa Sarah, dan mereka pun menjawab dengan anggukan dan juga senyuman.


__ADS_2