
Sarah dan Rudi memesan makanan setelah seorang pelayan datang dan menyerahkan taftar menu makanan. Mereka pun mulai terlihat melanjutkan obrolan mereka setelah kepergian pelayan tersebut dengan membawa catatan pesanan keduanya.
"Apa kau sudah menikah Rut.?" tanya Sarah memulai obrolan antara mereka. Dan Rudi terlihat hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Sarah.
"Belum.?" jawab Rudi dengan sedikit menggelengkan kepalanya sementara senyum masih terlihat menghiasi bibirnya.
"Kenapa Rud, sepertinya sekarang kamu sudah mapan, jadi tidak mungkin tidak ada satu pun wanita yang tidak menyukai mu.?" pertanyaan Sarah kini mampu membuat Rudi terkekeh.
"Aku hanya masih ingin fokus meneruskan bisnis papa ku. Oh ya bagaimana kabar Anton.?" pertanyaan dari Rudi mampu membuat wajah Sarah terlihat berubah dari yang sebelumnya terlihat begitu ceria.
"Kau tidak mungkin tidak mengetahui berita tentang ku dan dia Rud.?" ucap Sarah, pernikahan Sarah dan Anton bukan lah pernikahan yang di lakukan secara diam diam, jadi selama orang itu mengenali keluarga Wijaya pasti akan tahu tentang pernikahan kedua Anton dengannya.
"Iya aku tahu, bahkan aku menerima undangan itu, tapi karna sedang mengerjakan proyek di luar kota jadi aku tidak bisa menghadiri pernikahan kalian." jawab Rudi.
"Aku pun tidak mengerti kenapa jadi serumit ini, sebenarnya aku sudah berusaha untuk menolak semua ini, namun istrinya lah yang datang kepada ku untuk meminta ku menikah dengan Anton, tapi ini juga salah ku karna berusaha menemui Anton saat ia sudah menikah, dan itu ku lakukan karna ingin menjelaska alasan kepergian ku saat akan menikah dengannya." Sarah tertunduk mengingat semua yang terjadi, ia pun tidak bisa lepas dari rasa bersalahnya.
"Takdir mu, jalani saja, aku yakin kau akan menemukan kebahagian nantinya." hanya itu yang terdengar dari mulut Rudi, ia berusaha menghibur Sarah, karna tau bagaimana kini perasaan wanita itu.
Dari kejauhan terlihat Anton dan Zahwa sedang memasuki restoran yang sama dengan Sarah dan Rudi. Hari ini Anita meminta Anton untuk menghantarkan Zahwa ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Zahwa. Setelah pulang dari rumah sakit, Anton mengajak Zahwa untuk mampir ke mall tersebut untuk memanjakan Zahwa sedikit, agar istrinya itu tidak terlalu jenuh karna lebih sering berdiam diri dirumah. Karna sudah merasa lapar Zahwa pun meminta Anton untuk mencari tempat makan, dan Akhirnya Anton pun mengajak Zahwa untuk makan di restoran yang ada di dalam mall itu juga.
"Mas bukan kah itu Sarah.?" mata Zahwa tertuju pada sebuah mejah yang di duduki oleh Sarah dan Rudi. Anton pun melihat kearah yang ditunjuk oleh Zahwa.
"Hmm."
__ADS_1
"Sedang dengan siapa dia mas.?" tanya Zahwa penasaran.
"Mas juga tidak tau Za." jawab Anton.
"Bagaimana kalau kita temui mereka mas.?" Ajak Zahwa dan Anton pun melangkahkan kakinya mengikuti keinginan istrinya itu.
Setelah cukup dekat, Sarah pun bisa melihat kemunculan Zahwa dan Anton yang secara tiba tiba. Zahwa hanya tersenyum melihat mereka, sedangkan wajah Anton terlihat biasa saja, namun Sarah dan Rudi nampak begitu tegang karna takut akan terjadi salah paham diantara mereka.
"Assalamualaikum Sarah." sapa Zahwa.
"Waalaikum salam." jawab keduannya, Sarah nampak berdiri dari kursinnya dan mendekati Zahwa mereka pun terlihat berpelukan.
"Bagaimana keadaan mu Za.?" tanya Sarah.
Melihat keakraban kedua istrinya, membuat Anton jadi terpaku. Kedua istrinya itu nampak begitu akrab mereka terlihat seperti sepasang sahabat yang sudah lama tidak saling bertemu.
"Apa kabar An.?" tanya Rudi memecah lamunan Anton yang terpaku melihat tingkah kedua istrinya. Rudi pun mengulurkan tangannya kepada Anton.
"Alhamdulillah aku baik Rud." jawab Anton, sambil menyambut uluran tangan Rudi.
"Aku dan Sarah hanya tidak sengaja bertemu disini." jelas Rudi, ia sungguh takut Anton akan salah paham dengan apa yang ia lihat.
"Santai saja." ucap Anton, ia terlihat tersenyum dan menepuk pelan lengan Rudi.
__ADS_1
"Kalian mau makan juga kan, bagaimana kalau kita makan bersama saja disini.?" Sarah memberikan tawarannya kepada Zahwa, Zahwa pun menyetujui ajakan Sarah, dan Anton hanya mengikuti keinginan istrinya.
Tidak lama makanan Sarah dan Rudi pun tiba, lalu Zahwa dan Anton kembali memesan makanan untuk mereka berdua.
Setelah pesanan Zahwa dan Anton tiba, mereka pun terlihat menikmati makanan sambil di selingi obrolan diantara mereka. Sarah terlihat asik berbicara kepada Zahwa dengan menanyakan kandungan Zahwa, sedangkan Anton dan Rudi terlihat lebih sering membicarakan tentang bisnis yang mereka jalankan.
Setelah semua selesai makan dan mengobrol, Rudi terlihat pergi terlebih dahulu dari mereka, sedangkan Anton, Zahwa, dan juga Sarah terlihat berpisah di parkiran. Sarah melaju kan mobilnya keluar halaman parkir dan setelahnnya berulah mobil Anton dan Zahwa yang keluar dari parkiran area mall tersebut.
Di dalam mobil Anton terlihat fokus menyetir dan sama sekali tidak berbicara, ia nampak terlihat hanya dia saja. Sedangkan Zahwa sekali kali menoleh melihat wajah suaminnya itu, Zahwa merasa kalau Anton sekarang sedang merasa cemburu dengan kedekatan Sarah dan Rudi, sehingga ia terlihat hanya berdiam diri.
"Mas." panggil Zahwa memecah keheningan antara mereka.
"Iya." Anton menjawab sambil menoleh sekilas kepada Zahwa, lalu kembali fokus lagi melihat jalan.
"Apa mas sedang cemburu.?" Zahwa bertanya dengan sedikit merasa gugup, ia takut kalau suaminya itu akan marah, namun ternyata Anton menjadi tersenyum mendengar ucapan Zahwa.
"Memangnya kenapa kamu bertanya begitu.?" tanya Anton dengan masih tersenyum.
"Dari tadi mas dia saja, sepertinya mas sedang memikirkan Saran dan Rudi tadi ya.?" tanya Zahwa dan Anton jadi tertawa mendengar ucapan istrinya itu.
"Mas diam karna sedang memperhatikan jalan di depan kita, bukan karna sedang memikirkan mereka." jawab Anton dengan sedikit menggelang, Zahwa pun terlihat mengangguk pelan, dan setelahnya ia terlihat fokus melihat jalan lagi.
Mendengar ucapan Zahwa tadi membuat Anton merasa heran, ia benar benar tidak merasa kan cemburu ketika melihat Sarah dan Rudi secara langsung tadi, berbeda dengan melihat Reyhan dan Zahwa meski itu hanya melihat dari foto saja.
__ADS_1
Ada apa dengan semua ini, kenapa aku terlihat biasa saja melihat kebersamaan Sarah dan Rudi, tapi kenapa aku begitu cemburu kepada Reyhan saat ia bersama Zahwa. Anton pun bertanya tanya dalam fikirannya.