Zahwa Istriku

Zahwa Istriku
Bab 168


__ADS_3

Anton mulai mengumandangkan Adzan di dekat telinga bayinya, suara yang tidak begitu keras namun terdengar sangat merdu, dengan perasaan bahagia ia menyelesaikan Adzannya lalu mencium kening anaknya untuk pertama kali.


"Selamat datang sayang, semoga engkau menjadi anak yang soleh." bisik Anton.


Setelah selesai ditangani, Zahwa di pindahkan keruangan perawatan untuk sementara waktu sampai kondisinya benar benar setabil.


Anton mendekati istrinya yang tengah beristirahat, ia mengamati wajah istrinya dengan perasaan penuh cinta, perjuangan dan kesakitan istrinya masih tergambar jelas di mata Anton saat melihat wajah Zahwa.


Anton menundukan kepalanya, lalu mencium kening Zahwa dengan lembut, namun ternyata Zahwa yang sedang beristirahat itu menyadari sentuhan lembut dari suainya, hingga ia terjaga dan membuka matanya.


"Mas mengganggu istirahat mu?" tanya Anton.


"Enggak mas." jawab Zahwa tersenyum.


"Ada yang kamu butuhkan?" Anton bertanya lagi, namun Zahwa hanya menggelengkan kepalanya menjawab.


"Ya sudah kalau begitu istirahatlah, jangan khawatirkan putra kita, mama dan kak Anita menjaganya." ujar Anton dengan tersenyum.


"Mas, disini saja temani aku." Zahwa memegang tangan suaminya.


"Baiklah, mas disini saja menemanimu istirahat." jawab Anton.


Anton menarik sebuah kursi lalu duduk disamping istrinya. Perlahan Anton menggenggam tangan istrinya dan kembali menciumi lembut tangan Zahwa, ia juga mengusap lembut kening ibu dari anaknya itu.


"Mas kenapa?" Zahwa merasa bingung melihat wajah suaminya yang tiba tiba tampak seperti bersedih.


"Tidak apa apa sayang." jawab Anton.


"Kalau tidak ada apa-apa kenapa mas terlihat sedih." Zahwa mencoba mencari jawaban.


"Mas tidak bersedih, justru mas sedang sangat bahagia saat ini. Zahwa terima kasih, terima kasih sayang." ujar Anton.


"Untuk apa mas?" Zahwa kembali merasa bingung dengan ucapan suaminya.


"Terima kasih untuk hari ini, terima kasih sudah memberikan mas keturunan, dan yang paling penting, terima kasih karena kamu sudah bertaruh nyawa untuk melahirkan keturunanku." Anton pun meneteskan air matanya saat mengucapkan kata kata itu dengan lembut kepada Zahwa.


"Mass.." melihat suaminya yang sedang menangis bahagia disampinya, Zahwa pun ikut terharu dan meneteskan air mata. Ia pun dengam lembut mengusap air mata Anton dengan jemarinya.


"Maaf Zahwa, maaf jika selama ini mas belum bisa membuatmu bahagia, dan maaf atas kejahatan yang pernah aku lakukan." ujar Anton lagi.


"Mas, aku sudah lebih dari cukup bahagia, dan untuk masalah yang sudah berlalu kita lupakan saja ya mas." jawab Zahwa.


"Hari ini kamu sudah membuktikan besarnya cinta dan pengabdian mu sebagai seorang istri kepada ku, aku berjanji tidak akan pernah menghianati pernikahan kita lagi, dan akan berusaha membuat kamu dan buah hati kita bahagia." ujar Anton.


Zahwa tersenyum bahagia saat mendengar ucapan suaminya. Anton pun mencium kening istrinya.


***


Di kediaman Reyhan, Rangga dan Nazwa terlihat sedang duduk bersama di taman halaman belakang rumah.


Sambil bercanda Nazwa terlihat menyuapi suaminya dengan potongan buah buahan segar yang ia buatkan untuk suaminya.


Dari kejauhan terlihat Reyhan yang keluar dari dalam rumah dan sedang berjalan ingin menghampiri mereka.


"Rangga, Nazwa.!" Reyhan menyapa saat telah berada dihadapan mereka.

__ADS_1


"Mas Reyhan." Rangga menyapa kembali kakanya dengan tersenyum.


"Ada kabar bahagia. Hari ini Zahwa telah melahirkan anak mereka dirumah sakit keluarga Wijaya. Apa kalian ingin pergi untuk melihat?" ujar Reyhan dengan senyuman di wajah tampanya.


"Alhamdulillah. Kalau tidak keberatan, aku mau ikut mas ke rumah sakit." Nazwa menjawab dengan rasa bahagia.


"Baiklah kalau begitu kita pergi bersama sama saja." ujar Reyhan.


"Kalau begitu kita siap siap dulu mas." ujar Nazwa yang terlihat bersiap mengajak Rangga untuk bersiap siap.


"Nazwa! Mas sepertinya tidak bisa ikut, sebaiknya kalian berdua saja yang pergi." ujar Rangga.


"Ada apa mas? Aku juga bisa lain kali saja menjenguk Zahwa." Nazwa merasa khawatir dengan suaminya dan berniat membatalkan keinginanya untuk pergi.


"Jangan sayang, aku hanya ingin istirahat dan sebaiknya kamu berangkat dengan mas Reyhan." ujar Rangga.


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri mas."


"Nazwa, aku tidak apa apa. Sebaiknya kamu pergi dengan mas Reyhan ya." bujuk Rangga.


"Mas beneran tidak apa-apa aku tinggal." tanya Nazwa lagi.


"Iya sayang, tentu saja." jawab Rangga meyakinkan istrinya.


"Kamu yakin Rangga." kini Reyhan yang bertanya untuk memastikan adiknya itu baik baik saja.


"Iya mas. Aku titip Nazwa mas." ujar Rangga.


"Ok, tentu saja." jawab Reyhan.


Sesampai dirumah sakit, mereka segera menuju kamar perawatan Zahwa, dan disana mereka di sambut oleh keluarga Anton yang kebetulan sedang berkumpul di ruangan perawatan Zahwa.


"Nazwa!" Sapa Zahwa dan Yang lainnya saat melihat kedatangan Nazwa dan Reyhan.


"Za, selamat ya." yang disapa pun segera menghampiri Zahwa dan memberikan selamat sambil berpelukan.


"Terima kasih ya, oh ya di mana Rangga?" tanya Zahwa.


"Mas Rangga tidak bisa ikut, ia harus banyak istirahat sekarang." jawab Nazwa.


Kak Anita pun mendekati Nazwa, lalu menggoda adik Zahwa itu dengan menanyainya kapan akan segera memiliki momongan.


"Nazwa, kapan nyusulnya?" tanya kak Anita dengan tersenyum menggoda.


Yang di tanya pun tersipu malu.


"Insya Allah secepatnya kak." jawab Nazwa.


"Baguslah, tidak baik memang menunda nunda punya momongan, kalau kamu perlu konsultasi, jangan sungkan sungkan untuk menghubungi kakak." ujar Anita lagi.


"Iya kak." Nazwa terlihat menganggukan kepalanya.


Senyum Nazwa pun mengembang dibibirnya, namun di dalam hatinya Nazwa merasakan kesedihan, sakit yang di derita suaminya membuat Nazwa belum bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri, jadi untuk mengharapkan bisa memiliki keturunan masih belum terlintas di fikiran Nazwa.


"Oh ya An, apa kamu sudah memberikan nama untuk si kecil ini?" tanya Reyhan sambil mengusap lembut rambut hitam milik si kecil mungil dengan jamarinya.

__ADS_1


"Aku belum menemukan nama yang bagus.'' jawab Anton.


"Butuh bantuan ku?" gurau Reyhan sambil menaik naikkan kedua alisnya berulang kali.


"Aku rasa itu bukan ide yang bagus." jawab Anton dengan wajah masamnya, seketika tawa mereka pun pecah saat mendengar obrolan Anton dan Reyhan.


Semua terlihat bahagia di ruangan itu, canda dan tawa memenuhi ruangan perawatan Zahwa, sampai akhirnya Nazwa dan Reyhan pun berpamitan untuk pulang, karena Nazwa tidak bisa meninggalkan suaminya sendirian terlalu lama.


"Kamu lucu sekali sayang, kalau seperti ini tante akan sering sering main kerumah mamamu tampan." ujar Nazwa sambil mengelus dengan lembut wajah keponakan barunya.


"Oke tante aku tunggu ya." jawab Zahwa yang menggendong bayinya diatas tempat tidur rumah sakit.


"Za, aku pamit pulang dulu ya."


"Iya, hati hati di jalan ya." ujar Zahwa.


Setelah berpamitan dengan yang lainnya, Nazwa dan Reyhan pun meninggalkan rumah sakit.


Reyhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, keheningan terlihat jelas didalam mobil itu selama perjalanan menuju kediaman mereka, sampai akhirnya keheningan pun terpecahkan oleh suara panggilan masuk di ponsel milik Reyhan.


Reyhan pun mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya, dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Mama." Reyhan bergumam pelan, namun masih terdengar oleh Nazwa, hingga Nazwa pun menolehkan kepalanya melihat Reyhan.


"Halo, Assalammualaikum ma." ucap Reyhan.


"Wa'alaikum salam Rey. Kalian dimana?" tanya mamanya.


"Kita sekarang sudah dalam perjalanan pulang kerumah ma, ada apa ma?" Reyhan kembali bertanya.


"Gak ada apa-apa Rey, mama cuma khawatir saja, oh ya kalau nanti lewat toko kue tolong belikan mama kue red vavet ya, mama sudah kangen kue buatan toko Zahwa." ujar mamanya.


"Iya ma, insya Allah nanti Reyhan mampir belikan mama kuenya." jawab Reyhan.


"Oke terima kasih Rey, hati hati ya sayang." ujar mamanya lagi.


"Iya ma, Assalammualaikum."


"Waalaikum salam."


Setelah menutup telpon, Reyhan kembali memasukan ponselnya kedalam saku celananya.


"Tante minta di belikan kue mas?" tanya Nazwa yang mendengar obrolan Reyhan.


"Iya Na, mama sepertinya sudah kangen kue buatan toko Zahwa, biasanya mama suka sekali dibelikan kue dari toko Zahwa." jelas Reyhan.


"Kalau begitu kita mampir saja di toko kue Zahwa, aku sekalian ingin mampir sebentar." ujar Nazwa.


Reyhan pun menoleh melihat Nazwa dengan tersenyum, lalu ia pun dengan senang hati menjawab keinginan Nazwa.


"Oke, baiklah." jawab Reyhan.


Saat berbicara dengan Nazwa, Reyhan tidak fokus melihat jalan di hadapanya, sehingga ia tidak menyadari ada sebuah mobil yang berjalan dengan tidak setabil di hadapan mereka.


"Mas awwaaasss.." Nazwa yang terkejut melihat mobil di hadapan mereka pun berteriak histreris.

__ADS_1


Namun malang tak dapat lagi mereka hindari, mobil yang di kendarai Reyhan dan Nazwa pun tertabrak oleh mobil yang berjalan tidak stabil di hadapan mereka.


__ADS_2