Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 89


__ADS_3

Matahari mulai membenamkan dirinya di ufuk barat, satu persatu penikmatnya pun mulai meninggalkan tempat dimana mereka duduk atau berdiri saat menikmati keindahan Matahari terbenam, tidak terkecuali juga dengan Anton dan Zahwa, kini mereka pun ikut meninggalkan tempat wisata indah itu.


Mobil yang mereka tumpangi pun telah memasuki area parkiran yang ada di halaman hotel tempat mereka menginap. Dengan segera Anton dan Zahwa menuju kamar mereka, untuk membersihkan diri dan menunggu waktu untuk melaksanakan sholat magrib.


Sholat pun selesai mereka laksanakan, kali ini Anton memilih mengajak Zahwa untuk dinner di restoran yang ada di lantai bawah hotel itu, karna tidak ingin istrinya merasa bosan jika harus makan di dalam kamar hotel lagi. Anton memesan menu yang tampak berbeda dan special, ia benar benar memperhatikan asupan gizi yang harus diterima dan masuk kedalam tubuh istrinya, semua itu dia lakukan agar Zahwa dan bayi yang ada di dalam kandungannya tumbuh sehat.


"Makan yang banyak ya sayang." ucap Anton sambil menyendoki dan meletakkan makanan pada piring yang ada di hadapan Zahwa.


''Cukup mas, aku tidak makan sebanyak itu." Zahwa terkejud melihat begitu banyak makanan yang di letakkan Anton ke atas piringnya.


"Tidak apa apa sayang, kamu harus banyak makan daging dan juga sayur sayuran ini, biar anak kita dan juga kamu selalu sehat." ucap Anton lagi diiringi senyuman dibibirnya.


"Sepertinya berat tubuh ku akan semakin meninggi setelah ini mas." jawab istrinya dengan memperhatikan tubuhnya sendiri.


"Mau seperti apa pun dirimu, aku akan tatap menyayangi mu, karna pengorbanan mu mengandung buah hati ku, itu tidak akan pernah ternilai seberapa besarnya." Anton pun mulai menyendoki makanan yang ada diatas piring Zahwa dan menyuapi istrinya.


"Terima kasih ya mas." ucap Zahwa sambil membuka mulutnya, menerima suapan suaminya. Hal yang sudah sering di lakukan Anton terhada Zahwa, membuat istrinya tidak merasa malu lagi menerima perlakukan romantis dari suaminya itu.


***


Dengan perasaan gembira, Rudi menjemput Sarah di apartemennya, ia merasa satu langkah lagi usahanya membuat Sarah bahagia akan berjalan dengan lancar. Rudi telah menghubungi Sarah sebelumnya, memberitahu jadwal keberangkatan mereka yang di jadwalkan pukul tujuh pagi.


Saat tiba di area parkir yang ada di halaman apartemen Sarah, sopir mobil Rudi menghentikan laju kendaraan dan memarkirkan mobilnya, lalu Rudi pun segera turun dan masuk ke dalam gedung apartemen Sarah. Namun tenyata perempuan yang akan ia temui itu telah ada di lobi apartemen sedang melangkahkan kakinya menuju ke arah Rudi.


"Kau tidak berniat mengajak ku untuk pindah ke Bali kan.?." Rudi berusaha menggoda Sarah yang terlihat membawa kopernya. Dan perempuan itu pun tersenyum malu mendengar ucapan dari Rudi.


"Kau sudah berani mengajakku untuk pergi berlibur, jadi aku rasa tidak cukup waktu satu hari untuk mengunjungi semua tempat yang ada disana." Jawab Sarah mencoba menepis rasa malunya.


"Oke aku siap menghantarmu kemana pun tempat yang kau inginkan. Silahkan tuan Putri." ucap Rudi sambil merentangkan sebelah tangannya dan sedikit membungkukkan tubuhnya, mempersilahkan Sarah untuk berjalan terlebih dahulu di depannya.


Melihat perlakukan Rudi terhadap dirinya, membuat Sarah merasa sedikit malu, ia pun menggelengkan kepalanya sembari melangkahkan kakinya menuju area parkir dengan disusul Rudi tepat dibelakangnya, mereka pun berjalan menuju tempat mobil Rudi berada, dan saat sudah berada di dekat kendaraannya, pemilik mobil itu pun mempercepat langkahnya dan mendahului Sarah, lalu ia pun terlihat membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Sarah masuk pada kursi bagian belakang.


"Silahkan masuk, biar nanti aku yang meletakkan koper mu di bagasi." ucap Rudi.

__ADS_1


"Terima kasih ya Rud." lalu Sarah pun masuk ke dalam mobil.


Rudi meletakkan koper Sarah ke dalam bagasi mobil, lalu ia segera menaiki mobilnya dan duduk tepat di samping Sarah. Di dalam mobil Rudi dan Sarah terlihat mengobrol, membicarakan tempat tempat indah yang ingin mereka kunjungi saat tiba di Bali, dan tanpa terasa akhirnya mereka pun tiba di bandara. Setelah dilakukan pemeriksaan terhada Rudi dan Sarah, kini mereka pun sudah terlihat berjalan masuk dan menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.


***


Sementara itu, dikamar hotel tempat mereka menginap, Anton dan Zahwa nampak masih tertidur dengan pulas di bawah sekimut yang menutupi tubuh mereka. Mungkin mereka masih merasa kelelahan setelah mengulang kembali percintaan yang mereka lakukan setelah sholat subuh. Karna sudah lama tidak menjamah tubuh istrinya, membuat Anton benar benar merasa bergairah saat bersentuhan dengan istrinya, bahkan ia pun sampai mengulanginya lagi setelah sholat subuh.


Zahwa menggeliatkan tubuhnya, berusaha untuk membuka mata, lalu ia pun berusaha meraih jam tangan suaminya yang diletakkan diatas nakas. Zahwa pun terperanjak kaget saat ia melihat dan mengetahui jika hari telah menunjukkan pukul sepuluh pagi, dengan segera ia membalikkan tubuhnya menghadap Anton dan berusaha untuk membangunkan suaminya itu.


"Mas, bangun mas." ucap Zahwa lembut dengan sedikit menggoyangkan tubuh suaminya.


"Ada apa sayang.?" tanya Anton dengan suara serak khas bangun tidurnya, sambil menggeliat dan berusaha mengerjapkan mata.


"Sudah pukul sepuluh pagi mas, apa tidak sebaiknya kita bersiap siap untuk menghadiri acara pernikahan klien mas." jawabnya.


Anton pun tersenyum mendengar ucapan Zahwa, ia menghadapkan wajahnya kepada Zahwa lalu berusaha memberi penjelasan kepada istrinya itu.


"Tidak sayang, siang ini hanya akan dilaksanakan akat nikah, dan hanya keluarga terdekat yang menghadirinya. Untuk acara pesta akan dilaksanakan nanti malam." jelas Anton.


Anton menyingkap selimut yang menutupi tubuh mereka, membuat Zahwa merasa malu melihat perlakukan suaminya itu, Anton pun turun dari tempat tidurnya, lalu mengangkat tubuh Zahwa dan menggendongnya.


"Mas." Zahwa terlihat binging dengan tinggah suaminya.


"Maaf ya, karna harus membuat mu mandi dua kali pagi ini." ucap Anton sambil membawa istri yang ada dalam gendongannya menuju kamar mandi. Dan Zahwa, pipinya yang putih mulus kini tampak merona merah menahan malunya.


Anton memperlakukan istrinya dengan sangat lembut, membasuh dan menyabuni setia lekukan tubuh istrinya, dan Zahwa terlihat malu malu menerima perlakukan suaminya yang menurutnya sudah berlebihan.


Usai membersihkan tubuh mereka berdua, Anton pun melilitkan handuk untuk menutupi tubuh istrinya dan juga dirinya. Lagi lagi Anton melakukan hal yang sama, mengangkat dan membawa tubuh istrinya keluar dari kamar mandi, setelah menurunkan istrinya, keduanya pun memakai pakaian yang mereka beli kemarin.


"Kamu pasti sudah sangat lapar sayang, mau makan apa.?" tanya Anton.


"Apa saja mas, yang penting perutku terisi dan bayi kita mendapat asupan gizi yang baik." ucap Zahwa tersenyum sambil terlihat mengusap pelan perutnya yang kian membesar.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu mas pesankan saja ya, biar nanti kita sarapan disini saja." ucap Anton, lalu meraih ponselnya yang ada diatas nakas dan memesan makanan yang dia inginkan.


"Kenapa tidak makan di bawah saja mas.?" tanya Zahwa lagi.


"Kamu harus banyak istirahat sebelum acara Pesta nanti malam sayang, mas tidak mau kamu sampai kelelahan dan terjadi sesuatu dengan mu dan juga bayi kita." jelas Anton.


"Tapi aku baik baik saja mas." ucap Zahwa, ia berusaha meyakinkan dan mengusir kekhawatiran suaminya yang berlebihan, karna memang merasa bahwa dirinya dan juga kandungannya memang tidak bermasalah apapun.


"Kamu sudah banyak mengeluarkan tenaga semalam dan juga pagi ini sayang." Anton pun tersenyum melihat istrinya yang tadinya merasa bingung dengan sikapnya.


Zahwa tertunduk malu dengan wajah merona dipipinya.


***


Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bali, Rudi dan Sarah kini telah menaiki mobil sewaan yang dipesan oleh Rudi untuk menghantar mereka bepergian selama berada di Bali. Dan kini mobil mereka terlihat memasuki area hotel mewah yang juga di tempati oleh Anton dan Zahwa.


Setelah keluar dari mobil, mereka memasuki hotel dan melakukan chack in, juga memesan dua kamar untuk mereka tempati secara terpisah.


***


Bel kamar hotel yang ditempati Anton dan Zahwa pun berbunyi, dengan segera Anton bangkit dari duduknya dan berjalan untuk membuka pintu, dan ketika pintu sudah terbuka nampaklah seorang pelayan hotel dihadapannya dengan membawa troli makanan pesananya.


"Selamat pagi tuan, maaf mengganggu ini makanan pesanan anda." ucap pelayan itu dengan ramah.


"Terima kasih, biar saya bawa sendiri." ucap Anton, lalu pelayan itu pun menyerahkan troli makanan hotel yang ia bawa.


Saat pelayan hotel pergi meninggalkan kamar Anton, saat itu juga Sarah terlihat memasuki kamar hotel tempat tidurnya, yang letaknya berseberangan dengan kamar Anton dan Zahwa, tanpa di sengaja Anton pun melihanya dan dapat mengenali perempuan itu meski tidak melihat secara langsung wajah Sarah, tapi hanya melihat punggung mantan istrinya itu, hal itu membuat Anton merasa terkejud.


Sarah.! Kenapa dia ada di hotel ini juga.? fikir Anton.


Karna tidak mau memperdulikannya, Anton pun segera masuk dan membawa troli makanan yang ada di tangannya.


"Makanan sudah datang." ucap Anton sambil mendorong troli itu menuju meja yang ada di dekat sofa.

__ADS_1


"Wah sepertinya enak mas." ucap Zahwa sambil mendekati suaminya dan membantu Anton untuk memindahkan makanan tersebut ke atas meja.


"Siap.! Ayo kita makan sekarang sayang." ajak Anton, lalu keduanya pun terlihat menikmati makanan mereka dengan diselingi candaan yang dibuat oleh Anton.


__ADS_2